news-card-video
Jakarta
imsak
subuh
terbit
dzuhur
ashar
maghrib
isya

Penyanyi Fryda Lucyana Terpapar COVID-19 Kedua Kali, Ayah Wafat

Konten dari Pengguna
16 Juli 2021 7:53 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Ilham Bintang tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
ADVERTISEMENT
Catatan: Ilham Bintang
Pandemi COVID-19 terus saja memproduksi tragedi manusia. Tragedi serupa dialami juga oleh Artis penyanyi Fryda Lucyana (49 tahun). Ia hanya bisa meratapi nasibnya di kamar isolasi RS Muhammadiyah Taman Puring, Kebayoran Baru. Ayahnya, H Fadhly Ilhamy (78), meninggal dunia pada Kamis (15/7) pukul 13.54 di RSPP Modular Simprug.
ADVERTISEMENT
Penyanyi yang bekerja di Sekretariat Negara itu sedih tak bisa melepas ayahnya yang wafat. Tidak bisa hadiri pemakamannya siang ini di San Diego Hills hari ini.
"Tidak ada yang mengantar Papa ke tempat peristirahatannya yang terakhir. Ibu juga tidak bisa karena sakit di rumah," ratapnya ketika dihubungi pada Jumat pagi (16/7).

Tiga kali PCR

Fryda dirawat di RS sejak empat hari lalu karena terpapar COVID-19. Fryda menduga ia terpapar oleh ayahnya yang terpapar COVID-19 dua minggu sebelumnya, sehabis mengunjungi kebun dan mengawasi pembangunan rukonya di Sawangan, Bogor.
Setelah ayahnya positif, Fryda sekeluarga pun memeriksakan diri.
Hasilnya, Fryda, suami, ibu, dan pembantu negatif.
Namun, setelah swab PCR yang pertama itu 5 Juli, Fryda malah merasakan gejala pusing yang hebat dan sakit luar biasa di sekujur badan. Suhu badannya 39 derajat celcius. Tanggal 7 Juli ia kembali tes PCR. Tapi hasilnya ditunggu hingga 3 hari, tidak keluar-keluar. Sementara gejala makin keras dia rasakan. Sudah sampai sesak napas. Ia pun melanjutkan swab PCR yang ketiga, 10 Juli. Hasilnya terkonfirmasi positif dengan CT 23,07/23,85. Sesudah itu, ia baru menerima hasil swab PCR yang kedua. "Ya, Allah! Ternyata CT saya terus menurun. Hasil swab kedua, CT masih 28,31/26,04," ungkapnya.
ADVERTISEMENT
Dia pun segera mencari RS.
Selama ayahnya menjalani masa isolasi mandiri di rumah, memang Fryda-lah yang fulltime mengurus. Otomatis terjadi kontak erat.
Fryda sudah dua kali terpapar virus itu. Yang pertama, bulan Oktober tahun lalu. "Tapi yang pertama tidak sekeras gejala yang saya rasakan sekarang. Sekarang sesak napas berat. Yang pertama, tidak demikian. Tidak ada sesak napas. Makanya dulu, saya cuma isolasi mandiri di rumah," ceritanya.
Dari dalam kamar perawatannya, sambil terisak Fryda memohon bantuan fotografer dan kameramen siapapun untuk membantu merekam prosesi pemakaman ayahnya. Sejak berangkat dari RSPP Simprug hingga pemakamannya di San Diego Hills yang dimulai pukul 10.30 WIB hari ini. Semoga bisa live streaming sekalian, sehingga dia bisa ikuti dari ruang perawatannya
ADVERTISEMENT
"Please, saya pengin sekali melihat momen terakhir ayah," pintanya.
Bulan Mei lalu, ayah dan ibunya baru saja memperingati HUT ke 50, ulang tahun emas perkawinan.