Fresh Graduate Sulit Dapat Kerja karena Syarat Pengalaman

S1 Akuntansi at Universitas Pamulang
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Abdullah Ibrahim Gamas Saputra tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Syarat Pengalaman Kerja Jadi Tantangan Fresh Graduate
Pernah nggak, lagi semangat-semangatnya cari kerja, buka lowongan satu per satu, lalu menemukan syarat yang bikin semangat itu langsung turun: pengalaman kerja minimal satu tahun?
Buat orang yang sudah pernah bekerja, syarat itu mungkin terdengar biasa. Namun, bagi fresh graduate yang baru menyelesaikan kuliah, rasanya cukup membingungkan. Baru lulus, belum punya pengalaman, tetapi hampir setiap lowongan yang menarik meminta pengalaman terlebih dahulu.
Lalu, harus mulai dari mana?
Menurut saya, persoalan ini menjadi salah satu tantangan yang cukup menyulitkan pencari kerja pemula. Bukan berarti fresh graduate tidak punya kemampuan, tetapi mereka sering belum memiliki kesempatan untuk membuktikannya di dunia kerja.
Sudah Belajar Bertahun-tahun, tetapi Masih Harus Membuktikan Diri
Bayangkan seseorang yang baru saja lulus kuliah. Selama beberapa tahun, ia belajar, mengerjakan tugas, mengikuti ujian, dan berusaha menyelesaikan pendidikannya dengan baik. Setelah lulus, ia berharap bisa mulai bekerja dan menerapkan ilmu yang sudah dipelajari.
Namun, ketika mulai mencari lowongan, kenyataannya tidak selalu sesuai harapan. Ada posisi yang sesuai dengan jurusannya, tetapi meminta pengalaman. Ada juga pekerjaan yang sebenarnya bisa dipelajari, tetapi persyaratannya terasa berat bagi orang yang baru memulai karier.
Akhirnya, muncul pertanyaan yang cukup masuk akal: kalau pekerjaan pertama saja membutuhkan pengalaman, bagaimana seseorang bisa mendapatkan pengalaman pertamanya?
Menurut saya, pertanyaan ini layak diperhatikan. Pendidikan memang tidak otomatis membuat seseorang siap menghadapi semua situasi kerja. Namun, bukan berarti lulusan baru harus selalu dianggap belum mampu hanya karena belum pernah bekerja secara formal.
Perusahaan Punya Alasan, tetapi Fresh Graduate Juga Butuh Kesempatan
Kalau dilihat dari sisi perusahaan, meminta pengalaman sebenarnya bisa dipahami. Perusahaan tentu ingin mendapatkan karyawan yang mampu menjalankan tugas dengan baik dan beradaptasi dengan lingkungan kerja. Melatih karyawan baru juga membutuhkan waktu dan biaya.
Masalahnya, menurut saya, muncul ketika persyaratan pengalaman diterapkan terlalu kaku, termasuk untuk posisi yang sebenarnya ditujukan bagi pemula.
Perusahaan membutuhkan tenaga kerja yang siap, sedangkan fresh graduate membutuhkan tempat untuk belajar. Keduanya memiliki kebutuhan yang berbeda, tetapi sebenarnya bisa dipertemukan melalui proses rekrutmen yang lebih sesuai dengan tingkat pekerjaan.
Misalnya, perusahaan dapat mempertimbangkan kemampuan dasar, hasil tes, proyek yang pernah dikerjakan, atau pengalaman organisasi. Dengan begitu, pelamar tidak hanya dinilai dari berapa lama mereka pernah bekerja, tetapi juga dari apa yang sudah bisa mereka lakukan.
Tentu saja, pengalaman tetap penting. Namun, pengalaman seharusnya menjadi salah satu pertimbangan, bukan selalu menjadi satu-satunya ukuran kemampuan seseorang.
Fresh graduate menghadapi dilema saat lowongan kerja meminta pengalaman. Bagaimana cara mendapatkan pekerjaan pertama?
Kalau Belum Punya Pengalaman, Apa yang Bisa Dilakukan?
Di sisi lain, fresh graduate juga tidak bisa hanya menunggu perusahaan mengubah persyaratannya. Ada beberapa hal yang bisa mulai dilakukan sambil mencari pekerjaan.
Menurut saya, langkah pertama adalah berhenti menganggap bahwa pengalaman hanya berasal dari pekerjaan formal. Magang, praktik kerja lapangan, organisasi, proyek kuliah, hingga pekerjaan lepas bisa menunjukkan kemampuan yang relevan, selama dijelaskan secara jujur.
Contohnya, seseorang yang ingin melamar posisi administrasi bisa membuat contoh pengolahan data menggunakan Excel. Pelamar posisi pemasaran dapat menyusun contoh rencana konten, sedangkan lulusan akuntansi bisa menunjukkan latihan membuat laporan keuangan sederhana.
Karya tersebut memang tidak sama dengan pengalaman bekerja di perusahaan. Namun, setidaknya pelamar memiliki sesuatu yang bisa ditunjukkan ketika ditanya tentang kemampuannya.
Langkah berikutnya adalah menyesuaikan CV dengan pekerjaan yang dituju. Daripada mengirim CV yang sama ke semua perusahaan, lebih baik menonjolkan keterampilan dan kegiatan yang memang berhubungan dengan posisi tersebut.
Fresh graduate juga bisa mencari program magang atau pelatihan yang relevan. Kesempatan seperti ini tidak menjamin seseorang langsung mendapatkan pekerjaan, tetapi dapat membantu membangun keterampilan dan memahami lingkungan kerja.
Yang tidak kalah penting, jangan langsung menolak diri sendiri sebelum mencoba melamar. Jika persyaratan pengalaman hanya berupa nilai tambah dan kemampuan utama sudah sesuai, tidak ada salahnya mempertimbangkan untuk tetap mengirimkan lamaran.
Jangan Sampai Pengalaman Menjadi Pintu yang Tertutup
Menurut saya, mencari pekerjaan pertama memang membutuhkan usaha dari kedua belah pihak. Fresh graduate perlu aktif meningkatkan kemampuan dan membuktikan bahwa mereka layak dipertimbangkan. Sementara itu, perusahaan juga perlu memastikan bahwa persyaratan yang dibuat benar-benar sesuai dengan kebutuhan posisi.
Kalau semua pekerjaan pemula meminta pengalaman panjang, kesempatan untuk membangun pengalaman itu sendiri akan semakin sulit ditemukan. Pada akhirnya, perusahaan mungkin kehilangan kandidat potensial, sedangkan lulusan baru semakin lama menunggu kesempatan pertama mereka.
Kita memang tidak bisa berharap setiap lulusan langsung mendapatkan pekerjaan setelah wisuda. Persaingan, kebutuhan perusahaan, dan kesesuaian keterampilan tetap berpengaruh dalam proses rekrutmen.
Namun, menurut saya, belum memiliki pengalaman bukan berarti seseorang tidak punya potensi. Ada kemampuan yang baru terlihat ketika seseorang diberi kesempatan untuk mencoba, belajar, dan bertanggung jawab atas pekerjaannya.
Bagi fresh graduate yang sedang mencari pekerjaan, proses ini mungkin melelahkan. Meski begitu, daripada hanya menunggu kesempatan datang, mulailah membangun bukti kemampuan dari hal-hal sederhana yang bisa dilakukan sekarang.
Sebab, pengalaman kerja pertama memang belum dimiliki ketika seseorang baru lulus. Tetapi kesempatan untuk mulai membangunnya seharusnya tetap terbuka.
