Mahasiswa S2 Ilmu Komunikasi UMY Raih Best Speaker di ICMS 2025 Malaysia

Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Akreditasi Unggul, Sertifikasi Kompetensi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) untuk mahasiswa. Muda Mendunia dengan Kompetensi
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Ilmu Komunikasi UMY tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mahasiswa Magister Media Komunikasi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Reza Zulfiqar Rivalda, meraih penghargaan Best Speaker dalam ajang The 5th International Conference on Media Studies (ICMS) 2025 yang digelar di Universiti Utara Malaysia (UUM), Selasa (14/10).
Dalam konferensi bertaraf internasional tersebut, Reza membawakan riset berjudul “Convergence Culture in the Southeast Asian Animation Industry through the Cases of Les’ Copaque and Visinema.” Ia menyoroti bagaimana dua studio animasi dari Malaysia dan Indonesia Les’ Copaque dengan Upin Ipin dan Visinema dengan Jumbo berhasil berkembang melalui penerapan convergence culture, yaitu penggabungan lintas platform, komunitas, dan strategi distribusi.
“Intinya, saya ingin melihat bagaimana kedua studio ini mengelola produksi dan distribusi di tengah ekosistem media partisipatif, serta bagaimana perbedaan pendekatan mereka memengaruhi keberlanjutan industri kreatif di Asia Tenggara,” jelas Reza.
Menurutnya, keberhasilan menjadi Best Speaker tak lepas dari kedekatan topik dengan audiens dan kekuatan riset lapangan yang ia lakukan. “Selain karena topiknya dekat, saya juga cukup menguasai materi karena riset ini hasil observasi dan wawancara langsung dengan tim produksi,” ungkapnya.
Ia menambahkan, “Mungkin perpaduan antara kedekatan budaya, pemahaman teori, dan penyampaian yang natural jadi nilai tambah tersendiri.”
Meski tampil percaya diri, Reza mengakui bahwa persiapan menuju konferensi ini penuh tantangan, terutama dalam membagi waktu di tengah kesibukan kuliah dan pekerjaan. “Untungnya, saya mendapat banyak dukungan dari pembimbing saya, Pak Filo, dan Kaprodi Medkom, Mbak Senja, yang intens membantu memberi masukan dan menguji presentasi,” katanya.
Baginya, pengalaman ini menjadi pembelajaran berharga. “Ini pertama kalinya saya ikut konferensi internasional. Suasananya sangat inklusif. Walaupun saya masih mahasiswa, peserta lain yang sudah doktor dan dosen sangat terbuka berdiskusi,” ceritanya. Ia juga mengapresiasi profesionalitas penyelenggaraan dari UUM yang menurutnya sangat tertata dan ramah bagi peserta muda.
Sebagai penutup, Reza menyampaikan pesan untuk mahasiswa lain agar berani mencoba kesempatan akademik seperti ini.
“Jangan tunggu siap dulu baru berani tampil. Justru dengan ikut konferensi seperti ini, kita belajar untuk siap. Kesempatan seperti ini bukan cuma soal publikasi, tapi ruang untuk bertumbuh, memperluas jaringan, dan belajar langsung dari orang-orang hebat,” pungkasnya.
Selain Reza, konferensi ICMS 2025 juga diikuti sejumlah dosen dan mahasiswa UMY yang mempresentasikan riset mereka, di antaranya:
Edutainment Content in the Digital Media Era (Rizky Hidayanto & Suciati)
Media Framing of the Indonesian Military Law Revision (Hana Restu Pratiwi & Senja Yustitia)
Popular Da‘wah and the Islamic Content Industry (Abyan Daffa & Nur Sofyan)
Partisipasi ini menegaskan komitmen Magister Media Komunikasi UMY dalam mendukung mahasiswa dan dosen untuk aktif berkontribusi dalam forum akademik internasional.
