Analisis SWOT: Cara Sederhana Memahami Kekuatan dan Ancaman dalam Bisnis

Mahasiswa Universitas Pamulang Program Studi Manajemen
·waktu baca 6 menit
Tulisan dari Ike Lestari tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ketika sebuah perusahaan ingin tumbuh, keputusan tidak bisa hanya diambil berdasarkan tebakan saja. Perusahaan harus tahu kelebihan apa yang dimilikinya, bagian mana yang masih kurang baik, peluang apa saja yang tersedia saat ini, serta ancaman apa saja yang bisa muncul di masa depan.
Salah satu cara yang sering digunakan untuk memahami kondisi tersebut adalah dengan melakukan analisis SWOT. Metode ini membantu perusahaan memahami kondisi di dalam dan di luar perusahaan secara lebih rapi sebelum memutuskan strategi yang akan diambil.
SWOT adalah singkatan dari Strengths, Weaknesses, Opportunities, dan Threats, yang berarti kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman. Dalam manajemen strategis, keempat aspek tersebut dipakai untuk memahami letak organisasi serta membantu memutuskan langkah yang lebih tepat.
Memahami Empat Sisi dalam Analisis SWOT
Yang pertama perlu dipahami adalah bahwa SWOT membagi situasi perusahaan menjadi dua kelompok besar. Kekuatan dan kelemahan berasal dari hal-hal yang ada dalam perusahaan, sementara peluang dan ancaman datang dari lingkungan di luar perusahaan.
Pertama, Strengths atau kekuatan.
Kekuatan mencakup berbagai sumber daya dan kemampuan yang membuat perusahaan lebih unggul dibandingkan dengan para pesaing. Bentuknya bisa berupa barang nyata, teknologi, keadaan keuangan, merek yang baik, nama besar, kesetiaan pelanggan, hingga kemampuan sumber daya manusia yang berkualitas.
Namun, bukan berarti semua kelebihan otomatis bisa menjadi keunggulan yang menguntungkan secara kompetitif. Menurut teori yang dikembangkan oleh Jay Barney, sumber daya yang bisa menjadi keunggulan yang berkelanjutan seharusnya memiliki nilai yang tinggi, jumlahnya terbatas, sulit untuk dibuat orang lain, dan tidak mudah diganti.
Kedua, Weaknesses atau kelemahan.
Kekurangan adalah batasan dari dalam yang bisa mengganggu perusahaan dalam mencapai tujuan mereka. Contohnya adalah biaya operasional yang terlalu tinggi, ketidakcukupan dalam teknologi, kurangnya tenaga kerja yang memiliki kemampuan memadai, pelayanan yang belum memenuhi harapan, atau proses bisnis yang tidak terorganisir dengan baik.
Kelemahan dapat dilihat melalui berbagai aktivitas perusahaan. Dalam konsep rantai nilai Michael Porter, perusahaan bisa mengecek kegiatan mulai dari logistik, operasi, pemasaran, penjualan, layanan, sampai aktivitas bantu seperti pembelian, teknologi, tenaga kerja, dan infrastruktur.Ketiga, peluang atau opportunities.
Peluang datang dari luar perusahaan yang bisa digunakan untuk menciptakan nilai dan memperkuat daya saing. Perubahan cara hidup masyarakat, kemajuan teknologi, tumbuhnya ekonomi, perubahan kebijakan pemerintah, serta perkembangan pasar bisa memberi peluang baru.
Untuk menemukan kesempatan, perusahaan bisa memperhatikan kondisi politik, ekonomi, sosial, teknologi, lingkungan, dan hukum, atau menggunakan metode analisis PESTEL. Selain itu, perusahaan juga bisa melihat struktur persaingan dengan menggunakan lima kekuatan Porter, seperti ancaman dari perusahaan baru, kemampuan pemasok, daya tawar pembeli, ancaman produk pengganti, serta persaingan di antara perusahaan yang sama.
Keempat, Threats atau ancaman.
Ancaman adalah hal dari luar yang bisa menyebabkan dampak buruk bagi perusahaan. Persaingan yang semakin sengit, perubahan aturan, perlambatan pertumbuhan ekonomi, perkembangan teknologi, gangguan dalam proses pengiriman barang, hingga perubahan selera konsumen bisa jadi bahaya.
Karena ancaman datang dari luar perusahaan, perusahaan tidak selalu bisa menghilangkan semuanya. Yang bisa dilakukan adalah memperkirakan dan meminimalkan dampaknya dengan cara mengelola risiko dan membuat rencana yang benar.
Mengapa Analisis SWOT Penting bagi Perusahaan?
SWOT bukan hanya tabel dengan empat kotak saja. Jika dilakukan dengan tepat, hasil dari analisis tersebut bisa menjadi dasar dalam mengambil keputusan strategis.
Contohnya, perusahaan memiliki merek yang kuat dan sekaligus melihat adanya pertumbuhan pasar digital. Kondisi tersebut bisa dijadikan strategi dengan memanfaatkan kekuatan perusahaan untuk menangkap peluang.
Jika perusahaan memiliki kekurangan di bidang teknologi, namun melihat adanya kesempatan karena kemajuan digital, perusahaan bisa memperbanyak pengeluaran untuk teknologi atau bekerja sama dengan pihak lain agar bisa mengatasi kekurangan tersebut.
Hasil SWOT juga bisa dikembangkan dengan menggunakan matriks TOWS. Dari sini muncul empat pilihan strategi, yaitu strategi berdasarkan kekuatan dan peluang, kelemahan dan peluang, kekuatan dan ancaman, serta kelemahan dan ancaman.
