Dari Ruang Kelas, Mahasiswa UBSI Kenalkan Nilai Etika Pancasila Sejak Dini
Tulisan dari Ikmal Mafaza tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Jakarta, 22 Oktober 2026 — Mahasiswa Program Studi Psikologi Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di SD Muhammadiyah 2 Jakarta dengan mengangkat tema “Pancasila sebagai Sistem Etika”. Kegiatan ini melibatkan siswa kelas 1 SD melalui pembelajaran yang memadukan penyampaian materi dan aktivitas interaktif.
Bagi siswa kelas 1 SD, pengenalan nilai-nilai Pancasila perlu dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari agar lebih mudah dipahami. Lingkungan sekolah menjadi tempat yang tepat untuk mengenalkan pentingnya menerapkan nilai-nilai tersebut melalui interaksi dengan guru dan teman sebaya. Melalui kegiatan edukasi ini, kami berharap siswa dapat memahami bahwa Pancasila bukan sekadar untuk dihafalkan, tetapi juga menjadi pedoman dalam bersikap dan berperilaku.
Mengenalkan Nilai Etika Pancasila Sejak Dini
Pembahasan mencakup nilai-nilai yang terkandung dalam kelima sila Pancasila. Nilai-nilai tersebut meliputi sikap menghormati perbedaan keyakinan, menghargai sesama, menjaga persatuan dan kerukunan, menghargai pendapat orang lain dalam pengambilan keputusan bersama, serta bersikap adil. Sikap-sikap tersebut menjadi bagian dari materi yang kami sampaikan kepada siswa kelas 1 SD Muhammadiyah 2 Jakarta.
Penyampaian materi diselingi dengan permainan interaktif yang disesuaikan dengan nilai-nilai Pancasila pada sila tertentu. Pada sila pertama, siswa mengikuti permainan “Pilih Sikap” untuk mengenal pentingnya toleransi dan menghormati perbedaan. Sementara itu, materi sila ketiga dilengkapi dengan permainan menyusun puzzle melalui Smart Screen untuk mengenalkan pentingnya kerja sama dan menjaga persatuan. Pada sila kelima, siswa mengikuti permainan “Kereta Antrean Santun” sambil menyanyikan lagu “Naik Kereta Api”. Siswa berbaris menyerupai rangkaian kereta dan mengikuti lagu hingga pendamping menghentikan permainan untuk memilih siswa yang mendapatkan snack. Permainan ini dilakukan sebanyak tiga kali, kemudian snack dibagikan kepada siswa sesuai urutan antrean. Menariknya, ada seorang siswi yang berinisiatif membantu mahasiswa membagikan snack kepada teman-temannya. Setelah rangkaian materi dan permainan selesai, kegiatan dilanjutkan dengan kuis untuk mengulas kembali materi yang telah disampaikan.
Antusiasme siswa selama kegiatan berlangsung menjadi hal yang berkesan bagi kami sebagai mahasiswa. Para siswa menyimak materi dengan penuh perhatian, mengikuti permainan dengan semangat, serta menaati aturan yang telah ditetapkan. Saat sesi kuis berlangsung, seluruh siswa menunjukkan keinginan untuk menjawab pertanyaan yang diberikan. Respons tersebut membuat kami terpukau karena siswa tidak hanya menunjukkan antusiasme selama kegiatan, tetapi juga mampu merespons pertanyaan yang berkaitan dengan materi yang telah disampaikan.
Bagi kami, kegiatan ini menjadi pengalaman untuk melihat bagaimana nilai-nilai Pancasila dapat diperkenalkan kepada siswa sekolah dasar melalui pendekatan yang sesuai dengan usia mereka. Penyampaian materi tidak cukup hanya dengan memberikan penjelasan, tetapi juga perlu didukung dengan aktivitas yang mendorong siswa untuk terlibat secara langsung. Pengalaman ini menunjukkan pentingnya menyesuaikan proses pembelajaran dengan karakteristik peserta didik agar materi dapat diterima dengan lebih baik.
Kami berharap nilai-nilai Pancasila yang telah diperkenalkan melalui kegiatan ini dapat terus diingat dan diterapkan oleh siswa dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun keluarga. Selain memberikan manfaat bagi siswa, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini juga menjadi kesempatan bagi kami untuk belajar dan berkembang melalui interaksi langsung dengan masyarakat. Ke depannya, kami berharap pengalaman ini dapat menjadi motivasi bagi seluruh mahasiswa untuk terus mengembangkan diri sekaligus memberikan kontribusi positif melalui kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat.

