Konten dari Pengguna

Akibat dari Perilaku Bully

Iman Zidni

Iman Zidni

Mahasiswa Fakultas Sains dan Teknologi, Jurusan Kimia, UIN Jakarta

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Iman Zidni tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

sumber : https://pixabay.com/id/photos/bullying-anak-jari-menafsirkan-3362025/
zoom-in-whitePerbesar
sumber : https://pixabay.com/id/photos/bullying-anak-jari-menafsirkan-3362025/

Mengapa bullying sering terjadi dan selalu menjadi perbincangan hingga saat ini? Bullying masih menjadi berita yang sering muncul di berita TV, media sosial dan lainnya. Bahkan saat ini masih banyak sekali kasus bullying yang beredar.

Mengutip buku Meredam Bullying, Ken Rigby konsultan ahli sekolah menjelaskan tentang pengertian bullying. Menurut Ken Rigby, bullying adalah sebuah hasrat untuk menyakiti. Hasrat ini bisa dilihat dari sebuah aksi yang menyebabkan seseorang menderita (Astuti, 2008:3).

Bullying alias perundungan adalah hal yang bisa terjadi pada siapa saja, tetapi lebih sering dialami anak-anak dan remaja. Bullying diartikan sebagai tindakan menyerang atau kekerasan yang dilakukan pada fisik maupun mental seseorang. Namun tidak hanya itu, bullying dapat mengingatkan seseorang pada masa lalu, karena pengalaman buruk dan luka bullying tidak bisa disembuhkan begitu saja, tetapi juga membutuhkan proses penyembuhan yang sangat sulit untuk dihilangkan.

Saya berpendapat bahwa kasus bullying yang terus ada dan beredar di berbagai berita itu sangat berbahaya bagi korban bullying. Perilaku ini sering kali menimbulkan hal buruk bagi mereka yang merasa terkucili.

Dampak bullying terhadap perilaku bisa menyebabkan depresi termasuk gangguan Kesehatan mental, misalnya tidak berani menceritakan ke orang tua sehingga mereka memilih untuk menyimpannya sendiri. Tidak hanya anak, tetapi juga orang tua juga harus memperhatikan kondisi anaknya di rumah dan sekolah, dan tidak boleh diremehkan dari sudut pandang kesehatan mental anak.

Bullying merupakan tindakan yang sangat tidak baik, banyak sekali dampak yang didapatkan dari perilaku tersebut, diantaranya :

1. Bisa Menyebabkan Masalah Pada Mental Seseorang

Dampak dari terjadinya bullying adalah berkaitan dengan kesehatan mental seseorang. Kesehatan mental merupakan situasi yang dihadapi seseorang dalam menyesuaikan diri secara aktif terhadap penyelesaian masalah-masalah tertentu dengan cara menjaga kestabilan emosi. (Sukmawatil mawati, dkk , 2021: 129) membuktikan hasil penelitiannya bahwa intensitas perilaku bullying yang rendah akan meningkatkan kesehatan mental seseorang, dan begitupun sebaliknya, apabila tindak perilaku bullying sering terjadi maka akan memperburuk kondisi mental korban.

Menurut saya, untuk seseorang yang pernah atau sering mengalami bullying akan mengalami ketidakstabilan emosi yang timbul terhadap perilaku yang dilakukan terhadap dirinya. Contoh ketidakstabilan emosi misalnya perasaan tidak dihargai, merasa tertekan secara fisik dan mental, selalu merasa sedih dan marah bersamaan, tidak percaya diri dan tidak berani serta mudah takut terhadap situasi tertentu merupakan contoh ketidakstabilan emosi yang dihadapi oleh seorang korban bullying (Permata, Purbasari & Fajrie, 2020: 22). Beberapa pengaruh negatif dari tindakan bullying adalah korban merasa depresi, mengalami keadaan psikotik (halusinasi) dan yang terburuk melakukan tindakan bunuh diri.

