Berbagi Pengalaman Kehidupan

Mahasiswa di Institut Teknologi Telkom Purwokerto
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Imam Baihaqi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam kehidupan semua orang pasti memiliki pengalaman hidup. Baik itu pengalaman menyedihkan maupun yang menyenangkan. Karena semua orang telah melewati hari harinya dengan susah maupun senang.
Kehidupan terkadang memang butuh sebuah rintangan agar kita bisa mengambil pelajaran dari apa yang telah kita lewati. Jika hidup kita normal normal saja maka kita akan kaget apabila menerima hal yang diluar dugaan kita.
Aku mulai menjalani hidup sebagai manusia yang sesungguhnya dirasakan ketika waktu smp. Di mana kita sudah mulai dituntut harus mandiri dan tidak terus menerus bergantung kepada orang tua. Makan sendiri , berangkat sekolah sendiri, tidur sendiri.
Ditambah lagi aku mengikuti kegiatan kepramukaan pada waktu smp yang menuntut anggotanya bisa bersifat mandiri. Awalnya aku kaget dengan kehidupan yang seperti itu, tetapi lama kelamaan terbiasa karena ada peribahasa 'bisa karena terbiasa' dan aku percaya itu.
Dari organisasi kepramukaan itulah aku tumbuh dan berkembang menjadi pribadi yang lebih baik dan lebih dewasa. Dari situ juga aku menyadari bahwa hidup ini bukan sekadar makan dan tidur saja tetapi kita juga harus mencari kehidupan di dalam hidup kita sendiri.
Berawal dari kepramukaan aku juga mengikuti kegiatan kegiatan yang lainya. Di samping menambah ilmu dan pengalaman, mengikuti kegiatan kegiatan yang bermanfaat juga dapat menambah relasi dan soft skills pada kita. Sehingga kita tidak kaget dalam ke depannya, karena kita sudah memiliki modal awal untuk terjun ke dunia masyarakat.
Masa masa smk itulah saatnya kita mencari pembuktian kepada diri kita sendiri. Apakah kita sudah menjadi pribadi yang lebih baik ?. Atau masih saja bermain main dengan tidak jelas dan mencari kesenangan yang akan merugikan diri kita sendiri.
Pada masa smk, kita harus mencari bekal yang banyak baik itu ilmu, pengalaman, soft skill, dan relasi sehingga nanti untuk ke depannya kita bisa mudah mendapatkan apa yang kita inginkan, baik itu melanjutkan kuliah maupun bekerja.
Pada umur 19-20 tahunan inilah kita harus sudah mulai menata hidup kita untuk masa depan. Karena kalau kita tidak menyiapkan sedari awal maka kita akan tergesa gesa nantinya. Kita sudah tidak bisa bersantai santai dan kita harus bekerja keras. Karena tantangan dunia pada masa sekarang semakin berat. Kalau kamu tidak maju maka kamu akan terombang ambing oleh hiruk pikuk dunia.
Hidup memang terkadang butuh pengalaman. Tetapi kita juga harus kreatif dan inovatif supaya pengalaman yang buruk tidak kita ulangi kembali. Dan pengalaman yang baik yang berguna untuk masa depan dapat kita tingkatkan kembali.
Sebagai manusia dan makhluk sosial kita tidak boleh patah semangat dan cepat menyerah. Kita harus mempunyai jiwa optimis yang ada dalam diri kita sehingga apa yang kita kerjakan akan lebih semangat. sifat mandiri dan pantang menyerah menurut saya harus saling berhubungan. Karena kita juga tidak bisa selalu bergantung kepada orang lain di sekitar kita.
Tak lupa kita juga harus saling tolong menolong dalam kehidupan bermasyarakat. Kita tidak tahu kapan kita membutuhkan pertolongan, maka dari itu kita harus mulai saling tolong menolong agar apabila kita membutuhkan pertolongan, semua orang dapat menolong kita.
Artikel ini hanya sekadar ketikan, ambil yang baik dan buang yang buruk.
Semoga bermanfaat, Terima kasih.
