Konten dari Pengguna

Telaga Mendongan, Pesona Alam yang Tersembunyi di Kaki Gunung Prau

Ikhlasul Amalia

Ikhlasul Amalia

Mahasiswa Sastra Inggris Universitas Diponegoro

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ikhlasul Amalia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pemandangan di Telaga Mendongan saat Pagi Hari. Foto: Ikhlasul Amalia
zoom-in-whitePerbesar
Pemandangan di Telaga Mendongan saat Pagi Hari. Foto: Ikhlasul Amalia

BATANG - Dataran Tinggi Dieng tak pernah kehabisan kejutan alam yang memikat hati. Di balik megahnya gunung dan hamparan ladang kentang, tersembunyi sebuah surga kecil, yakni Telaga Mendongan. Terletak di Desa Pranten, Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, telaga ini berada di kawasan pegunungan dengan ketinggian sekitar 1.900 meter di atas permukaan laut. Suasana yang tenang, pemandangan alam yang masih asri, serta udara sejuk bebas polusi menjadikannya salah satu pilihan menarik untuk destinasi wisata baru di Dataran Tinggi Dieng.

Keindahan Telaga Mendongan dengan air telaga yang tenang dan dikelilingi perbukitan hijau, menciptakan suasana damai yang cocok untuk melepas penat. Pengunjung dapat melakukan berbagai aktivitas sederhana, seperti bersantai di tepi telaga, berjalan kaki, atau sekadar menikmati udara segar khas pegunungan. Saat pagi hari, pemandangan matahari terbit yang berpadu dengan kabut tipis menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung pecinta fotografi.

Di sekitar kawasan telaga, terdapat beberapa spot menarik seperti hamparan bunga liar dan bebatuan yang sering dijadikan tempat duduk berfoto. Adapun sebelum pengunjung menapaki Telaga Mendongan, pengunjung akan melewati destinasi yang disebut sebagai Tol Kayangan. Bagi pengunjung yang ingin menikmati pemandangan bak di atas awan, pengunjung dapat singgah di sini. Selain itu, terdapat pula pemandian air panas di kawasan sekitar telaga, bagi pengunjung yang ingin merasakan mandi air panas untuk merilekskan badan di tengah udara dingin.

Tol Kayangan di Kabupaten Batang. Foto: Ikhlasul Amalia
Pemandangan di Tol Kayangan. Foto: Ikhlasul Amalia

Pengelolaan Telaga Mendongan dilakukan oleh masyarakat Desa Pranten secara swadaya melalui Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis). Pengembangan kawasan ini dimulai pada awal 2024 dan dirancang untuk dilakukan secara bertahap. Pemerintah desa bersama warga setempat membentuk tim pengelola wisata untuk memastikan pengembangan berjalan terarah dan berkelanjutan. Akses menuju lokasi terus diperbaiki, termasuk rencana pembangunan area parkir dan loket tiket.

“Insha Allah tahun 2025/2026 akses dari SMP ke Telaga Mendongan dan Kayangan akan lebih bagus, termasuk fasilitas pendukungnya,” ujar Kepala Desa Pranten, Bapak Syarifudin.

Meski masih dalam tahap pengembangan, potensi wisata Telaga Mendongan sangat menjanjikan, terutama bagi wisatawan yang mencari ketenangan dan pengalaman wisata berbasis alam. Telaga ini dapat dikunjungi kapan saja sepanjang tahun, namun waktu terbaik adalah pagi hari ketika matahari mulai terbit dan kabut masih menyelimuti permukaan air. Dengan keunggulan alam yang dimiliki dan dukungan penuh masyarakat lokal, Telaga Mendongan menjadi salah satu destinasi unggulan di Kabupaten Batang.

Telaga Mendongan, a Hidden Paradise in the Valley of Mount Prau

Morning View at Telaga Mendongan. Photo: Ikhlasul Amalia

BATANG - The Dieng Plateau never runs out of breathtaking surprises. Beyond its majestic mountains and the endless potato fields, there lies a hidden paradise, that is called Telaga Mendongan. Located in the Pranten Village, Bawang District, Batang Regency, this lake sits in a mountain area at an altitude of around 1,900 meters above sea level. With its peaceful atmosphere, natural landscapes, and fresh, clean mountain air, Telaga Mendongan is emerging as one of the most promising new destinations in the Dieng highlands.

The beauty of Telaga Mendongan, with its calm waters that is surrounded by green hills, creates a peaceful setting that is perfect for relaxing. Visitors can enjoy simple activities such as relaxing by the lakeside, taking a walk, or just simply enjoying the refreshing mountain breeze there. In the early morning, the sunrise will combine with a light mist that creates a breathtaking view, which is so attractively beautiful, especially for photography enthusiasts.

Around the lake, there are several charming spots, including fields of wildflowers and large rocks that visitors often use as photo spots. Before reaching Telaga Mendongan, visitors will pass a spot known as Tol Kayangan. There, visitors can enjoy a panoramic view that feels like standing above the clouds. There is also a hot spring nearby the lake, which is perfect for warming up and relaxing the body in the cool mountain climate.

Tol Kayangan, Batang Regency. Photo: Ikhlasul Amalia
Scenery at Tol Kayangan. Photo: Ikhlasul Amalia

Telaga Mendongan is managed by the local community of Pranten Village through the Tourism Awareness Group (Pokdarwis). Development of Telaga Mendongan area began in early 2024 and is planned to be progressing in stages. The village government and residents have formed a tourism management team to ensure that the development is well-organized and sustainable. Access roads to the site are being improved, with plans to build a parking area and ticket counter.

“Insha Allah, by 2025/2026, the access road from the junior high school to Telaga Mendongan and Kayangan will be much better, along with additional supporting facilities,” said Pranten Village Head, Mr. Syarifudin.

Although still in the development stage, Telaga Mendongan shows great tourism potential, especially for travelers who are seeking peace and a nature-based travel experience. The lake is open all year round, but the best time to visit is in the morning when the sun rises and mist still lingers over the water. With its natural charm and full community support, Telaga Mendongan is set to become one of the leading destinations in Batang Regency.