Fans K-Pop Tidak Nasionalis? Lihat Gotong Royong di Balik Fandom

Mahasiswa Ilmu Pendidikan di Universitas Negeri Jakarta
ยทwaktu baca 3 menit
Tulisan dari Ilmita Fadhila tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Sering kali orang memandang buruk terhadap orang-orang yang menggemari budaya K-Pop. Orang mengira mereka yang mengikuti budaya K-Pop tidak mencintai tanah air dan jauh dari nilai-nilai kebangsaan. Padahal, di balik itu, masih banyak fans K-Pop yang peduli terhadap bangsanya. Para fans tetap menerapkan sikap gotong royong dan kemanusiaan seperti yang tercantum dalam Pancasila.
Setiap kali bencana alam melanda Indonesia, berbagai fandom K-Pop seperti ARMY, EXO-L, BLINK, NCTzen, dan komunitas penggemar lainnya justru menjadi salah satu kelompok tercepat dalam merespons berita tersebut. Dalam hitungan jam, dana bantuan terkumpul dari berbagai sumber, seperti penggalangan dana melalui media sosial dan penjualan merchandise amal, yang kemudian disalurkan kepada para korban bencana alam di berbagai daerah yang terdampak.

Selain membantu berupa dana kemanusiaan, para penggemar K-Pop juga turut menyebarkan berita bencana alam secara meluas melalui unggahan dan tagar di media sosial, khususnya aplikasi X. Dengan begitu, informasi mengenai bencana dapat lebih cepat menyebar dan mendapat perhatian dari lebih banyak orang.
Contohnya, saat bencana gempa melanda Nusa Tenggara Timur dan kebakaran hutan yang melanda sebagian wilayah Kalimantan belum lama ini, salah satu fandom K-Pop, yaitu NCTzen, melakukan penggalangan dana bantuan melalui akun X @greencitzen, yang kemudian tersalurkan dengan baik kepada para korban bencana. Para penggemar pun beramai-ramai menaikkan tagar bencana alam tersebut melalui menfess besar fandom mereka.
Tidak sampai di situ saja, para penggemar K-Pop juga sering kali merayakan ulang tahun idolanya melalui birthday project. Dalam birthday project ini, para penggemar tidak hanya merayakannya dengan kegiatan yang berkaitan dengan idolanya, tetapi juga melakukan kegiatan sosial, seperti berbagi makanan kepada orang-orang di jalanan serta membagikan sembako ke panti asuhan.
Memang, beberapa penggemar K-Pop sering terlihat buruk karena terlalu tergila-gila dengan idolanya, sampai menghambur-hamburkan uang untuk membeli merchandise. Itulah sebabnya banyak orang berpikir buruk tentang mereka. Namun, hal tersebut tidak seharusnya membuat semua penggemar K-Pop mendapatkan pandangan yang sama.
Di balik itu semua, masih ada hal positif dari penggemar K-Pop yang patut dihargai. Menggemari budaya K-Pop juga tidak berarti seseorang tidak mencintai Indonesia. Seseorang dapat menyukai budaya asing sekaligus tetap peduli terhadap lingkungan dan masyarakat di negaranya sendiri. Justru, ketika para penggemar bekerja sama mengumpulkan bantuan, membantu korban bencana, dan berbagi kepada orang yang membutuhkan, mereka telah menunjukkan nilai kemanusiaan dan gotong royong yang sesuai dengan sila kedua dan ketiga Pancasila.
Karena itu, tidak seharusnya kita menilai rasa nasionalisme seseorang hanya dari musik atau budaya yang mereka sukai. Di balik kegemaran terhadap K-Pop, masih banyak penggemar yang menunjukkan bahwa mereka juga peduli terhadap sesama dan bangsanya.
