Laba Besar tapi Kas Seret? Ini Kenapa Cash Flow Penting dalam Bisnis

S1 Akuntansi at Universitas Pamulang
·waktu baca 5 menit
Tulisan dari Abdullah Ibrahim Gamas Saputra tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Saat belajar akuntansi, saya pernah melihat cash flow sebagai hal yang sederhana: uang yang masuk dikurangi uang yang keluar. Saya juga sempat salah mengira bahwa bisnis yang mencatat laba berarti kondisi keuangannya pasti aman. Ternyata, setelah mempelajari lebih jauh, saya menemukan bahwa laba dan cash flow bisa menunjukkan kondisi yang berbeda yang berarti perusahaan mendapatkan keuntungan.
Namun, semakin mempelajari akuntansi, saya justru menemukan hal yang cukup menarik. Perusahaan bisa mencatat laba, tetapi pada saat yang sama belum tentu memiliki uang kas yang cukup untuk membayar kebutuhan sehari-hari.
Dari situ saya mulai memahami bahwa melihat laba saja ternyata belum cukup untuk mengetahui kondisi keuangan sebuah bisnis. Ada hal lain yang perlu diperhatikan, yaitu cash flow atau arus kas.
Ketika Laba Tidak Langsung Menjadi Uang
Bayangkan sebuah toko menjual barang senilai Rp100 juta kepada pelanggan. Penjualannya terlihat besar dan secara pencatatan akuntansi transaksi tersebut dapat menghasilkan pendapatan.
Masalahnya, pelanggan baru akan membayar 30 hari kemudian.
Sementara itu, pemilik toko tetap harus membayar gaji karyawan, listrik, sewa tempat, membeli barang dagangan, dan membayar pemasok. Semua kebutuhan tersebut membutuhkan uang yang benar-benar tersedia saat itu.
Di sinilah saya melihat perbedaan antara laba dan cash flow menjadi penting.
Laba menggambarkan hasil usaha dalam suatu periode, sedangkan cash flow menunjukkan bagaimana kas benar-benar bergerak masuk dan keluar dari perusahaan. Jadi, penjualan yang sudah dicatat belum tentu berarti uangnya sudah tersedia di rekening atau kas perusahaan.
Menurut saya, bagian ini cukup penting untuk dipahami, terutama oleh orang yang baru mulai belajar bisnis. Jangan sampai melihat angka penjualan atau laba yang besar lalu langsung menganggap kondisi keuangan perusahaan pasti aman.
Cash Flow Itu Sebenarnya Ngurus Apa?
Kalau mendengar istilah cash flow, saya dulu membayangkan sekadar uang masuk dan uang keluar. Ternyata pembahasannya lebih luas.
Dalam laporan arus kas, pergerakan kas diklasifikasikan ke dalam tiga aktivitas, yaitu operasi, investasi, dan pendanaan.
Aktivitas operasi berkaitan dengan kegiatan utama perusahaan, seperti menerima pembayaran dari pelanggan dan membayar pemasok maupun karyawan.
Aktivitas investasi berkaitan dengan pembelian atau penjualan aset jangka panjang. Contohnya ketika perusahaan membeli mesin atau kendaraan untuk mendukung kegiatan usaha.
Sementara itu, aktivitas pendanaan berkaitan dengan bagaimana perusahaan memperoleh dan menggunakan sumber pendanaan, misalnya melalui pinjaman atau tambahan modal.
Pembagian tersebut membuat saya melihat cash flow dengan cara yang berbeda. Kas yang bertambah belum tentu seluruhnya berasal dari kegiatan utama bisnis. Bisa saja kas bertambah karena perusahaan mendapatkan pinjaman atau tambahan modal.
Artinya, bukan cuma jumlah kas yang perlu dilihat, tetapi juga dari mana kas tersebut berasal dan untuk apa digunakan.
Kenapa Cash Flow Penting untuk Bisnis?
Menurut saya, cash flow menjadi penting karena kegiatan bisnis sehari-hari tidak bisa hanya berjalan dengan angka laba.
Perusahaan tetap membutuhkan uang untuk membayar berbagai kewajiban. Kalau sebagian besar uang masih tertahan dalam bentuk piutang, bisnis bisa mengalami kesulitan meskipun penjualannya terlihat bagus.
