Konten dari Pengguna

Waspada Heatstroke: Mematikan Jika Tidak Dapat Penanganan Serius

Ikhsana Ayu Brillianti

Ikhsana Ayu Brillianti

Mahasiswa semester 2 UIN Syarif hidayatullah Jakarta Prodi Ilmu Keperawatan Fakultas ilmu kesehatan angkatan 2025. Saat ini aktif bersosialisasi dan mengemban akademik di kampus

·waktu baca 5 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ikhsana Ayu Brillianti tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi cuaca terik bulan April 2026. Foto: Ikhsana (Handphone)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi cuaca terik bulan April 2026. Foto: Ikhsana (Handphone)

Pernahkah kalian merasa cuaca saat ini terasa panas, sering berkeringat dan mengalami pusing saat terpapar matahari dalam waktu yang cukup lama.

Hal ini dikarenakan Indonesia sedang mengalami perubahan siklus dalam waktu dekat. Periode ini lebih terasa intens dan berdampak nyata saat memasuki bulan April dan Mei mendatang.

Menurut catatan BMKG suhu Indonesia meningkat hampir setara dengan suhu tubuh manusia saat ini (36 derajat Celsius).

Kenapa terjadi panas dan dampak nyata cuaca panas ekstrem

Indonesia dikenal sebagai negara tropis yang dilewati garis khatulistiwa, hal ini menjadikan Indonesia hanya memiliki periode musim panas dan hujan dalam sepanjang tahun.

Akan tetapi saat adanya perubahan La Nina ke El Nino mengakibatkan perubahan yang serius. Faktor penyebab dari gelombang panas ini adalah

  1. Gerak Semu Matahari

Posisi matahari yang masih berada tidak jauh dari khatulistiwa, sehingga radiasi matahari sangat kuat. Artinya jika diibaratkan saat ini matahari berada tepat di negara dengan wilayah yang dilewati khatulistiwa

2. Minimnya Tutupan Awan

Saat panas matahari Terik dibeberapa wilayah Indonesia, hal ini disertai dengan sedikitnya daerah yang tertutup awan. Dampaknya fungsi awan sebagai peredam panas alami tidak berjalan dan membuat panas terasa semakin menyiksa serta suasana kering di atsmofer

3. Peralihan Fenomena Iklim

Berakhirnya fase La Niña lemah menuju kondisi Netral, dengan indikasi akan berkembangnya El Niño pada pertengahan tahun 2026 hal ini beberapa negara juga mengalami tahap serupa yang berpengaruh pada aktivitas sehari-hari dan produktivitas hasil panen.

Salah satu gejala dan keluhan umum yang dialami mayoritas Masyarakat adalah dehidrasi, tubuh secara alami memberikan perlindungan maksimal dengan membuang cairan untuk menjalan metabolisme secara Homeostatis (Seimbang).

Efek ini jika terjadi secara berlebihan tubuh bisa kekurang elektrolit alami dan sel-sel kehausan membuat kinerja sel menjadi tidak maksimal.

Selanjutnya adalah menyebabkan keluhan eskternal seperti pusing sewaktu, Kebingungan mental, bicara meracau dan mual disertai meningkatnya denyut nadi secara drastis (takikardi).

Jika keluhan ini hanya satu maka masih di Indikasikan sebagai proses penyesuaian tubuh di situasi ekstrem. Namun jika semua keluhan dirasakan dan dalam rentang sering cenderung berkepanjangan maka kamu perlu waspada adanya proses HeatStroke dalam tubuhmu.

Heat Stroke dan Dampak Serius

Tahukan anda bahwa ada situasi penyakit yang terjadi ketika mekanisme pengaturan suhu tubuh (termoregulasi) gagal.

menurut Maharani, (2024) Gejala heatstroke dapat menyebabkan suhu inti tubuh melonjak drastis hingga di atas 40°C dalam waktu singkat (10–15 menit). Hal ini membuat seseorang mengalami Dehidrasi serius dan memicu kegagalan sistem saraf pusat dan kerusakan organ dalam yang butuh penanganan serius.

