That Should Be Me: Ungkapan Saat Melihat Seseorang di Posisi yang Kita Inginkan

kegiatan saya saat ini adalah berkuliah di universitas pamulang Fakultas Agama Islam, prodi Manajamen Pendidikan Islam
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari inara nurul aini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Pernah melihat seseorang mendapatkan sesuatu yang sebenarnya kita inginkan? Entah itu kesempatan, pencapaian, berada di suatu tempat, atau sekadar mengalami momen yang selama ini kita bayangkan. Perasaan seperti inilah yang belakangan sering digambarkan pengguna media sosial melalui sound “That Should Be Me”.
Lagu “That Should Be Me” dari Justin Bieber kembali digunakan dalam berbagai konten di TikTok. Sound tersebut menjadi cocok untuk video yang menggambarkan situasi ketika seseorang melihat orang lain berada dalam posisi yang menurutnya seharusnya menjadi miliknya.
Penggunaannya pun tidak selalu berkaitan dengan hubungan percintaan. Sound ini bisa dipakai untuk berbagai situasi sehari-hari. Misalnya ketika seseorang melihat temannya pergi ke tempat yang ingin dikunjungi, mendapatkan kesempatan yang diharapkan, atau mencapai sesuatu yang sudah lama diinginkan.
Menariknya, tren seperti ini membuat sebuah lagu lama mendapatkan konteks baru. Pengguna TikTok tidak hanya mendengarkan lagunya, tetapi juga menggunakan bagian tertentu untuk menggambarkan pengalaman mereka sendiri.
Kekuatan tren tersebut sebenarnya terletak pada kalimat “That Should Be Me” yang sederhana. Ungkapan tersebut mudah dipahami dan bisa mewakili perasaan “harusnya aku” tanpa perlu menjelaskan situasinya secara panjang.
Melalui TikTok, sebuah lagu dapat kembali dikenal oleh generasi yang mungkin tidak mengikuti popularitasnya ketika pertama kali dirilis. Sound yang digunakan berulang kali kemudian menjadi bagian dari berbagai cerita dan pengalaman pengguna.
Pada akhirnya, tren “That Should Be Me” menunjukkan bagaimana musik dapat memperoleh makna baru ketika digunakan dalam konteks yang berbeda. Satu lagu bisa menjadi latar untuk banyak cerita, tergantung bagaimana seseorang menghubungkannya dengan pengalaman mereka sendiri.
