Kiprah Alumni Ilmu Komunikasi UMY yang Sangat Inspiratif
Tulisan dari Ilmu Komunikasi UMY tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Siapa sangka, latar belakang pendidikan komunikasi tidak membatasi Ana dalam berkarier. Justru sebaliknya, Ana mampu memperoleh posisi yang cukup vital di perusahaan. Lulusan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta ( UMY ) angkatan 2014 ini menyatakan bahwa ia senang sekali berkiprah di Muhammadiyah. Baginya, bekerja di SM tidak sekedar mendapatkan gaji dan pengalaman, namun juga mampu mendapatkan keberkahan. Perempuan yang dulunya mahasiswa konsentrasi Advertising ini mengatakan bahwa dengan bekerja di Muhammadiyah, kita bisa berkontribusi mempertahankan dan mengembangkan warisan dari KH. Ahmad Dahlan (pendiri Muhammadiyah) dalam melakukan Amal Ma’ruf Nahi Mungkar serta Tajdid yang bersumber dari al-Qur’an dan Sunnah.

“Di Suara Muhammadiyah, kita bisa ikut mengedukasi umat Islam agar berperilaku sesuai tuntunan Al-Qur’an dan Sunnah. Jadi tidak hanya dilakukan dengan teori teks semata, namun juga dengan tindakan nyata,” ungkap Ana yang diwawancarai secara daring pada Selasa (8/11/2022).
Ana yang sudah bekerja di Suara Muhammadiyah sejak Desember 2013, mengungkapkan bahwa edukasi melalui teks dilakukan SM dengan menggunakan media Majalah Suara Muhammadiyah, sebuah majalah wajib bagi warga persyarikatan Muhammadiyah. Edukasi melalui teks juga dilakukan dengan menerbitkan buku-buku melalui Penerbit SM, untuk kemudian dijual di Toko SM serta SM Corner yang tersebar di seluruh Indonesia dan luar negeri. Sementara edukasi melalui tindakan nyata, SM mewujudkannya dengan menghadirkan berbagai unit bisnis yang memperkuat persyarikatan dan mengedukasi warga Muhammadiyah agar kuat secara ekonomi serta mampu memberi lebih kepada orang yang membutuhkan.
”Beberapa tahun lalu, saya bertemu dengan Syeikh Mohammad Khoory di Dubai. Beliau adalah Miliarder dan juga Pendiri Asian Moslem Charity Foundation (AMCF). Apa yang beliau sampaikan tentang Muhammadiyah? Beliau mengatakan Muhammadiyah itu sangat besar. Warganya banyak, tersebar di seluruh dunia, Amal Usahanya juga banyak. Namun sayangnya, Muhammadiyah itu seperti gajah yang sedang tidur. Gajah ini perlu dibangunkan. Maka, kitalah anak muda yang harus membangunkan potensi ekonomi besar di Muhammadiyah. ” ucap perempuan yang lahir di Sumbawa Besar ini.
“Untuk mahasiswa UMY, dan juga mahasiswa di kampus Muhammadiyah lainnya, mari kita menjadi bagian dari perubahan, mari menjadi bagian dari Muhammadiyah,“ pesan Ana di akhir wawancara. (akn)