2. Merasa Takut dan Malas Dengan Keramaian

Selain berpengaruh terhadap kesehatan mental korbannya, tindakan bullying terhadap kehidupan pribadi dan sosialnya. (Zakiyah, Humaedi & Santoso, 2017: 325) menyebutkan bahwa perilaku bullying mengakibatkan korbannya memiliki kepribadian anti sosial sehingga tidak dapat berinteraksi sosial secara baik, selalu merasa tidak aman dan nyaman saat berada di suatu lingkungan keramaian, merasa takut akan berbuat salah sehingga tidak dapat menentukan sikap pribadi ketika berada dalam situasi dan waktu tertentu. Jika hal tersebut terjadi di dalam sekolah, maka dapat terjadi penurunan semangat belajar dan prestasi akademik, bahkan beresiko tinggi untuk putus sekolah.

Perilaku bullying juga berdampak kepada masa depan korbannya, biasanya korban bullying akan mengalami kendala dalam hal pekerjaan dan hubungan asmaranya sebagai akibat dari ketidakmampuannya dalam berinteraksi sosial. Adapun (Faizah & Amna, 2017: 79) memaparkan hasil penelitiannya yakni bahwa seseorang yang terlibat dan atau menjadi korban tindakan bullying memiliki hubungan sosial yang buruk dan kurang bisa menyesuaikan diri dengan lingkungannya di mana pun dan kapan pun.

3. Memicu masalah kesehatan

Perilaku bullying dapat mengakibatkan efek jangka pendek dan jangka panjang yang dialami oleh seorang korban , salah satunya ialah timbulnya masalah kesehatan. Efek jangka pendek yang dialami oleh korban jika mengalami bullying secara fisik seperti pemukulan, penindasan dan lain sebagainya, dapat menyebabkan tubuh korbannya menjadi memar, bengkak dan keluhan fisik lainnya (Hidayati & Amalia, 2021: 202).

Seseorang yang pernah mengalami tindakan bullying cenderung memiliki risiko atau efek jangka panjang berupa gangguan kesehatan mental yang nantinya berdampak pada fisik, Misalnya, sikap cemas, gelisah dan depresi sebagai akibat trauma dari pengalaman bullying akan berujung kepada susah tidur, hal tersebut lama kelamaan akan menimbulkan masalah fisik seperti sakit perut (mag), sakit kepala, kekakuan dan ketegangan otot, sakit jantung, sesak napas dan lain sebagainya. Masalah tersebut jika tidak ditangani dengan ahlinya dapat terbawa hingga dewasa dan mengganggu kehidupan pribadi (Zakiyah, Humaedi & Santoso, 2017: 325).

DAFTAR PUSTAKA

Faizah, Firsta & Zaujatul Amna. (2017). Bullying dan Kesehatan Mental Pada Remaja Sekolah Menengah Atas Di Banda Aceh. Gender Equality: International Journal of Child and Gender Studies Vol. 3, No. 1.

Hidayati, Laili Nur & Rizky Amalia. (2021). Psychological Impacts On Adolescent Victims Of Bullying: Phenomenology Study. Media Keperawatan Indonesia, Vol. 4 No. 3, p. 201-207.

Permata, Nilam, Imaniar Purbasari & Nur Fajrie. (2020). Analisa Penyebab Bullying Dalam Kasus Pertumbuhan Mental dan Emosional Anak. Jurnal Prasasti Ilmu, Volume 1 Nomor 2.

Sukmawati, Indah, Alfadha Henryan Fenyara, Arief Fadhilah & Chahya Kharin Herbawani. (2021). Dampak Bullying Pada Anak Dan Remaja Terhadap Kesehatan Mental. Seminar Nasional Kesehatan Masyarakat UPNVJ 2021

Zakiyah, Ela Zain, Sahadi Humaedi & Meilanny Budiarti Santoso. (2017). Faktor Yang Mempengaruhi Remaja Dalam Melakukan Bullying. Jurnal Penelitian & PPM, Vol. 4, No. 2, p. 129 – 389.

Astuti, Ponny Retno. 2008. Meredam Bullying. Jakarta: PT. Grasindo.