Saatnya Mahasiswa Berkontribusi Pada Kemajuan Pendidikan Melalui Kampus Mengajar

Mahasiswa Prodi Bimbingan dan Konseling Universitas Ahmad Dahlan
Tulisan dari indah Pratiwi Heriyanti tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kisah ini berawal dari sebuah kondisi yang membuat seluruh aktivitas manusia berubah. Tidak ada lagi yang bisa keluar rumah sembarangan, pergi berbelanja di toko depan rumah tanpa penutup hidung, tiada lagi siswa-siswi yang belajar dengan datang langsung ke sekolah. Mengapa hal tersebut bisa terjadi? Ya, sebuah pandemi yang diakibatkan oleh sebuah virus bernama Corona Virus yang kecil tapi sangat mematikan itu membuat seluruh sektor mengalami perubahan yang signifikan. Dampak dari pandemi ini sangat dirasakan oleh sektor pendidikan. Proses belajar mengajar yang dilakukan secara langsung sementara ini tidak bisa dilakukan. Kekhawatiran yang sangat besar untuk tidak menambah grafik pada jumlah orang yang terjangkit, merupakan sebuah pengantar kebijakan pemerintah agar pendidikan di masa pandemi tetap berlangsung.
Menentukan suatu kebijakan tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Hingga akhirnya, ditemukanlah sebuah kebijakan proses belajar dilakukan secara daring atau pembelajaran jarak jauh dengan memanfaatkan teknologi. Namun, apa yang harus dilakukan oleh sekolah yang jauh dari pusat kota, sinyal yang suka sekali menghilang, kuota yang tidak bisa diawetkan? Tentu menjadi tantangan baru bagi pendidikan. Terutama pada siswa sekolah dasar yang masih sangat perlu pendampingan secara langsung. Siswa Sekolah Dasar masih membutuhkan peran guru dan teman sebaya secara langsung.
Untuk membantu siswa dan guru di Sekolah Dasar terutama pada daerah 3T, Menteri Pendidikan Nadiem Makarim merespon dengan membuat program Kampus Mengajar yang merupakan salah satu dari kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka. Program Kampus Mengajar adalah suatu program yang bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada mahasiswa agar dapat berkontribusi secara langsung dalam dunia pendidikan, dan membantu siswa serta guru di Sekolah Dasar 3T. Mahasiswa terpilih akan ditempatkan pada Sekolah Dasar 3T di sekitar domisili tempat tinggal mereka. Untuk membantu pembelajaran literasi, numerasi, dan adaptasi teknologi. Mahasiswa yang lolos Kampus Mengajar akan mendapatkan benefit yang luar biasa, yaitu uang saku setiap bulan sebesar Rp. 1.200.000 dan diberikan selama program berlangsung yaitu 3 bulan, bantuan UKT Rp. 2.400.000, Sertifikat, serta pengalaman yang didapatkan secara langsung.
Dengan benefit tersebut tentu mahasiswa tidak akan melewatkan kesempatan. Mahasiswa yang mendaftar pada program Kampus Mengajar Angkatan 1 sejumlah 36.000 mahasiswa dengan mahasiswa lolos seleksi hanya 15.000 mahasiswa. Salah satu mahasiswa yang lolos adalah Indah Pratiwi, mahasiswa Program Studi Pendidikan Bimbingan Konseling, Universitas Ahmad Dahlan. Ia ditempatkan di salah satu Sekolah Dasar di Kecamatan Mandiraja, Kabupaten Banjarnegara.
Perjalanan dimulai, sebelum mulai mengajar mahasiswa melakukan lapor diri ke Dinas Pendidikan Kabupaten, dan lapor diri ke sekolah. Hal tersebut bertujuan agar mahasiswa mendapatkan izin dan mengetahui kondisi jalan dan kondisi sekolah penempatan. Jarak dari rumah mahasiswa lolos seleksi yaitu 27-30 KM. Akses jalan untuk melaluinya tidaklah terlalu sulit. Walaupun ia harus diantar bolak balik oleh orangtua karena ia belum bisa mengendarai motor. Kondisi fisik sekolah sudah terbilang cukup baik. Namun yang perlu diperbaiki adalah motivasi siswa dalam belajar. Berdasarkan hasil wawancara, sebagian besar orangtua siswa bekerja di luar kota. Serta pendidikan di lingkungan sekolah juga banyak yang belum bisa kuliah. Dan banyak yang hanya lulus Sekolah Dasar dan paling tinggi hanya SMA. Itupun masih sedikit. Dan anak-anak yang menempuh perkuliahan juga masih terbilang hanya bisa dihitung jari. Sehingga siswa di sekolah penempatan mempunyai motivasi belajar rendah, dan rendahnya semangat untuk dapat melanjutkan ke sekolah yang lebih tinggi setelah mereka lulus SD.
