Eksistensi Dora the Explorer sebagai Tayangan Anak di Tengah Perkembangan Media

Mahasiswa Universitas Pamulang. Fakultas Ilmu Komunikasi, Prodi Ilmu Komunikasi S1
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Siti Fatimah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Siapa yang dulu sering duduk di depan televisi sambil mengikuti petualangan Dora? Bagi sebagian anak yang tumbuh pada era 2000-an, Dora the Explorer bukan sekadar tayangan animasi. Dora seperti menjadi teman yang menemani waktu kecil, mulai dari perjalanan bersama Boots sampai ajakan untuk ikut menjawab pertanyaan yang muncul di layar.
Dora the Explorer pertama kali ditayangkan pada tahun 2000. Di Indonesia, tayangan ini sudah dikenal sejak pertengahan 2000-an. Pemberitaan detikHot pada 2005 bahkan sempat membahas popularitas Dora di kalangan anak-anak Indonesia. Saat itu, Dora dikenal sebagai tayangan yang tidak hanya menghibur, tetapi juga mengajak penonton ikut berinteraksi.
Hal inilah yang membuat Dora cukup berbeda dibandingkan tayangan animasi biasa. Dora tidak hanya berbicara dengan karakter lain dalam cerita, tetapi juga sering berbicara langsung kepada penonton.
Misalnya, ketika Dora sedang mencari jalan atau menghadapi suatu masalah, penonton diajak untuk membantu. Anak-anak yang menonton seolah-olah memiliki peran dalam petualangan tersebut. Mereka bisa ikut menjawab pertanyaan, mengikuti lagu, atau membantu Dora menentukan pilihan.
Meskipun terlihat sederhana, pola seperti ini membuat pengalaman menonton menjadi lebih aktif. Anak tidak hanya duduk melihat layar, tetapi merasa dilibatkan dalam cerita.
Bukan Cuma Hiburan
Salah satu hal yang membuat Dora the Explorer mudah diingat adalah perpaduan antara hiburan dan pembelajaran. Petualangan Dora biasanya diselingi dengan pertanyaan, pengulangan, lagu, permainan bahasa, dan kegiatan memecahkan masalah.
Jadi, anak bisa mendapatkan pengalaman belajar tanpa merasa sedang mengikuti pelajaran di sekolah.
Dora juga dikenal dengan penggunaan bahasa Inggris dan Spanyol dalam ceritanya. Unsur bahasa tersebut menjadi salah satu bagian dari identitas program dan membuat Dora tidak hanya dikenal sebagai tayangan petualangan.
Hal menarik lainnya adalah karakter Dora yang mudah dikenali. Rambut pendek, pakaian berwarna cerah, ransel, serta Boots membuat karakter ini memiliki identitas visual yang kuat.
Bahkan ketika seseorang hanya melihat gambar Dora tanpa mengetahui judul tayangannya, kemungkinan besar karakter tersebut tetap mudah dikenali.
Dari Televisi ke Media yang Lebih Beragam
Perkembangan teknologi membuat kebiasaan menonton anak ikut berubah. Dulu, anak harus menunggu jadwal tayangan di televisi. Sekarang, berbagai konten dapat ditemukan melalui internet dan platform digital.
Namun, perubahan tersebut tidak serta-merta membuat karakter lama hilang.
Dora justru terus dikembangkan dalam berbagai bentuk. Setelah dikenal melalui serial animasi, karakter ini juga hadir dalam berbagai produksi lain, termasuk film dan versi serial yang lebih baru.
Artinya, yang bertahan bukan hanya episode lama yang pernah ditonton anak-anak pada era 2000-an. Karakter Dora sendiri terus digunakan dan diperkenalkan kembali kepada penonton dari generasi yang berbeda.
Di sinilah kemampuan sebuah karakter untuk beradaptasi menjadi penting. Identitas Dora tetap dipertahankan, tetapi bentuk penyajiannya dapat mengikuti perkembangan zaman.
Ketika Dora Menjadi Bagian dari Kenangan Masa Kecil
Ada satu hal yang juga menarik untuk dibicarakan, yaitu nostalgia.
Anak-anak yang dulu menonton Dora di televisi kini sudah tumbuh menjadi remaja atau orang dewasa muda. Ketika mereka kembali melihat Dora melalui internet, media sosial, atau berita mengenai produksi terbarunya, karakter tersebut bisa mengingatkan mereka pada masa kecil.
Tentu saja pengalaman setiap orang berbeda. Tidak semua orang yang pernah menonton Dora akan memiliki perasaan nostalgia yang sama. Namun, keberadaan pengalaman menonton sejak kecil membuat karakter tersebut mempunyai hubungan tertentu dengan sebagian penontonnya.
Hal ini menjadi salah satu alasan mengapa karakter lama masih bisa mendapatkan perhatian ketika kembali muncul di media.
Dora dan Perubahan Cara Menonton
Kalau dulu Dora dikenal terutama melalui televisi, sekarang penonton memiliki lebih banyak pilihan untuk menemukan sebuah tayangan. Anak-anak tidak harus menunggu program favoritnya muncul pada jam tertentu.
Perubahan ini sebenarnya menjadi tantangan bagi tayangan anak yang sudah lama hadir. Mereka harus mampu beradaptasi dengan kebiasaan audiens yang semakin dekat dengan media digital.
Namun, perjalanan Dora menunjukkan bahwa sebuah karakter tidak harus selalu bertahan dalam bentuk yang sama. Selama ciri khasnya masih dipertahankan dan dapat dikembangkan sesuai perubahan media, karakter tersebut masih memiliki kesempatan untuk dikenal oleh generasi berikutnya.
Pada akhirnya, eksistensi Dora the Explorer bukan hanya soal sudah berapa lama karakter tersebut muncul di televisi. Ada banyak hal yang membuatnya tetap mudah dikenali, mulai dari interaksi dengan penonton, unsur pendidikan dan hiburan, karakter yang kuat, hingga pengalaman masa kecil yang melekat pada sebagian penontonnya.
Dora mungkin sudah tidak lagi hidup di zaman ketika televisi menjadi satu-satunya tempat untuk menonton tayangan anak. Tetapi perjalanan karakter ini menunjukkan bahwa perubahan media tidak selalu berarti berakhirnya sebuah tayangan lama. Kadang, karakter yang sudah dikenal sejak kecil justru bisa menemukan jalan baru untuk kembali menyapa penontonnya.
