Konten dari Pengguna

Kenapa Karyawan Perlu Terus Belajar, Bukan Hanya Bekerja?

Ike Lestari

Ike Lestari

Mahasiswa Universitas Pamulang Program Studi Manajemen

·waktu baca 5 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ike Lestari tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi karyawan berdiskusi dan belajar bersama sebagai bagian dari proses pengembangan talenta. Sumber: AI-generated by ChatGPT
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi karyawan berdiskusi dan belajar bersama sebagai bagian dari proses pengembangan talenta. Sumber: AI-generated by ChatGPT

Di dunia kerja, kemampuan seorang karyawan tidak hanya dinilai dari seberapa baik ia menyelesaikan tugasnya hari ini. Perusahaan juga harus memikirkan cara untuk memastikan kemampuan tersebut terus berkembang, sehingga karyawan bisa siap menghadapi perubahan pekerjaan dan kebutuhan organisasi di masa depan.

Maka itu, pembinaan dan pengembangan bakat menjadi hal yang penting dalam mengelola sumber daya manusia. Pengembangan talenta adalah proses yang membutuhkan waktu lama, dimana tujuannya adalah meningkatkan kemampuan, potensi, dan kesiapan karyawan agar bisa menangani tugas-tugas yang lebih besar. Sementara pembelajaran lebih berfokus pada proses mendapatkan pengetahuan dan keterampilan baru.

Bekerja hari demi hari belum tentu membuat seseorang menjadi lebih baik.

Seorang karyawan mungkin sudah bekerja selama bertahun-tahun, tetapi belum tentu mengalami peningkatan kemampuan yang berarti. Jika pekerjaan yang dilakukan selalu sama dan tidak ada kesempatan untuk belajar atau mencoba tanggung jawab baru, kemampuan seseorang dalam berbagai bidang juga bisa tetap terbatas.

Itulah sebabnya perusahaan harus memiliki strategi dalam mengembangkan bakat karyawan. Tujuannya bukan hanya memperbaiki kemampuan karyawan, tetapi juga mengurangi perbedaan kemampuan antar tim, meningkatkan kepuasan dalam bekerja, mempersiapkan orang-orang yang akan menjadi pemimpin di masa depan, serta membantu perusahaan bisa beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan perubahan di dunia bisnis.

Belajar Tidak Harus Selalu Lewat Pelatihan

Sebelumnya, pelatihan sering kali dianggap sebagai metode utama untuk meningkatkan kemampuan para karyawan. Sebenarnya, proses belajar bisa dilakukan dengan beragam metode.

Salah satu cara adalah dengan pelatihan di tempat kerja (OJT), yaitu belajar langsung saat melakukan pekerjaan. Ada juga cara belajar online atau digital yang memungkinkan karyawan belajar materi dengan lebih fleksibel.

Selain itu, perusahaan juga bisa menggunakan metode action learning, yaitu cara belajar dengan menyelesaikan masalah nyata yang terjadi di tempat kerja. Karyawan juga bisa belajar dari teman kerja atau melalui metode peer learning, serta menggunakan blended learning yang menggabungkan pembelajaran langsung dengan pembelajaran secara online.

Jadi, proses belajar tidak selalu harus dilakukan di dalam kelas. Pengalaman yang didapat saat bekerja juga bisa menjadi bagian dari proses belajar.

Beri Kesempatan Karyawan Mencoba Hal Baru

Selain memberikan pelatihan, perusahaan juga bisa membantu karyawan berkembang dengan memberikan kesempatan untuk menjalani pekerjaan yang beragam. Salah satu cara tersebut adalah rotasi pekerjaan, yaitu memindahkan karyawan sementara ke jabatan atau bagian yang berbeda agar mendapatkan pengalaman dan pemahaman yang lebih luas.

Ada pula job enlargement dan job enrichment. Keduanya memberi kesempatan bagi karyawan untuk memperoleh tanggung jawab yang lebih besar atau pekerjaan yang lebih menantang.

Cara ini bisa membuat karyawan tidak hanya tahu tugas mereka sendiri, tetapi juga mengerti bagaimana pekerjaan mereka terkait dengan bagian lain di dalam organisasi.

