Dosen Ilkom UMY Pimpin AMIKRAF, Perkuat Kolaborasi Akademik dan Industri Digital

Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Akreditasi Unggul, Sertifikasi Kompetensi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) untuk mahasiswa. Muda Mendunia dengan Kompetensi
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Ilmu Komunikasi UMY tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Fajar Junaedi, dosen Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), terpilih sebagai Ketua Umum Asosiasi Media Digital, Komunikasi, dan Kreatif Indonesia (AMIKRAF) untuk periode 2026 - 2031.
Pemilihan tersebut ditetapkan melalui Musyawarah Nasional (Munas) II AMIKRAF yang diselenggarakan di Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada pertengahan Februari 2026. Forum ini menjadi momentum penting dalam menentukan arah kepemimpinan serta strategi organisasi dalam menghadapi dinamika industri media digital dan kreatif di Indonesia.
Selain aktif sebagai dosen, Fajar Junaedi juga dikenal sebagai penulis di berbagai media digital serta terlibat dalam Pusat Syiar Digital Muhammadiyah (PSDM). Pengalaman tersebut menjadi modal penting dalam memahami perkembangan ekosistem komunikasi digital yang terus berubah.
Dalam keterangannya, Fajar menyampaikan komitmennya untuk memperkuat peran AMIKRAF sebagai penghubung strategis antara kalangan akademisi dan praktisi industri. Menurutnya, kolaborasi yang erat antara kedua sektor tersebut menjadi kunci dalam menghadapi tantangan perkembangan teknologi sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang komunikasi dan industri kreatif.
“AMIKRAF diharapkan dapat menjadi jembatan yang efektif antara dunia akademik dan industri, sehingga dapat mendorong inovasi, penelitian terapan, serta peningkatan kualitas talenta di bidang komunikasi dan industri kreatif nasional,” ujarnya.
AMIKRAF sendiri merupakan organisasi profesi yang didirikan pada 6 Desember 2019 dan beranggotakan para profesional di sektor media digital, komunikasi, serta industri kreatif. Melalui Munas II ini, organisasi tersebut semakin memperkuat posisinya sebagai wadah kolaborasi nasional yang strategis.
Terpilihnya kepengurusan baru ini diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan ekosistem media dan industri kreatif di Indonesia, khususnya dalam menghadapi tantangan era disrupsi digital yang semakin kompleks.
