Pekerja Informal di Tengah Perkembangan Kawasan Manggarai, Jakarta

Mahasiswa Politeknik Negeri Media Kreatif Jakarta
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Ikhsan Revananda Fauzan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Jakarta, 18 Oktober 2026 — Keberadaan pekerja informal masih menjadi bagian penting dari kehidupan ekonomi Jakarta. Di dekat Stasiun Manggarai, seorang pria terlihat menangani batang kayu dan bambu di tempat usahanya. Aktivitas tersebut memperlihatkan salah satu bentuk pekerjaan berbasis usaha kecil yang masih dijumpai di tengah kehidupan perkotaan.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta yang dirilis pada 5 Mei 2026, sebanyak 1,98 juta orang atau 38,13 persen penduduk bekerja di Jakarta berada dalam kegiatan informal pada Februari 2026. Jumlah penduduk bekerja pada periode tersebut mencapai 5,20 juta orang. Data ini menunjukkan bahwa kegiatan informal masih menjadi bagian besar dari struktur ketenagakerjaan di Ibu Kota.
Di sisi lain, kawasan Manggarai juga mengalami perkembangan dalam bidang transportasi dan tata ruang. PT Kereta Api Indonesia (KAI), melalui informasi resminya pada 19 Agustus 2026, menyebutkan bahwa Stasiun Manggarai melayani sekitar 162 ribu pelanggan per hari. KAI juga mengembangkan kawasan berorientasi transit atau Transit-Oriented Development (TOD) Manggarai yang mencakup sekitar 129 hektare.
Pengembangan tersebut diarahkan untuk mengintegrasikan transportasi umum, akses pejalan kaki, ruang publik, hunian, dan aktivitas ekonomi. Perubahan kawasan ini menjadi konteks penting untuk melihat bagaimana berbagai kegiatan ekonomi masyarakat hadir di lingkungan yang memiliki mobilitas tinggi.
Foto yang diambil pada 18 Oktober 2026 tersebut merekam seorang pria yang tampak bekerja di antara tumpukan batang kayu dan bambu. Kehadirannya memberikan gambaran tentang aktivitas ekonomi berskala kecil yang berlangsung di sekitar kawasan transportasi. Namun, belum terdapat data yang memastikan jenis usaha, status pekerjaan, maupun hubungan pria tersebut dengan pengembangan kawasan Manggarai.
Melalui pendekatan riset data, foto ini dapat menjadi pintu masuk untuk membahas keberadaan pekerja informal di tengah perkembangan Jakarta. Data ketenagakerjaan BPS dan informasi pengembangan kawasan dari KAI memberikan landasan faktual untuk menempatkan aktivitas dalam foto ke dalam konteks yang lebih luas. Dengan demikian, perhatian tidak hanya tertuju pada pembangunan fisik kota, tetapi juga pada keberagaman kegiatan ekonomi yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.