Coaching dan Mentoring Juga Punya Peran

Pengembangan kemampuan seseorang juga bisa dilakukan dengan cara berbagi pengetahuan dan pengalaman melalui coaching serta mentoring. Coaching membantu karyawan meningkatkan kemampuan dan hasil kerja dengan memberikan petunjuk, bertanya, serta memberi masukan. Sementara mentoring memungkinkan karyawan belajar dari orang yang lebih berpengalaman.

Keduanya penting karena karyawan tidak hanya butuh materi pelajaran, tetapi juga butuh orang yang bisa membimbing ketika menghadapi masalah atau ingin maju dalam karier.

Pengembangan Harus Sesuai Kebutuhan

Setiap karyawan memiliki kebutuhan pengembangan yang berbeda. Sebab itu, perusahaan tidak boleh memberikan program pengembangan yang sama untuk semua orang tanpa mempertimbangkan kebutuhan masing-masing.

Dalam topik pengembangan bakat, analisis kebutuhan bisa dilihat dari beberapa hal, seperti kebutuhan perusahaan, kebutuhan pekerjaan, kebutuhan pribadi, dan perbedaan antara yang seharusnya dan yang ada. Perusahaan juga bisa menggunakan survei, wawancara, diskusi kelompok, observasi, penilaian kinerja, atau tes kompetensi untuk mengetahui kebutuhan tersebut.

Dengan memahami kebutuhan yang sebenarnya, program pengembangan bisa lebih tepat sasaran.

Studi Kasus: Pengembangan Talenta di Telkom

Contoh penerapan pengembangan bakat bisa dilihat di PT Telkom Indonesia melalui program Great People Development Program (GPDP). Program ini dibuat agar karyawan bisa berkembang dan siap menjadi tenaga yang mampu membantu kebutuhan perusahaan di masa depan.

Melalui program tersebut, pengembangan karyawan tidak hanya dilakukan dengan memberikan pelatihan. Karyawan juga diberikan berbagai jenis pelatihan dan pengembangan yang sesuai dengan kebutuhan kompetensi mereka. Pendekatan seperti ini menunjukkan bahwa membangun talenta memerlukan proses yang terus menerus, bukan hanya sekadar mengadakan pelatihan secara singkat.

Contoh Telkom tersebut menunjukkan bahwa konsep yang telah dibahas dalam artikel bisa diterapkan secara nyata. Ketika perusahaan memberi kesempatan kepada karyawan untuk meningkatkan kemampuan dan bersiap menghadapi tugas yang lebih besar, pembinaan bakat tidak hanya memberi manfaat bagi individu, tetapi juga membantu perusahaan siap menghadapi perubahan.

Bukan Hanya Karyawan yang Mendapat Manfaat

Pengembangan bakat pada akhirnya tidak hanya memberi manfaat bagi karyawan. Bagi perusahaan, pengembangan talenta bisa membantu meningkatkan hasil kerja, menciptakan suasana belajar, meningkatkan kemampuan beradaptasi, serta mempersiapkan karyawan untuk kebutuhan perusahaan di masa depan.

Bagi karyawan, kesempatan untuk berkembang bisa meningkatkan kemampuan mereka, membuka jalan untuk naik jabatan, membuat mereka lebih senang bekerja, dan membantu mereka tumbuh dalam karier.

Oleh karena itu, karyawan seharusnya tidak hanya dilihat sebagai orang yang menyelesaikan tugas. Mereka juga adalah bakat yang harus terus dikembangkan. Perusahaan yang memberi kesempatan belajar, mencoba, mendapat bimbingan, dan mengambil tanggung jawab baru akan lebih siap dalam membangun tenaga kerja yang mampu menghadapi perubahan.

Pada akhirnya, bekerja bukan hanya tentang menyelesaikan tugas hari ini, tetapi juga tentang menjadi lebih baik untuk menghadapi pekerjaan di masa depan.

Penulis

Ike Lestari

Ilham Mahardika P

Iqvi Nur Hidayati

Joane Adrina