Konten dari Pengguna

Mengintegrasikan Soft Skill Dalam Kurikulum : Tanggung Jawab Guru Di Era Global

indahlutvianda

indahlutvianda

Mahasiswa Universitas Pamulang. prodi pendidikan ekonomi

ยทwaktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari indahlutvianda tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Di era globalisasi yang semakin modern, pendidikan tidak lagi sebatas pada pembinaan kemampuan berpikir kritis pada kelas aritmatika. Namun, kebutuhan akan soft skill (Interpersonal skill). komunikasi, kerjasama tim dan teknik pemecahan masalah menjadi semakin penting. Seorang guru harus memiliki kualitas kepemimpinan yang kuat dan pikiran terbuka agar dapat secara efektif mengintegrasikan soft skill ke dalam kurikulum dan memastikan bahwa siswa belajar lebih dari sekedar mata pelajaran akademis. Namun, hal ini juga bisa menjadi kekuatan yang kuat dan menawan di dunia modern yang terus berkembang

Alasan penting dalam globalisasi terutama dalam kurikulum merdeka belajar yang terfokus pada optimalisasi soft skill sebagai peningkatan karakter individu, selain dari sisi minat peningkatan hard skill yang ditekankan telah menjadi kunci keterampilan dan kemampuan secara faktor psikomotor siswa. Selain itu, perencanaan sekolah sangat penting untuk mengenali dan mengembangkan kemampuan unik setiap siswa, baik hard skill maupun soft skill, bersamaan dengan revisi kurikulum yang semakin relevan dengan kebutuhan dan keadaan lingkungan belajar.

Proses pembelajaran dikelas 1. Foto : Diambil langsung oleh penulis
zoom-in-whitePerbesar
Proses pembelajaran dikelas 1. Foto : Diambil langsung oleh penulis

Soft skill dalam kurikulum pendidikan juga dapat dipandang sebagai jenis keterampilan atau kemampuan yang dimiliki seorang guru untuk membantu siswa berkembang baik secara pribadi maupun selama proses pembelajaran agar mereka lebih siap berinteraksi dengan orang lain baik dalam kehidupan sosial maupun profesional. sayangnya, di era globalisasi ini, keberhasilan tanggung jawab guru-siswa terlihat dari kolaborasi media sosial, dan komunikasi virtual, serta kemampuan memberikan pengajaran yang efektif dan efisien kepada siswa menjadi faktor yang perlu dikembangkan lebih teliti. Oleh karena itu, guru perlu mampu mengatasi dua kompetensi soft skill utama yang merupakan komponen penting dari pembelajaran semacam ini.

Dua keterampilan soft skill yang harus dimiliki seorang guru dalam proses mengajar, diantaranya :

  1. Keterampilan seorang guru untuk mengelola dirinya sendiri (Intrapersonal), merupakan keterampilan yang diperlukan untuk menghadapi tuntutan yang berasal dari diri sendiri merujuk pada kemampuan terampil berpikir kreatif, kemampuan terampil berpikir kritis yang berguna dalam mengevaluasi kebenaran informasi secara bijak bersumber pada pikiran logis, keterampilan memahami dan menerima diri sendiri, keterampilan berpikir terbuka yang mampu menerima perbedaan dan perubahan dunia pendidikan yang ada serta keterampilan bijak dalam mengambil keputusan secara objektif.

  2. Keterampilan Interpersonal seorang guru, merupakan alat penting untuk memastikan bahwa kegiatan pembelajaran berbasis sekolah dilaksanakan secara efektif. Dalam hal ini komunikasi yang efektif antara guru dan siswa akan memberikan kontribusi terhadap efektifitas pengajaran di lingkungan sekolah. ada beberapa keterampilan interpersonal yang umum diketahui, dimulai dari kemampuan berkomunikasi secara efektif dan sopan, kemampuan berkolaborasi dengan guru lain untuk menyesuaikan diri dan menjadi mitra yang fleksibel. ketiga, memiliki rasa kepemimpinan yang kuat dalam mengajar. tekad dan ketekunan dalam mengatur waktu secara melodis. pada akhirnya, guru harus cepat dan efektif menyesuaikan diri dengan perubahan kurikulum guna menumbuhkan karakteristik siswa yang lebih matang.

Penting juga untuk diingat bahwa pengembangan soft skill pada guru harus didasarkan pada pengalaman dunia nyata, seperti meningkatkan kesadaran akan masalah etika, mendorong siswa untuk berpartisipasi dalam kegiatan ekstrakurikuler, mengembangkan aplikasi, melakukan penelitian komprehensif, dan membimbing mereka yang memiliki kemampuan baik. Selain itu, guru tanggung jawab dizaman pendidikan tersebut diketahui banyak tatangan, salah satunya kurikulum perubahan siswa karakter pendidikan guna bertujuan pendidikan yang lebih berkualitas. Namun, tatangan yang dihadapi guru dimasa globalisasi tidaklah kecil. terdapat perubahan kurikulum yang dilakukan baik dari kurikulum K13 menjadi kurikulum merdeka belajar, dimana kurikulum itu sendiri menitik beratkan terutama pada perolehan materi dan pengembangan standar kompetensi peserta didik dalam rangka memenuhi kebutuhan kritis pengembangan karakter dan keterampilan sosial. Namun, hal ini memerlukan upaya kolaboratif antara pendidik, pengembang kurikulum dan anggota masyarakat untuk menjadikan kurikulum lebih holistik dan cocok untuk pengajaran.

Proses pembelajaran dikelas 2. Foto : Diambil langsung oleh penulis

Terakhir, untuk mengembangkan soft skill secara efektif, guru juga harus didukung dengan pelajaran dan materi pembelajaran. pelatihan ini mencakup metode pengajaran inovatif, seperti pembelajaran berbasis proyek untuk membantu siswa mengembangkan keterampilan sosial mereka dalam lingkungan dunia nyata. Dengan demikian, keterbukaan pikiran seorang guru dapat dengan mudah diterapkan dalam proses pengajaran yang sesuai dengan materi yang telah dipelajari sebelumnya.

Kesimpulan :

Di dunia yang semakin terglobalisasi saat ini, memasukkan soft skill ke dalam kurikulum tidak hanya merupakan suatu keharusan bagi guru tetapi juga merupakan sarana belajar utama untuk memastikan bahwa siswa menerima pendidikan yang lebih relevan dan maju di era globalisasi ini. Selain itu, guru dapat memiliki soft skill yang sangat berharga untuk membantu siswa menjadi lebih baik dalam jangka panjang dan memberikan kontribusi positif kepada masyarakat sekitar.