Contohnya sederhana. Sebuah usaha memiliki keuntungan Rp20 juta dalam satu bulan. Namun, pada bulan yang sama perusahaan harus membayar tagihan kepada pemasok sebesar Rp30 juta, sedangkan sebagian besar penjualan sebelumnya belum dibayar pelanggan.
Secara angka, usaha tersebut memang menghasilkan laba. Tetapi dari sisi kas, pemilik usaha tetap harus memikirkan bagaimana memenuhi kewajibannya.
Hal seperti ini membuat saya berpikir bahwa mengelola bisnis bukan hanya soal bagaimana mendapatkan keuntungan, tetapi juga bagaimana memastikan uang tersedia ketika benar-benar dibutuhkan.
Bukan Sekadar Teori di Buku Akuntansi
Pentingnya arus kas juga didukung oleh penelitian.
Penelitian Elva Nuraina yang diterbitkan dalam Jurnal Dinamika Manajemen meneliti hubungan pendapatan operasional, arus kas operasi, dan akrual terhadap laba operasi masa depan pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2006–2007.
Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa laba operasi, arus kas operasi, dan akrual memiliki pengaruh signifikan terhadap laba operasi masa depan.
Bagi saya, hasil penelitian tersebut menarik karena menunjukkan bahwa arus kas bukan hanya materi yang dipelajari dalam laporan keuangan. Informasi mengenai arus kas juga dapat berkaitan dengan bagaimana kondisi dan kinerja perusahaan dilihat dari waktu ke waktu.
Penelitian lain mengenai arus kas operasi juga menunjukkan bahwa arus kas operasi memiliki kemampuan memprediksi satu tahun ke depan pada beberapa sektor industri yang diteliti di Bursa Efek Indonesia.
Artinya, membicarakan cash flow tidak berhenti pada pertanyaan “uang masuk berapa dan uang keluar berapa”. Informasi tersebut juga bisa digunakan untuk membantu memahami kondisi bisnis.
Jadi, Apa yang Harus Diperhatikan Pemilik Bisnis?
Setelah memahami perbedaan laba dan cash flow, menurut saya ada beberapa hal sederhana yang bisa mulai diperhatikan pemilik usaha.
Pertama, catat uang masuk dan keluar secara rutin. Tidak harus langsung menggunakan sistem yang rumit. Pencatatan sederhana pun bisa membantu melihat ke mana uang perusahaan bergerak.
Kedua, perhatikan piutang. Penjualan secara kredit memang bisa meningkatkan penjualan, tetapi pemilik usaha tetap perlu memperhitungkan kapan uang tersebut benar-benar diterima.
Ketiga, perhatikan kewajiban yang harus segera dibayar. Jangan sampai perusahaan memiliki banyak piutang tetapi tidak memiliki kas yang cukup untuk membayar tagihan yang sudah jatuh tempo.
Terakhir, menurut saya penting juga untuk menyediakan cadangan kas. Bisnis tidak selalu berada dalam kondisi yang sama setiap bulan. Ada masa ketika pemasukan tinggi, tetapi ada juga saat pengeluaran justru meningkat.
Laba Tetap Penting, Tapi Bukan Satu-Satunya
Setelah mempelajari hal ini, saya tidak lagi melihat laba sebagai satu-satunya ukuran sederhana untuk menilai kondisi sebuah bisnis.
Laba tetap penting karena menunjukkan hasil usaha dalam suatu periode. Namun, cash flow memberikan sudut pandang yang berbeda mengenai bagaimana uang benar-benar bergerak di dalam perusahaan.
Keduanya bukan sesuatu yang harus dibandingkan untuk menentukan mana yang lebih penting. Justru, keduanya saling melengkapi.
Bagi saya, pelajaran paling sederhana dari pembahasan ini adalah jangan hanya bertanya, “Berapa laba yang diperoleh?”
Pertanyaan lain yang tidak kalah penting adalah, “Apakah uangnya benar-benar tersedia ketika dibutuhkan?”
Karena bisnis tidak hanya membutuhkan keuntungan di atas kertas. Bisnis juga membutuhkan arus kas yang dikelola dengan baik agar kegiatan sehari-hari tetap bisa berjalan.