Melihat Penerapan SWOT pada Gojek
Salah satu contoh yang bisa menjelaskan penerapan SWOT adalah Gojek. Perusahaan yang dulunya hanya bergerak di bidang transportasi berbasis aplikasi kini telah berkembang menjadi ekosistem digital yang mencakup berbagai layanan seperti transportasi, pengiriman makanan, pembayaran digital, dan jasa keuangan.
Dari segi kekuatan, Gojek memiliki merek yang kuat, sistem layanan yang terpadu, jaringan mitra pengemudi yang luas, serta kemampuan teknologi yang memastikan pengembangan produk dan efisiensi operasional berjalan baik.
Kekuatan itu memberi manfaat karena pengguna bisa memakai berbagai layanan dalam satu sistem yang sama. Integrasi seperti ini juga memungkinkan perusahaan menjual produk satu sama lain dan meningkatkan manfaat yang didapatkan pengguna.Namun, Gojek juga memiliki kekurangan. Salah satu tantangan yang dihadapi adalah kesulitan mendapatkan keuntungan karena biaya mengakuisisi pelanggan yang tinggi, persaingan dalam harga, serta pengeluaran untuk teknologi. Selain itu, ketergantungan yang tinggi terhadap pasar Indonesia serta kesulitan dalam mencari talenta teknologi juga menjadi hal yang perlu diperhatikan.
Dari segi peluang, pertumbuhan ekonomi digital, meningkatnya penggunaan layanan keuangan secara digital, perubahan cara masyarakat membeli yang lebih mengutamakan kepraktisan, serta kemajuan teknologi kecerdasan buatan bisa memberikan peluang tumbuh baru bagi Gojek.
Sementara itu, ancaman bisa muncul dari persaingan dengan perusahaan lain, perubahan aturan pemerintah, perlambatan pertumbuhan ekonomi, naiknya harga barang, hingga risiko serangan siber dan masalah perlindungan data. Artinya, perusahaan tidak hanya perlu fokus pada pertumbuhan pengguna, tetapi juga harus mampu memperkirakan dan menghadapi perubahan dalam lingkungan bisnis.
SWOT Tidak Berhenti pada Sebuah Tabel
Kesalahan yang sering terjadi adalah menganggap analisis SWOT sudah selesai setelah perusahaan hanya membuat empat daftar, yaitu kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman.
Padahal, bagian yang paling penting justru muncul setelah faktor-faktor itu ditemukan. Perusahaan harus mengubah hasil analisis menjadi rencana tindakan yang bisa dilaksanakan.
Misalnya, dalam kasus Gojek, kekuatan berupa ekosistem digital bisa dimanfaatkan untuk menangkap peluang tumbuhnya ekonomi digital. Kemampuan teknologi bisa digunakan untuk mengatasi ancaman keamanan siber serta persaingan yang semakin sengit. Di sisi lain, kelemahan seperti masalah menghasilkan laba harus diperbaiki dengan mengurangi pengeluaran dan menjalankan bisnis dengan lebih efisien.
Oleh karena itu, SWOT seharusnya menjadi bagian dari proses mengambil keputusan, bukan hanya sekadar formalitas dalam membuat perencanaan bisnis.
SWOT Juga Memiliki Keterbatasan
Meskipun banyak orang mengenalnya, analisis SWOT bukanlah cara yang benar-benar sempurna. Salah satu kekurangannya adalah sifatnya yang terlalu tetap, sehingga sulit menangkap perubahan lingkungan bisnis yang terjadi dengan cepat.
Selain itu, SWOT tidak otomatis menentukan faktor mana yang lebih penting. Dua faktor bisa masuk ke dalam kelompok ancaman yang sama, tapi pengaruhnya terhadap perusahaan mungkin sangat berbeda.
SWOT bisa terlalu mempermudah suatu masalah dengan memisahkan faktor-faktor menjadi yang internal dan eksternal, padahal di dunia nyata beberapa faktor tersebut sebenarnya bisa saling terhubung. Oleh karena itu, analisis SWOT sebaiknya digabungkan dengan alat analisis strategis lainnya dan didukung oleh data yang cukup lengkap.
Pada akhirnya, strategi tidak bisa hanya didasarkan pada perasaan.
Analisis SWOT memberi pelajaran penting dalam manajemen, yaitu perusahaan harus mengenal dirinya sendiri serta mengerti lingkungan di mana ia bersaing.
Kekuatan harus dimanfaatkan dengan baik, kelemahan harus diperbaiki, peluang harus digunakan sebaik mungkin, dan ancaman harus dipersiapkan sejak awal. Namun, semuanya harus diubah menjadi tindakan yang jelas.
Di tengah perkembangan teknologi dan persaingan bisnis yang terus berubah, perusahaan tidak cukup hanya memahami letak usaha mereka saat ini. Perusahaan harus mampu berubah sesuai dengan kondisi yang berubah.
Oleh karena itu, analisis SWOT tidak hanya menjadi cara untuk menjawab pertanyaan “apa saja kelebihan perusahaan kita?”. Selain itu, SWOT membantu perusahaan menjawab pertanyaan yang lebih penting lagi, yaitu: “Dengan kondisi yang kita miliki saat ini, strategi apa yang paling cocok untuk menghadapi masa depan?”
Penulis
Ike Lestari
Wahyu Pebrianto
