Prospek Kerja Ilmu Komunikasi UMY: Dari Humas, Kreator, hingga Sutradara Film

Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Akreditasi Unggul, Sertifikasi Kompetensi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) untuk mahasiswa. Muda Mendunia dengan Kompetensi
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Ilmu Komunikasi UMY tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Di balik layar sebuah film, di balik strategi sebuah brand besar, atau bahkan di balik pesan yang menggugah di media sosial, ada peran seorang komunikator. Dan di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), mahasiswa Ilmu Komunikasi belajar menjadi lebih dari sekadar penyampai pesan. Mereka dibentuk menjadi pencipta narasi, penggerak perubahan, dan pemikir kreatif yang siap masuk ke berbagai industri.
Program Studi Ilmu Komunikasi UMY memberikan ruang eksplorasi yang luas melalui tiga peminatan utama: Broadcasting, Public Relations, dan Advertising. Mahasiswa tidak hanya belajar teori komunikasi, tapi juga diajak terjun langsung ke lapangan. Mulai dari produksi film dokumenter, membuat kampanye komunikasi, hingga mengelola program komunikasi strategis layaknya profesional.
Lulusan Ilmu Komunikasi UMY terbukti memiliki daya saing tinggi. Banyak dari mereka kini berkarier sebagai Humas dan PR Specialist, Strategic Planner di agensi iklan, Creative Director, Produser, Dosen, Jurnalis, hingga Sutradara film. Mereka bekerja di berbagai sektor media nasional, startup, lembaga pemerintahan, hingga industri kreatif.
Salah satu nama besar yang pernah menempuh pendidikan Ilmu Komunikasi di UMY adalah Ismail Basbeth, sutradara film yang dikenal dengan karya-karya puitis dan kuat secara visual. Baru-baru ini, prestasi membanggakan datang dari Wahyu Agung Prasetyo, alumni Ilkom UMY yang filmnya berhasil masuk dalam Netflix Top 10 Indonesia. Capaian ini tidak hanya menunjukkan kualitas alumni, tapi juga bahwa ruang belajar di UMY bisa menjadi pintu ke panggung nasional dan internasional.
Mahasiswa Ilkom UMY juga aktif menggelar berbagai kegiatan kreatif, seperti Festival Film Paradok, kampanye sosial digital, produksi iklan, hingga proyek kolaboratif dengan komunitas film profesional. Semua pengalaman ini menjadi bekal penting untuk memasuki dunia kerja yang menuntut kreativitas, empati, dan kemampuan berpikir strategis.
Di UMY, komunikasi tidak hanya dipelajari tapi dihidupkan lewat karya. Karena komunikasi bukan sekadar soal berbicara, tapi tentang bagaimana pesan disampaikan dengan makna, strategi, dan dampak yang nyata.