Hal tersebut menjadi sebuah tantangan mahasiswa untuk dapat merencanakan program yang menarik minat dan perhatian siswa untuk bisa mengikutinya. Program yang dicanangkan oleh mahasiswa seperti Bazar Profesi, Edukasi PHBS selama pandemi, mengenal emosi, Pembelajaran IPA, literasi membaca, membantu administrasi, dan membantu adaptasi teknologi. Program tersebut dilaksanakan dengan pembelajaran tatap muka terbatas. Program awal yang dilaksanakan adalah Edukasi Protokol Kesehatan.
Pada program ini, mahasiswa berkesempatan untuk membantu sekolah dalam mengikuti Lomba Vlog “Ayo Terapkan 3M (Mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak)” yang diadakan oleh Kwarran Mandiraja. Dengan bersaing bersama 20 sekolah, mahasiswa berhasil mengantarkan sekolah untuk mendapatkan Juara 2. Hal tersebut merupakan langkah awal mahasiswa untuk turut berkontribusi dalam membantu sekolah terutama administrasi dan pendidikan mengenai protokol kesehatan yang harus dilakukan. Program selanjutnya adalah bazar profesi, bazar profesi merupakan program untuk menanamkan wawasan karir pada siswa kelas 4-6 agar mereka dapat mengetahui berbagai macam jenis pekerjaan yang bisa dilakukan. Program diselingi dengan sharing pengalaman oleh mahasiswa, dalam rangka membangun hubungan yang dekat dan memotivasi siswa agar dapat terus melanjutkan pendidikannya. Program ini dilaksanakan dengan adaptasi teknologi menggunakan LCD proyektor. Tentu program tersebut merupakan program yang bagus untuk menanamkan wawasan karir dan merupakan pelaksanaan Bimbingan Karir dalam Layanan Bimbingan Konseling.
Program selanjutnya yaitu mengelola emosi. Siswa Sekolah Dasar memang sangat perlu untuk diberikan pemahaman bagaimana mereka bisa mengenal berbagai macam emosi baik itu emosi marah, sedih, takut, gembira, senang dan apa yang harus dilakukan ketika mereka mengalami emosi tersebut. Pelaksanaan program mengenal emosi, didalam bimbingan konseling termasuk kedalam layanan dasar bimbingan klasikal. Bimbingan klasikal adalah pemberian layanan yang dilakukan kepada sejumlah siswa atau rombongan belajar oleh konselor/guru bimbingan dan konseling kepada konseli/peserta didik dalam suasana kelas guna mengembangkan potensi peserta didik secara optimal. Selain program mengajar, membantu admistrasi juga dilakukan oleh mahasiswa. Salah satunya adalah pembenahan perpustakaan untuk Ruang Belajar Siswa. Buku ditata sedemikian rupa dan ruangan dibersihkan agar dapat menarik minat siswa dalam membaca. Selama menjalankan program tentu saja banyak tantangan yang dialami seperti kurangnya motivasi siswa untuk belajar sehingga banyak yang tidak fokus dan sering bercanda saat pelaksanaan program. Sulitnya mahasiswa dalam mengkondusifkan peserta didik, dan keterbatasan media pembelajaran yang digunakan. Sehingga mahasiswa harus inovatif dan kreatif untuk menciptakan media pembelajaran.
Hasil dari pelaksanaan program yang dilakukan oleh mahasiswa diantaranya, berhasil membantu sekolah dalam administrasi diantaranya banyak membantu untuk persiapan mengikuti lomba seperti Olimpiade IPA dan Matematika, Menyanyi, Pantomim, Menulis Cerpen, Membaca Puisi, walaupun tidak bisa semuanya mendapatkan juara, namun sekolah sangat terbantu karena dengan adanya mahasiswa, sekolah yang biasanya tidak mengikuti lomba tersebut jadi bisa mengikuti.
“Terimakasih kami ucapkan kepada adik-adik mahasiswa yang sudah membantu sekolah tidak hanya pada pembelajaran saja, namun mahasiswa siap direpotkan oleh guru-guru untuk membantu administrasi, dan tentunya kami sangat berterimakasih sudah memberikan pengalaman yang banyak untuk siswa karena mereka bisa mengikuti berbagai macam lomba. Walaupun adik-adik mahasiswa tidak bisa bertemu secara langsung dengan seluruh siswa, namun kami yakin siswa-siswi yang bertemu dengan kalian merasakan senang karena bisa belajar dengan kakak-kakaknya. Kami berharap Program Kampus Mengajar ini tetap berjalan untuk selanjutnya dan lebih bisa memberikan kontribusi yang baik” ujar Kepala Sekolah di SD penempatan.
Penulis : Indah Pratiwi Heriyanti, mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling, Universitas Ahmad Dahlan