Berdasarkan identifikasi yang disebutkan sebelumnya, heatstroke sebenarnya bisa dicegah dengan beberapa penanganan (untuk skala awal-menengah) dan butuh bantuan pertolongan medis untuk keluhan yang dialami cukup berat seperti (kematian organ Sebagian dan gangguan metabolisme tubuh yang irreversibel)

Menurut Khosasih (2025) Beberapa jenis HeatStroke pada penderita dibagi menjadi dua klasifikasi;

1. Classic Heat Stroke (CHS)

Keluhan ini terjadi akibat paparan panas lingkungan yang berkepanjangan (misalnya gelombang panas) dan biasanya menyerang kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, atau individu dengan kondisi medis kronis

2. Exertional Heat Stroke (EHS)

Keluhan ini dipicu oleh aktivitas fisik yang berat dalam lingkungan panas yang umum terjadi pada atlet, personel militer, atau pekerja fisik

Selanjutnya mari kita bahas penanganan sederhana pada seseorang yang mengalami kondisi HeatStroke;

1. Memeriksa secara menyeluruh kondisi terkini

Keluhan ini memiliki indikasi yang khas seperti adanya suhu abnormal disertai denyut nadi meningkat, gangguan kesadaran dan adanya keluhan mendukung seperti pusing bahkan gangguan nafas yang dapat berakibat komples jika tidak ditangani dengan serius.

2. Diperlukan pemeriksaan penunjang untuk menemukan keluhan lainnya

Hal ini diperlukan untuk mengetahui dampak serius heatstroke yang tidak terlihat dari pemeriksaan fisik seperti gangguan fungsi pada organ sewaktu dan kerusakan permanen

3. Memahami penanganan berdasarkan fokus penyakit serta fokus penerapan intervensi sebagai sudut pandang perawat. Hal ini terbagi menjadi dua prioritas saat mengalami dan pencegahan setalah metabolisme tubuh lebih stabil.

Menurut Kosasih, (2025) penanganan terbagi menjadi beberapa fokus saat mengalami dan strategi mengurangi keluhan heatstroke agar tidak berulang;

a. Saat terjadi serangan heatstroke

Penanganan ini difokuskan untuk meredakan gejala dan meminimalisir kerusakan tambahan saat seseorang mengalami heat stroke. Menurut Kosasih (2024) penanganan ini difokuskan untuk meredakan keluhan dengan mendinginkan kondisi tersebut.

Fokus pertama adalah menstabilkan suhu tubuh, minimal tidak mengalami peningkatan drastic untuk mencegah pendarahan yang diakibatkan panas berlebih dan resiko kejang.

Fokus kedua adalah Teknik pendinginan dengan kompres air dingin (cold water immersion) untuk membuang panas tubuh berlebih dan menstabilkannya dalam waktu singkat. Ada periode khusus sebelum terjadi kerusakan permanen (maksimal 30 menit setelah keluhan utama demam)

Fokus ketiga adalah Terapi Suportif dengan fokus perawatan Stabilisasi jalan napas (Airway), pernapasan (Breathing), dan sirkulasi (Circulation). Hal ini penting agar tidak mengalami kesulitan napas sampai kelaparan sel.

b. Penanganan pasca suhu stabil dan pencegahan Heat Stroke terulang;

Fokus utama pemenuhan Hidrasi yang tepat. Suhu tubuh yang tinggi mengakibatkan banyaknya berkurangnya cairan tubuh untuk menstabilkan suhu secara otomatis. Pemenuhan hidrasi bisa berupa nutrisi yang dikonsumsi, pemenuhan obat jika diperlukan dan utamanya melalui minum yang cukup (8 gelas sedang perhari/ bb normal)

Fokus selanjutnya adalah langkah aklimatisasi. Fokusnya adalah Memberikan waktu bagi tubuh untuk beradaptasi dengan lingkungan panas secara bertahap. Memberikan waktu untuk beristirahat maksimal dan pemantauan pemulihan

Fokus terakhir adalah Edukasi, hal ini dimaksimalkan tentang pemahaman orang mengenai tanda-tanda awal kelelahan akibat panas (heat exhaustion) agar tidak berlanjut menjadi heat stroke.