Konten dari Pengguna

Karyawan Sulit Menyampaikan Ide: Tantangan Komunikasi dalam Pengembangan SDM

Ike Lestari

Ike Lestari

Mahasiswa Universitas Pamulang Program Studi Manajemen

·waktu baca 4 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ike Lestari tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ketika Karyawan kesulitan Menyampaikan Ide:Tantangan Komunikasi dalam Pengembangan SDM. Sumber:  Pavel Danilyuk/Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ketika Karyawan kesulitan Menyampaikan Ide:Tantangan Komunikasi dalam Pengembangan SDM. Sumber: Pavel Danilyuk/Pexels

Karyawan yang cerdas sering kali kesulitan menyampaikan ide mereka.Ini menjadi tantangan dalam komunikasi saat mengembangkan sumber daya manusia.

Di dunia pekerjaan, memiliki kemampuan teknis yang baik memang sangat penting. Namun, kemampuan itu kadang-kadang tidak cukup ketika seseorang perlu menjelaskan gagasan kepada orang lain. Ada karyawan yang benar-benar mengerti pekerjaannya, tetapi merasa sulit ketika harus menyampaikan pendapat dalam rapat, melakukan presentasi, atau bicara di hadapan atasan.

Kondisi seperti ini menunjukkan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) tidak hanya tergantung pada kemampuan teknis saja. Kemampuan berkomunikasi juga penting untuk diperhatikan karena karyawan perlu bekerja sama dengan orang lain dan memberikan informasi dalam berbagai kegiatan sehari-hari.

Ketika Ide Bagus Sulit Disampaikan

Bayangkan seorang karyawan punya ide agar pekerjaan tim jadi lebih efisien. Ia sudah berpikir tentang ideannya, mengerti masalah yang muncul, bahkan sudah punya cara untuk menyelesaikannya.

Namun ketika rapat dimulai dan dia diminta menjelaskan gagasannya, penjelasannya malah tidak teratur. Ia berbicara terlalu cepat, merasa deg-degan, atau lupa akan poin-poin yang ingin disampaikan.

Masalahnya bukan berarti karyawan itu tidak mampu. Mungkin dia belum terbiasa menyampaikan ide-idenya kepada orang lain.

Disinilah kemampuan berbicara di depan umum bisa menjadi salah satu bagian dari meningkatkan kualitas SDM. Public speaking tidak selalu berarti berbicara di atas panggung dengan banyak orang. Di tempat kerja, kemampuan ini juga bisa dipakai saat memberi presentasi, menghadiri rapat, menjelaskan laporan, atau menyampaikan gagasan kepada bos.

Kemampuan Teknis dan Komunikasi Perlu Berjalan Bersama

Perusahaan mencari karyawan yang bisa melakukan tugas dengan baik dan juga berkomunikasi secara efektif. Kemampuan berkomunikasi membantu seseorang menyampaikan informasi, menjelaskan masalah, dan bekerja sama dengan anggota tim.

Peningkatan kemampuan SDM tidak hanya berkaitan dengan keterampilan teknis saja. Program peningkatan kemampuan di tempat kerja juga meliputi keterampilan lembut seperti berkomunikasi dan berbicara di depan umum. Salah satu contoh yang terlihat adalah dalam program pengembangan kompetensi InJourney Airports Learning Center, yang mencakup Public Speaking sebagai bagian dari Soft Skill & Competency Academy.kumparan.

Artinya, kemampuan berbicara juga dibutuhkan oleh orang-orang yang tidak bekerja sebagai pembicara atau presenter. Karyawan dari berbagai bidang juga membutuhkan hal tersebut dalam menjalankan pekerjaan mereka.

Bukan Harus Banyak Bicara

Ada orang yang berpikir bahwa seseorang yang bisa berkomunikasi dengan baik adalah orang yang selalu banyak berbicara. Padahal, komunikasi yang baik bukanlah tentang siapa yang lebih banyak berbicara.

Seorang karyawan dianggap memiliki komunikasi yang baik jika bisa menyampaikan informasi dengan jelas, memahami apa yang diucapkan orang lain, serta menyesuaikan cara berbicara dengan kondisi yang ada.

Misalnya, ketika berbicara dalam rapat dengan atasan, seorang karyawan harus menjelaskan pokok masalah terlebih dahulu. Saat menjelaskan tugas kepada teman satu tim, sebaiknya beri penjelasan yang lebih jelas agar tidak ada salah paham.

Oleh karena itu, public speaking juga terkait dengan kemampuan untuk memahami siapa saja yang mendengarkan dan apa tujuan dari pembicaraan tersebut.

Bagaimana Perusahaan Bisa Mengembangkan Kemampuan Ini?

Perusahaan bisa memberikan kesempatan bagi karyawan untuk melatih kemampuan berkomunikasi dengan cara presentasi, diskusi kelompok, pelatihan, atau simulasi kerja.

Latihan seperti ini bisa membiasakan karyawan untuk berbicara pendapatnya dalam kondisi kerja yang profesional. Mereka juga bisa belajar mengatur nada, gerak tubuh, cara menyusun kalimat, dan bagaimana memberi jawaban.

Pengembangan kemampuan tersebut sebaiknya dilakukan secara rutin, bukan hanya ketika karyawan dianggap memiliki masalah komunikasi. Kemampuan berkomunikasi bisa dikembangkan secara perlahan sebagai bagian dari proses meningkatkan kualitas SDM.

Karyawan yang Mampu Menyampaikan Ide

Akhirnya, kemampuan seorang karyawan tidak hanya dilihat dari apa yang bisa ia kerjakan, tetapi juga dari cara ia menyampaikan hasil kerjanya kepada orang lain.

Karyawan yang punya kemampuan teknis dan bisa menyampaikan ide dengan jelas akan lebih mudah bekerja sama dalam tim. Oleh karena itu, public speaking bisa menjadi salah satu kemampuan yang membantu dalam meningkatkan kualitas SDM di lingkungan kerja.

Jadi, bukan soal siapa yang paling bisa berbicara dengan bagus. Yang paling penting adalah cara sebuah ide disampaikan dengan jelas agar orang lain bisa memahami dan mempertimbangkan ide tersebut.