Budidaya Maggot Sebagai Langkah Pengelolaan Sampah di Desa Tegalontar

Mahasiswa Antropologi Sosial, Universitas Diponegoro
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Imanda Lazuardi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Desa Tegalontar, Kecamatan Sragi, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah.
Permasalahan sampah menjadi masalah umum bagi setiap daerah. Tak terkecuali bagi Desa Tegalontar, Kecamatan Sragi, Kabupaten Pekalongan, belum adanya penyediaaan Tempat Pembuangan Akhir serta kebiasaan buruk masyarakat dalam membuang dan mengelola sampah memperburuk permasalahan yang ada. Padahal pengelolaan sampah telah diatur dalam UU Nomor 18 Tahun 2008, yang menyatakan bahwa pengelola kawasan permukiman, kawasan komersial, kawasan industri, kawasan khusus, fasilitas umum, fasilitas sosial, dan fasilitas lainnya wajib menyediakan fasilitas pengelolaan sampah.
Maka dari itu, Tim II KKN Universitas Diponegoro memnyusun program kerja multidisiplin untuk mengatasi masalah ini, yaitu berupa Pengelolaan Sampah Berbasis Budidaya Maggot. Maggot merupakan larva dari lalat BSF, maggot dapat mereduksi sampah terutama sampah organik. Selain itu, maggot juga memiliki nilai jual yang tinggi dan dapat dijadikan sebagai pakan ternak. Selain karena permasalahan sampah, program ini juga dipilih karena di Desa Tegalontar banyak yang berbudidaya lele serta ternak lain, mengingat maggot bisa dijadikan sebagai pakan tambahan.
Pelaksanaan program kerja dimulai dengan penyediaan berbagai perlengkapan seperti kandang lalat BSF, box untuk tempat maggot dan juga pemilahan sampah organik. Setelah semua itu selesai, langkah selanjutnya yaitu dengan pengadaan bibit maggot. Dalam pemeliharaan maggot, perlu diberi makan dalam bentuk sampah organik yang telah dipilah. Selama kurang lebih dua minggu, Tim II KKN UNDIP melakukan budidaya maggot di posko KKN.
Kemudian pada hari Minggu, 4 Agustus 2024, kami melakukan pemaparan materi mengenai budidaya maggot terhadap masyarakat desa yang diwakili oleh perangkat desa, PKK, IPNU, IPPNU, pegiat lingkungan dan pembudidaya lele. Masyarakat sangat antusias akan program kerja ini.
Sebagai hasil akhirnya, Tim II KKN UNDIP membuat sebuah booklet atau buku panduan mengenai budidaya maggot yang disusun berdasarkan pengalaman kami dan juga beberapa sumber terkait. Dengan ini, kami berharap program kerja ini dan juga buku panduan yang dibuat bisa bermanfaat bagi masyarakat desa dalam menangani permasalahan desa serta adanya keberlanjutan dari masyarakat yang mencoba budidaya maggot ini.
Penulis: Tim II KKN UNDIP Desa Tegalontar
Dosen Pembimbing : Ojo Kurdi, ST., MT., PhD
Lokasi: Desa Tegalontar, Kecamatan Sragi, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah.
Tim II KKN Universitas Diponegoro Periode 2023/2024
