Konten dari Pengguna

Mengenal Peran Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan

Ike Lestari

Ike Lestari

Mahasiswa Universitas Pamulang Program Studi Manajemen

·waktu baca 4 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ike Lestari tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi: Generated with AI
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi: Generated with AI

Mengenal Peran Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan

Pernahkah kamu berpikir siapa yang memastikan sistem pembayaran berjalan lancar saat kamu melakukan transfer uang? Siapa yang mengawasi bank dan perusahaan jasa keuangan ketika kita menyimpan uang atau menggunakan produk keuangan?

Aktivitas itu melibatkan lembaga yang memiliki tugas yang berbeda. Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan sama-sama bekerja dalam sistem keuangan Indonesia, tetapi tugas dan wewenang mereka berbeda.

Sebagai ganti hanya mengingat tugas dari setiap lembaga, coba perhatikan aktivitas keuangan yang sering kita lakukan setiap hari.

Saat Kita Transfer Uang, Siapa yang Mengaturnya?

Sekarang mengirim uang bisa dilakukan dengan sangat mudah. Kita bisa menggunakan mobile banking, internet banking, QRIS, atau berbagai metode pembayaran digital lainnya.

Di bagian ini, Bank Indonesia berperan penting karena salah satu tugasnya adalah mengurus dan memastikan sistem pembayaran berjalan lancar. BI juga membuat aturan tentang sistem pembayaran agar transaksi bisa berjalan cepat, mudah, murah, aman, dan terpercaya. Bank Indonesia

Jadi, ketika kita melakukan pembayaran atau transfer secara digital, terdapat sistem dan aturan yang diatur dalam kebijakan Bank Indonesia.

Peran BI sebenarnya sangat berhubungan dengan kehidupan sehari-hari, meskipun sering kali kita tidak menyadari hal itu.

Kalau soal bank, apakah semua hal diatur oleh Bank Indonesia?

Nah, bagian ini yang sering bikin bingung.

Bank Indonesia memang penting dalam sistem keuangan, tetapi mengatur dan mengawasi sektor perbankan adalah tugas Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

OJK bertugas mengatur dan mengawasi secara terpadu sektor jasa keuangan. Tugas tersebut mencakup bidang perbankan, pasar modal, asuransi, dana pensiun, lembaga pembiayaan, serta sektor jasa keuangan lainnya. OJK

Artinya, ketika seseorang menjadi pelanggan bank, ada lembaga OJK yang memiliki wewenang untuk mengurus dan memantau aktivitas sektor perbankan.

Lalu Apa Bedanya BI dan OJK?

Jika dijelaskan dengan cara yang lebih sederhana, BI lebih berhubungan dengan kebijakan moneter, sistem pembayaran, dan kebijakan makroprudensial, sedangkan OJK fokus pada pengaturan dan pengawasan sektor jasa keuangan. Bank Indonesia

Bank Indonesia bertujuan mencapai kestabilan nilai Rupiah, mempertahankan kestabilan sistem pembayaran, serta membantu menjaga kestabilan sistem keuangan. Untuk mewujudkan tujuan itu, BI bertugas menentukan kebijakan moneter, mengelola sistem pembayaran, dan menyusun kebijakan makroprudensial. Bank Indonesia

Sementara itu, OJK bertugas memastikan semua kegiatan di bidang jasa keuangan berjalan rapi, adil, jujur, dan dapat dipertanggungjawabkan, serta melindungi kepentingan konsumen dan masyarakat. OJK

Jadi, kedua lembaga tersebut tidak melakukan pekerjaan yang sama.

Kenapa Kita Perlu Dua Lembaga?

Bayangkan jika satu lembaga harus menangani segala hal sekaligus, mulai dari kebijakan uang, sistem pembayaran, bank, pasar saham, asuransi, hingga perlindungan bagi konsumen.

Sistem keuangan terdiri dari berbagai bagian yang saling terhubung satu sama lain. Oleh karena itu, ada pembagian tugas agar setiap bidang bisa ditangani sesuai dengan fungsinya dan tanggung jawabnya.

Bank Indonesia melakukan kebijakan moneter, mengelola sistem pembayaran, dan menerapkan pendekatan makroprudensial. Di sisi lain, OJK melakukan tugas mengatur dan mengawasi sektor jasa keuangan. Keduanya juga ikut menjaga kestabilan sistem keuangan sesuai dengan tugas masing-masing. Bank Indonesia

Terus, Lembaga Keuangan Non-Bank Masuk ke Mana?

Tidak hanya bank saja yang terlibat dalam aktivitas keuangan masyarakat.

Ada juga lembaga keuangan yang bukan bank, seperti perusahaan asuransi, perusahaan pembiayaan, dana pensiun, serta berbagai lembaga jasa keuangan lainnya.

Misalnya, ketika seseorang membeli asuransi, mengajukan pinjaman untuk kendaraan, atau memilih produk investasi tertentu, kegiatan tersebut termasuk dalam sektor jasa keuangan yang diatur dan diawasi oleh OJK. OJK

Oleh karena itu, peran OJK tidak hanya terkait dengan bank saja.

Jadi, ketika kita menggunakan layanan keuangan, siapa yang bekerja?

Sekarang coba lihat aktivitasnya.

Bank Indonesia bertugas mengatur dan memastikan sistem pembayaran dan transaksi berjalan lancar.

Saat menggunakan layanan perbankan, ada lembaga OJK yang bertugas mengatur dan mengawasi sektor perbankan.

Ketika menggunakan layanan seperti asuransi, pembiayaan, pasar modal, atau jenis jasa keuangan lainnya, OJK juga memiliki wewenang sesuai dengan sektor masing-masing. Bank Indonesia

Jadi, sebenarnya kita sering kali bertemu dengan fungsi kedua lembaga itu tanpa tahu bahwa kita sedang melakukannya.

Bukan Cuma Soal Uang, Tapi Soal Sistem

Dari sini bisa terlihat bahwa sistem keuangan tidak hanya tentang uang yang kita miliki atau saldo yang ada di rekening kita.

Ada sistem pembayaran yang memudahkan proses transaksi, ada kebijakan yang menjaga nilai Rupiah tetap stabil, dan ada pengawasan terhadap berbagai lembaga jasa keuangan.

Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan memiliki tugas yang berbeda, tetapi keduanya memainkan peran penting dalam sistem keuangan Indonesia.

Jadi, kalau nanti kamu transfer uang, gunakan mobile banking, menabung, beli asuransi, atau pakai produk investasi, sebenarnya kamu sedang berinteraksi dengan sistem keuangan yang memiliki aturan dan pengawasan.

Penulis

Ike Lestari

Ridho Saputra

Yelda Yulisda