Konten dari Pengguna

Mahasiswa Ilmu Komunikasi UMY Soroti Gender dan Etika Iklan di Jurnal Audiens

Ilmu Komunikasi UMY

Ilmu Komunikasi UMY

Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Akreditasi Unggul, Sertifikasi Kompetensi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) untuk mahasiswa. Muda Mendunia dengan Kompetensi

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ilmu Komunikasi UMY tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tangkapan layar halaman informasi Jurnal Audiens, jurnal ilmiah bidang komunikasi terbitan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.
zoom-in-whitePerbesar
Tangkapan layar halaman informasi Jurnal Audiens, jurnal ilmiah bidang komunikasi terbitan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.

Yogyakarta – Mahasiswa dan dosen Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) kembali menunjukkan kontribusi aktif dalam pengembangan ilmu komunikasi melalui publikasi ilmiah di Jurnal Audiens. Dalam edisi terbaru jurnal terakreditasi SINTA 3 ini, enam artikel hasil kolaborasi dosen dan mahasiswa UMY berhasil terbit, mengangkat isu-isu kontemporer mulai dari relasi para-sosial, etika periklanan, hingga konstruksi gender di media.

Sebagai wadah publikasi ilmiah terbuka, Jurnal Audiens dikelola oleh Departemen Ilmu Komunikasi FISIPOL UMY, dan fokus pada hasil riset maupun pemikiran konseptual dalam bidang komunikasi. Artikel-artikel yang diterbitkan tidak hanya mencerminkan kepedulian mahasiswa terhadap fenomena komunikasi yang berkembang, tetapi juga memperlihatkan kedalaman analisis serta pendekatan metodologis yang kuat.

Salah satu artikel berjudul “Para-Social Relationship Activity: Case Study in Treasure and Treasure Maker on The Weverse App on 2023–2024” yang ditulis oleh Amar Ma’ruf Syifa Az Zahro dan Tri Hastuti Nur Rochimah, mengulas dinamika interaksi antara idol K-pop dan penggemarnya di platform digital. Penelitian ini merefleksikan bagaimana hubungan satu arah yang bersifat emosional terbentuk melalui media sosial, sekaligus menunjukkan pentingnya studi komunikasi dalam memahami perilaku digital generasi muda.

Isu etika juga menjadi sorotan penting dalam beberapa artikel. Misalnya, tulisan Radika Dava Praditya dkk. dalam artikel “Pelanggaran Etika Pariwara Indonesia dalam Iklan Dancow 1+ Imunonutri”, serta karya Restu Rizqy Afiannur dan tim yang mengkritisi iklan K Natural White dan Buavita, menunjukkan bagaimana standar etika dalam iklan kerap diabaikan demi kepentingan komersial. Keduanya menggunakan parameter Etika Pariwara Indonesia sebagai dasar analisis, menekankan pentingnya regulasi dan tanggung jawab sosial dalam praktik komunikasi pemasaran.

Di sisi lain, tiga artikel lainnya membahas isu gender yang ditampilkan di media. Artikel Anugrah Fajar Mustofa dkk yang berjudul “Relasi Gender dan Hegemoni Laki-laki dalam Iklan Tropicana Slim Edisi Ramadhan 2024” serta tulisan Eka Bita Ghulam Hasan dkk. dalam artikel “Hegemoni Laki-Laki di Balik Keikutsertaan Mengerjakan Kerja Domestik dalam Iklan MotionLife 2024”, mengungkap bagaimana dominasi maskulinitas masih dilegitimasi dalam representasi media, meskipun dibungkus dengan narasi kesetaraan.

Sementara itu, dalam ranah literasi anak dan sastra, artikel berjudul “Ambivalence of Gender Concept in Children’s Novel: Gender Construction in ‘Mata di Tanah Melus’ Novel by Okky Madasari” karya Asri Hakiki Hakdi dan Muria Endah Sokowati mengkaji ambiguitas konstruksi gender dalam buku anak. Ini menunjukkan bahwa kajian komunikasi juga dapat menjangkau wilayah interdisipliner seperti sastra dan pendidikan.

Keikutsertaan mahasiswa sebagai penulis utama maupun kolaborator dalam publikasi ini menjadi bukti konkret bahwa pembelajaran di Prodi Ilmu Komunikasi UMY tidak berhenti di kelas, tetapi mendorong mahasiswa untuk terlibat aktif dalam riset dan publikasi ilmiah.

Dr. Fajar Junaedi, S.Sos, M.Si, dosen Ilmu Komunikasi UMY sekaligus salah satu pembimbing riset mahasiswa, menyampaikan bahwa motivasi utama mendorong mahasiswa untuk aktif menulis dan mempublikasikan karya ilmiah adalah untuk menumbuhkan tradisi riset, membaca, dan menulis di lingkungan mahasiswa. “Ini bagian dari membudayakan cara berpikir kritis. Selain itu, kampus memiliki kewajiban menjalankan Tri Dharma perguruan tinggi. Dengan mengintegrasikan penelitian dalam pembelajaran, mahasiswa juga dipersiapkan lebih baik dalam menyusun skripsi,” ujarnya.

Dr. Fajar Junaedi menegaskan bahwa publikasi ilmiah merupakan bagian dari pendekatan outcomes based education di Prodi Ilmu Komunikasi UMY, yang bertujuan membentuk mahasiswa dengan kompetensi unggul melalui kebiasaan menulis yang baik dan benar. Ia juga menilai isu literasi dan etika iklan, khususnya di era media digital, sebagai topik penting yang perlu terus dikaji. Publikasi mahasiswa dari mata kuliah Etika Periklanan dan Hukum Periklanan dianggap sebagai bentuk kontribusi terhadap keadaban berkomunikasi, sekaligus menjadi motivasi bagi mahasiswa lain untuk aktif meneliti dan menjadikan media sebagai alat kritik serta perubahan sosial.