Konten dari Pengguna

UMY dan Bawaslu Bantul Perkuat Kompetensi Jurnalistik untuk Tangkal Hoaks Pemilu

Ilmu Komunikasi UMY

Ilmu Komunikasi UMY

Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Akreditasi Unggul, Sertifikasi Kompetensi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) untuk mahasiswa. Muda Mendunia dengan Kompetensi

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ilmu Komunikasi UMY tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Foto bersama UMY dan Bawaslu Bantul (Dok: pribadi)
zoom-in-whitePerbesar
Foto bersama UMY dan Bawaslu Bantul (Dok: pribadi)

Bantul, 31 Maret 2026 — Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung penguatan demokrasi di Indonesia melalui program pengabdian kepada masyarakat. Kali ini, UMY berkolaborasi dengan Badan Pengawas Pemilihan Umum Kabupaten Bantul dalam program bertajuk Penguatan Kompetensi Jurnalistik Aparat Pengawas Pemilu dalam Mendorong Keterbukaan Informasi Publik.

Kegiatan ini menjadi semakin relevan di tengah meningkatnya penyebaran disinformasi dan hoaks di ruang digital selama periode pemilu, yang berpotensi memengaruhi persepsi publik serta kualitas demokrasi. Melalui pendekatan berbasis literasi media, program ini berupaya membekali peserta dengan kemampuan jurnalistik yang tidak hanya informatif, tetapi juga bertanggung jawab.

Program diwujudkan melalui workshop dan pendampingan penulisan di media berbasis user-generated content (UGC) yang melibatkan siswa, guru, serta aparat pengawas pemilu. Kegiatan dilaksanakan di Aula MAN 2 Bantul dengan dukungan dari SMK 1 Bantul, MAN 2 Bantul, serta Pemerintah Kalurahan Sabdodadi, Bantul. Tidak hanya menerima materi, peserta juga menghasilkan karya jurnalistik berupa berita dan konten digital yang dipublikasikan melalui platform UGC.

Ketua Bawaslu Bantul, Didik Joko Nugroho, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat literasi digital, khususnya dalam menghadapi maraknya hoaks terkait isu pemilu.

“Melalui kemampuan jurnalistik, mereka dapat menyampaikan informasi yang benar sekaligus turut mengawal demokrasi secara cerdas dan kreatif,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala MAN 2 Bantul, Nur Hasanah Rahmawati, menilai program ini sangat relevan dengan kebutuhan generasi saat ini.

“Peserta tidak hanya belajar menulis berita, tetapi juga memahami bagaimana menyajikan informasi yang akurat, menarik, dan bertanggung jawab. Hal ini penting untuk membentuk generasi yang cerdas bermedia,” ungkapnya.

Dr. Filosa dosen Ilmu komunikasi dalam workshop dan pendampingan (dok: pribadi)

Program pengabdian ini diinisiasi oleh Dr. Filosa Gita Sukmono, S.I.Kom., M.A, dosen UMY, yang menekankan bahwa penguatan kompetensi jurnalistik merupakan strategi penting dalam melawan dominasi konten negatif di ruang digital.

“Melalui program ini, kami mendorong lahirnya lebih banyak konten positif di media UGC. Ketika masyarakat mampu memproduksi informasi yang benar dan berkualitas, maka secara tidak langsung kita dapat mengimbangi bahkan mengalahkan arus hoaks yang beredar,” jelasnya.

Lebih lanjut, Dr. Filosa menegaskan bahwa program ini juga mencerminkan peran strategis Ilmu Komunikasi dalam membangun literasi media, khususnya dalam memahami proses produksi, distribusi, hingga verifikasi informasi di era digital.

“Semakin banyak masyarakat yang terlibat dalam produksi informasi yang benar, maka ruang bagi hoaks akan semakin sempit. Ini adalah bagian dari kontribusi nyata kampus dalam menjaga kualitas demokrasi,” pungkasnya.

Kolaborasi antara perguruan tinggi dan lembaga pengawas pemilu ini menjadi langkah strategis dalam membangun ekosistem informasi yang sehat, sekaligus memperkuat peran masyarakat sebagai produsen informasi yang kritis dan bertanggung jawab.