Finding Colleagues: Hadiah Jalan-Jalan ke Istanbul

Mahasiswa MARS UMY Praktisi Kesehatan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Ima Ansari Kusuma tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Niatnya 'cuma jalan-jalan', tapi malah bisa ketemu dengan sejawat yang memiliki hobi yang sama? Buat saya itu tentunya menjadi sebuah hadiah yang menyenangkan. Bisa menambah 'koneksi' dan sharing pengalaman mengenai hobi yang sama. Ada yang tau apa kesamaan hobi kami? Kami sama-sama memiliki hobi 'cucuk-mencucuk' di ruangan yang penuh radiasi. Ya betul, kami adalah dokter spesialis jantung dengan kompetensi di bidang intervensi yang sering bekerja di ruang kateterisasi.
Bertemu dan berkenalan dengan dr.Erhan Gonen menjadi hadiah untuk saya saat berkunjung ke RS Medipol Pendik, salah satu rumah sakit di bawah bendera Medipol Group. Medipol Pendik berada di Istanbul sisi Benua Asia, memiliki 100 bed pasien, dan dilengkapi dengan berbagai alat kesehatan dengan teknologi mutakhir. Dr. Gonen merupakan satu-satunya kardiolog yang bekerja di rumah sakit tersebut. Berbeda dengan sister hospital-nya yang lebih besar, Medipol Mega University, yang memiliki lebih dari 20 orang kardiolog. Meskipun hanya 'single fighter' di tempatnya bekerja, dr. Gonen tetap melakukan pelayanan kardiologi intervensi dengan optimal. Berbagai prosedur seperti PCI, bahkan hingga TAVI mampu ia kerjakan.

Perjalanan sebagai mahasiswa MARS UMY ternyata telah membawa saya bertemu dengan sejawat dari negara lain. Pertemuan itu mengingatkan saya bahwa dunia kedokteran adalah ruang kolaborasi tanpa batas geografis. Meski berasal dari negara yang berbeda, kami sesama kardiolog intervensi memiliki misi yang sama yaitu menghadirkan harapan baru bagi pasien melalui ilmu dan inovasi. Kunjungan ke Medipol Pendik Hospital tidak hanya memberi wawasan tentang manajemen rumah sakit modern, tetapi juga membuka pintu untuk jejaring profesional yang berharga. Dari Istanbul, kami pulang dengan semangat baru: membangun layanan kesehatan di Indonesia dengan visi global, namun tetap berpijak pada kebutuhan lokal.
Hari itu, kami belajar bahwa residensi bukan sekadar perjalanan akademik, melainkan perjalanan menemukan inspirasi dan persaudaraan lintas bangsa.
