UMY Gelar Pameran Foto Internasional, Menjaga Warisan Kultural Kotagede

Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Akreditasi Unggul, Sertifikasi Kompetensi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) untuk mahasiswa. Muda Mendunia dengan Kompetensi
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Ilmu Komunikasi UMY tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Puluhan mahasiswa dari enam perguruan tinggi lintas negara akan menampilkan karya foto dokumenter mereka dengan tema "Heritage Charm from Multicultural Lens" di Plataran Masjid Gede Mataram, Kotagede Yogyakarta, pada Rabu (6/8). Ini adalah satu bagian dari Program Summer Course 2025 dari International Program of Communication Studies (IPCOS) di Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Pameran ini gratis untuk umum.
Kotagede adalah kota lama yang bersejarah yang pernah menjadi pusat Kerajaan Mataram. Selain itu, bagi Muhammadiyah, Kotagede merupakan bagian penting dari perkembangan organisasi mereka. Pameran menampilkan empat puluh foto antropologis yang disusun berdasarkan lima tema khusus dan berlangsung dari pukul 09.00 hingga 16.00 WIB. Sepanjang sembilan hari eksplorasi lapangan yang dilakukan oleh peserta yang berasal dari Indonesia, Malaysia, dan Filipina menghasilkan seluruh karya. Kuliner, jamu, pakaian adat, arsitektur, dan kerajinan perak adalah tema foto.
Enam universitas yang terlibat dalam program ini antara lain Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, University of Malaya, Universiti Sains Islam Malaysia, International Islamic University of Malaysia, University of the Philippines, Ateneo de Manila University
Program Summer Course ini telah berlangsung sejak Senin (28/7) di Laboratorium Ilmu Komunikasi Gedung D UMY dan di Kotagede. Menurut Muria Endah Sokowati, sekretaris IPCOS UMY, foto peserta dibuat setelah melakukan riset menyeluruh dengan warga Kotagede. “Dengan pendekatan visual storytelling, peserta diarahkan untuk mendalami budaya lokal Kotagede melalui observasi langsung, wawancara dengan warga, dan dokumentasi berbasis tema,” katanya. Selama program, peserta mendapat bimbingan dari dosen dan fasilitator seperti Zuhdan Aziz, Dhimas Aryo, Fajar Junaedi, Erwan Sudiwijaya, Nanang Widiyatmoko, Senja Yustitia, dan Aryo Yudanto. Ditambah juga termasuk beberapa fasilitator lokal di Kotagede serta mahasiswa pendamping dari UMY.
Salah satu peserta dari Universiti Malaya, Tan Pie Jie menyatakan bahwa dia sangat senang bisa mengikuti kursus musim panas di Ilmu Komunikasi UMY. "Program summer course di kelas internasional Ilmu Komunikasi UMY sangat menyenangkan. Dosen Ilmu Komunikasi UMY telah memberikan banyak materi kepada kami sebelum kami diajak melakukan riset langsung ke lapangan dan bertemu dengan warga didampingi fasilitator,” ujar Tan Pie Jie. (FJ)
