Konten dari Pengguna

Kenapa Orang Hobi Memancing Padahal Bisa Beli Ikan?

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ilma Andika Cahya tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Foto: Shutterstock

Kenapa Orang Hobi Memancing Padahal Bisa Beli Ikan? Kalau tujuan memancing hanya untuk mendapatkan ikan, membeli ikan di pasar tentu jauh lebih mudah. Tidak perlu bangun pagi, mencari tempat yang tepat, menyiapkan umpan, atau duduk berjam-jam menunggu sesuatu yang bahkan belum tentu datang. Namun, bagi banyak orang, justru proses menunggu itulah yang membuat memancing menarik. Ikan memang menjadi hasil akhirnya, tetapi bukan satu-satunya alasan seseorang pergi memancing. Memancing memberikan sesuatu yang sulit ditemukan dalam rutinitas sehari-hari: waktu untuk berhenti sejenak. Di tengah aktivitas yang dipenuhi notifikasi, pekerjaan, kendaraan, dan berbagai hal yang menuntut perhatian, memancing justru meminta seseorang melakukan hal yang berlawanan. Duduk, memperhatikan air, menunggu, dan tidak terburu-buru. Penelitian terhadap 244 pemancing rekreasional di Spanyol menemukan bahwa semakin banyak waktu yang mereka habiskan untuk memancing, semakin rendah tingkat stres yang mereka laporkan. Menariknya, memancing juga bukan aktivitas yang sepenuhnya pasif. Seorang pemancing harus memperhatikan banyak hal sebelum dan selama memancing. Jenis ikan menentukan umpan yang digunakan. Kondisi air, cuaca, kedalaman, arus, bahkan waktu memancing dapat memengaruhi kemungkinan mendapatkan ikan. Artinya, memancing bukan sekadar duduk dan menunggu. Ada proses mengamati, mencoba, gagal, kemudian mengubah strategi. Bagian inilah yang mungkin membuat memancing terasa berbeda dari sekadar membeli ikan. Ketika seseorang membeli ikan, hasilnya sudah pasti ada di depan mata. Dalam memancing, hasil tidak pernah benar-benar dijamin. Bisa saja seseorang sudah menyiapkan semuanya dengan baik dan tetap pulang dengan tangan kosong. Justru ketidakpastian tersebut membuat keberhasilan kecil terasa lebih berarti. Seekor ikan yang berhasil didapat setelah menunggu berjam-jam bukan hanya makanan, tetapi hasil dari keputusan, kesabaran, dan keberuntungan. Memancing juga membawa seseorang lebih dekat dengan ruang terbuka. Banyak kegiatan sehari-hari berlangsung di dalam ruangan, sementara memancing membuat seseorang menghabiskan waktu di sekitar sungai, danau, atau laut. Penelitian mengenai recreational fishing menunjukkan bahwa aktivitas ini berkaitan dengan berbagai aspek kesehatan dan kesejahteraan, termasuk kondisi psikologis dan kualitas hidup. Studi lain terhadap pemancing di Australia Barat bahkan menemukan bahwa sebagian besar responden mengaitkan memancing dengan relaksasi, kejernihan pikiran, kebahagiaan, dan pengurangan stres. Namun, bukan berarti memancing otomatis membuat seseorang lebih sehat atau bahagia. Penelitian tentang manfaat memancing masih memiliki keterbatasan, dan sebagian besar penelitian yang ada bersifat observasional sehingga tidak bisa membuktikan bahwa memancing sendirilah yang menyebabkan seseorang menjadi lebih sehat. Studi yang lebih baru memang menemukan hubungan positif antara aktivitas memancing dan kesejahteraan, tetapi faktor seperti interaksi sosial, aktivitas di alam, dan rasa memiliki kendali atas kegiatan juga dapat berperan. Pada akhirnya, mungkin itu alasan mengapa orang tetap memilih memancing meskipun ikan bisa dibeli dengan jauh lebih cepat. Yang dicari bukan selalu ikan, melainkan pengalaman selama menunggunya. Ada kesenangan dalam membaca keadaan, mencoba strategi, menikmati suasana, dan akhirnya merasakan kepuasan ketika sesuatu benar-benar berhasil didapatkan. Memancing mungkin terlihat seperti aktivitas sederhana, tetapi di balik satu kail yang dilempar ke air ada proses yang membuat orang rela menunggu berjam-jam. Karena kalau yang dicari hanya ikan, pasar memang jauh lebih praktis.