5 Mitos Tentang Penyebab Kanker Yang Bikin Khawatir

Seorang dokter yang kebetulan suka ngeblog dan berteman.
Tulisan dari dokterBaik tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mendengar kata kanker saja sudah membuat kita ketakutan apalagi ditambahi dengan beberapa bumbu yang menyeramkan dari penyebab terjadinya kanker. Yang saya maksud dengan bumbu disini adalah berbagai mitos yang tidak benar tentang penyebab terjadinya kanker.
Hampir setiap hari kita membaca di internet tentang penyebab berbagai macam kanker. Ironisnya, dari berbagai macam penyebab kanker tersebut, ada yang mengklaim penyebab kanker berasal dari berbagai bahan atau zat yang sangat akrab dengan kehidupan kita sehari hari seperti misalnya plastik dan deodoran. Mitos mitos tentang penyebab kanker ini tentu saja akan menambah kekhawatiran kita terhadap kesehatan diri sendiri dan orang orang yang kita sayangi.
Melalui tulisan ini, saya mencoba mengungkap beberapa fakta tentang mitos kanker yang tidak terbukti kebenarannya.
Mitos 1: Antiprespiran atau deodoran dapat menyebabkan kanker payudara
Faktanya: Menurut National Cancer Institute dan beberapa lembaga penelitian kanker lainnya, belum ditemukan cukup bukti untuk menyimpulkan bahwa antiprespiran atau deodoran yang digunakan pada ketiak dapat menyebabkan kanker payudara.
Dalam beberapa laporan memang disebutkan, produk pembasmi bau badan ini memang mengandung bahan berbahaya seperti alumunium dan parabens. Bahan bahan ini bisa masuk dan diserap ke dalam tubuh melalui luka luka kecil saat seseorang mencukur rambut ketiak. Namun, belum ada penelitian klinis yang dapat membuktikan bahan bahan seperti alumunium dan parabens dapat menyebabkan kanker payudara.
Bila masih belum yakin dengan hasil penelitian tersebut dan masih khawatir dengan kedua bahan berbahaya tersebut, cobalah menggunakan produk antiprespiran atau deodoran yang tidak mengandung kedua bahan tersebut.
Mitos 2: Pembungkus plastik makanan yang dipanaskan dalam microwave dapat menyebabkan kanker
Faktanya: Penggunaan plastik tahan panas untuk membungkus makanan saat dipanaskan dalam microwave dapat dikatakan aman bagi kesehatan.
Namun, penggunaan plastik yang tidak tahan panas atau yang tidak dirancang untuk makanan panas dapat menyebabkan plastik tersebut meleleh saat dipanaskan di dalam microwave. Lelehan plastik ini dapat mencemari makanan. Jadi, gunakanlah plasik yang tahan panas atau plastik khusus saat membungkus makanan yang dipanaskan di dalam microwave.
Mitos 3: Penderita kanker dilarang makan gula karena dapat mempercepat pertumbuhan kanker.
Faktanya: Gula tidak mempercepat pertumbuhan sel kanker. Untuk tumbuh dan mendapatkan energi, semua sel, termasuk sel kanker membutuhkan gula darah (glukosa). Meskipun demikian, menambah asupan gula tidak menyebabkan pertumbuhan sel kanker bertambah cepat, demikian juga sebaliknya dengan mengurangi asupan gula tidak akan memperlambat pertumbuhan sel kanker.
Gula sendiri sebenarnya tidak bisa dilepaskan dari risiko terjadinya kanker. Beberapa penelitian berhasil membuktikan hubungan antara konsumsi gula yang berlebihan dengan peningkatan risiko beberapa jenis kanker, termasuk kanker kerongkongan. Konsumsi gula yang berlebihan juga dapat menyebabkan peningkatan berat badan yang berujung pada kegemukan dan penyakit diabetes. Sebagaimana dibuktikan oleh beberapa penelitian, kegemukan dan diabetes merupakan faktor risiko terjadinya kanker.
Mitos 4: Orang baik tidak akan kena kanker
Faktanya: Mitos ini berasal dari kepercaayaan di masa lalu yang mengatakan bahwa penyakit merupakan hukuman atas perbuatan jahat seseorang. Di beberapa budaya, kepercayaan ini masih ada sampai saat ini.
Bila mitos ini benar maka bayi yang baru beberapa bulan lahir tidak akan mungkin terkena kanker karena bayi bayi ini belum melakukan perbuatan yang jahat.
Yang jelas, belum ada bukti yang menyatakan bahwa seseorang terkena kanker karena dia pantas untuk mendapatkannya.
Mitos 5: Kanker itu menular
Faktanya: Kita tdak perlu menghindari orang yang menderita kanker karena kanker tidak menular. Jadi, tidak masalah bersentuhan dan menghabiskan waktu bersama penderita kanker. Dukungan terhadap penderita kanker justru akan sangat bernilai bagi mereka dalam melawan penyakitnya.
Meskipun kankernya tidak menular, beberapa jenis virus penyebab kanker dapat menular. Beberapa virus penyebab kanker yang dapat menular antara lain Human papilloma virus (HPV), penyebab kanker serviks dan virus Hepatitis (Hepatitis B dan Hepatitis C), yang dapat menyebabkan kanker liver.
