Konten dari Pengguna

Realita Magang di Bank: Lebih dari Sekadar Belajar Perbankan!

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Indah Dwi Kurnia Febrianti tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ketika pertama kali membayangkan magang di bank, apa yang langsung terlintas di pikiran kalian? Mungkin hanya selalu belajar tentang perbankan, membantu pekerjaan administrasi, lalu menyelesaikan tugas yang diberikan. Ternyata! setelah menjalaninya, realitanya tidak sesederhana itu.

Selama menjalani magang di BRI Kantor Cabang (KC) Bontang, saya justru menemukan banyak pengalaman yang sebelumnya tidak saya bayangkan. Ada kegiatan di dalam kantor, kegiatan di luar kantor, bertemu dengan orang baru, belajar berkomunikasi, sampai ikut terlibat dalam berbagai kegiatan yang membuat saya melihat dunia kerja dari sudut pandang yang berbeda.

Pekerjaan Tidak Selalu di Balik Meja

Dokumentasi Kunjungan dan Persiapan Operasional Rumah BUMN Binaan Bank BRI Bontang. (Dok Pribadi: Indah Dwi Kurnia Febrianti).

Pengalaman magang saya tidak hanya berlangsung di balik meja kantor. Saya berkesempatan untuk mengikuti kegiatan yang berkaitan dengan UMKM dan melihat secara langsung aktivitas yang ada di lapangan. Pengalaman seperti ini membuat saya memahami bahwa perbankan tidak hanya berkaitan dengan aktivitas perbankan, tetapi juga memiliki hubungan dengan berbagai kebutuhan masyarakat, seperti memberikan wadah untuk pelaku usaha UMKM untuk mendukung, mengembangkan, dan memberdayakan usahanya.

Dokumentasi Kegiatan Bakti Sosial Bank BRI Kepada Lembaga Pemasyarakatan Bontang. (Dok Pribadi: Indah Dwi Kurnia Febrianti).

Hal lain yang tidak kalah menarik adalah ketika saya ikut dalam berbagai kegiatan rutin di lingkungan tempat magang salah satunya bakti sosial. Kegiatan tersebut membuat suasana magang tidak terasa monoton. Saya tidak hanya datang, mengerjakan tugas, lalu pulang, tetapi juga mendapatkan kesempatan untuk menjadi bagian dari aktivitas yang ada di lingkungan kerja. Bagi saya, pengalaman tersebut cukup berkesan karena memberikan kesempatan untuk melihat bagaimana dunia kerja dapat membawa saya bertemu dengan orang dan situasi yang sebelumnya belum pernah saya temui.

Saya mulai menyadari bahwa banyak hal yang saya dapatkan justru berasal dari pengalaman-pengalaman kecil. Belajar datang tepat waktu, belajar berkomunikasi dengan orang yang baru dikenal, belajar bertanya ketika belum memahami suatu pekerjaan, belajar untuk lebih teliti, bahkan belajar bagaimana menempatkan diri ketika berada di lingkungan kerja yang memiliki aturan dan kebiasaan yang berbeda dengan lingkungan perkuliahan.

Hal-hal tersebut mungkin tidak selalu ditemukan dalam materi kuliah. Di bangku perkuliahan, saya bisa mempelajari teori mengenai manajemen, pemasaran, pelayanan, maupun administrasi. Namun, ketika berada langsung di lingkungan kerja, saya baru benar-benar merasakan bagaimana teori tersebut dapat ditemui dalam aktivitas sehari-hari.

Magang adalah Proses Belajar

Bagi saya, magang ternyata bukan hanya tentang seberapa banyak pekerjaan yang bisa diselesaikan atau seberapa banyak pengetahuan tentang perbankan yang bisa dipelajari. Lebih dari itu, magang menjadi kesempatan untuk mengenal diri sendiri dan mengetahui kemampuan apa saja yang masih perlu dikembangkan sebelum benar-benar masuk ke dunia kerja.

Saya juga belajar bahwa tidak semua kegiatan harus selalu berjalan sesuai dengan apa yang dibayangkan. Ada saatnya harus beradaptasi, menunggu arahan, bertanya, atau mencoba memahami suatu pekerjaan dari awal. Justru dari proses tersebut saya mendapatkan pengalaman baru. Kalau sebelumnya saya mengira magang di bank hanya akan membuat saya lebih mengenal dunia perbankan, sekarang saya melihatnya dengan cara yang berbeda.

Dari Pengalaman Magang, Saya Belajar Lebih dari Perbankan

Saya mendapatkan pengalaman tentang administrasi, komunikasi, kerja sama, pelayanan, kegiatan lapangan, dan bagaimana beradaptasi dengan lingkungan kerja. Semuanya menjadi bagian dari proses belajar yang tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga membentuk kebiasaan dan cara saya menghadapi dunia kerja.

Jadi, realita magang di bank bagi saya bukan sekadar belajar tentang perbankan. Ada banyak cerita di baliknya. Ada pengalaman yang tidak masuk dalam materi kuliah, ada kegiatan yang awalnya terlihat sederhana tetapi ternyata memberikan pelajaran, dan ada proses beradaptasi yang membuat saya perlahan lebih siap mengenal dunia kerja. Inilah yang membuat pengalaman magang menjadi berbeda. Kita tidak hanya belajar tentang pekerjaan, tetapi juga belajar bagaimana menjadi seseorang yang mampu bekerja.