Mahasiswa KKNT 146 MBKM UPN VETERAN JATIM Siap Kembangkan Kuliner di Kota Blitar

UPN VETERAN JAWA TIMUR
Tulisan dari Indah Miftaul Janah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pada saat ini, bisnis kuliner atau FnB (Food and Beverages) adalah satu bidang bisnis yang menjanjikan. Target pasar dari bisnis kuliner lebih luas jangkauannya dan hasil yang diperoleh cukup menguntungkan. Tak heran jika banyak orang yang terjun di dunia bisnis kuliner, salah satunya ialah Dian Asfiana. Seorang pemilik UMKM Meru Cake and Donut yang usahanya berlokasi di Jl. Manggar No. 39, Kelurahan Sukorejo, Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar.
UMKM Meru Cake and Donut berdiri sejak tahun 2002. Awal mula berdirinya usaha ini berawal dari hobi sang pemilik yang gemar memasak ataupun baking cake. Walaupun hanya berawal dari sebuah hobi, kue-kue yang dibuat memiliki rasa yang nikmat sehingga dapat diterima di kalangan masyarakat. Selain rasanya yang nikmat, harga yang dipasarkan masih cukup terjangkau sehingga banyak konsumen yang menjadi pembeli setia produk UMKM Meru Cake and Donut. Hal ini membuat UMKM Meru Cake and Donut masih bisa bertahan di tengah persaingan bisnis kuliner yang melanda.
UMKM milik Ibu Dian Asfiana ini memproduksi kue kering dan kue basah seperti nastar, kastengel, putri salju, lemper, martabak, pastel, dan kue-kue sejenis lainnya. Pemilik UMKM ini juga menerima pesanan segala macam kue yang dinginkan oleh pelanggan.
Walaupun UMKM Meru Cake and Donut masih dapat bersaing dengan kompetitor lain, tentunya bisnis ini tak lepas dari kendala-kendala yang dihadapi. Salah satu kendala yang dihadapi oleh UMKM ini yaitu kurangnya fasilitas yang memadai. Fasilitas merupakan aspek yang cukup penting dalam menunjang berjalannya suatu bisnis, terlebih bisnis kuliner. Fasilitas yang belum dimiliki oleh UMKM Meru Cake and Donut salah satunya adalah etalase. Selain untuk menyimpan kue, dengan adanya etalase dapat memudahkan pemilik untuk menata produk yang dihasilkan dengan rapi. Kendala lain yang dihadapi oleh UMKM Meru Cake and Donut yaitu kurang maksimalnya strategi marketing yang dilakukan. Seperti yang kita ketahui bahwa pemasaran melalui Digital Marketing merupakan hal yang penting guna membantu UMKM Meru Cake and Donut agar bisa berkembang dan dikenal lebih luas oleh masyarakat melalui Platform Online. Selain itu, terdapat kendala lain yang dihadapi oleh UMKM Meru Cake and Donut yaitu desain logo dan kemasan yang masih terbilang cukup sederhana. Logo sendiri merupakan hal terpenting bagi perusahaan salah satunya yaitu UMKM Meru Cake and Donut, karena logo merupakan suatu identitas bagi perusahaan agar konsumen dapat mengingat produk tersebut.
Dengan adanya kendala tersebut, Kelompok 146 KKN Tematik MBKM melakukan upaya untuk membantu UMKM Meru Cake and Donut melalui program kerja yang akan dilaksanakan, salah satunya pembuatan TTG (Teknologi Tepat Guna) yang berupa etalase kaca. Kelompok 146 KKN Tematik MBKM juga melakukan edukasi dan implementasi terkait pentingnya Digital Marketing. Salah satu bentuk implementasi dari program kerja ini yaitu rebranding. Rebranding yang dilakukan seperti pengaktifan kembali platform online (Instagram) yang telah dimiliki oleh UMKM Meru Cake and Donut. Dengan bantuan media sosial Instagram dapat memperluas jangkauan pemasaran. Selain melakukan rebranding, Kelompok 146 KKN Tematik MBKM juga mendesain ulang logo dan kemasan dengan persetujuan Ibu Dian Asfiana selaku pemilik UMKM Meru Cake and Donut. Upaya pembuatan logo yang dilakukan Kelompok 146 KKN Tematik MBKM ini membantu UMKM mendeskripsikan identitas usaha yang dimilikinya. Logo juga berfungsi sebagai pembeda antara UMKM Meru Cake and Donut dengan kompetitor lain. Selain logo, desain kemasan juga berpengaruh pada jalannya bisnis UMKM. Desain kemasan yang menarik dapat memunculkan nilai estetika sehingga menarik perhatian konsumen. Selain itu, kemasan juga menjadi aspek penting dalam penjualan karena kemasan menggambarkan produk yang ada di dalamnya. Tak hanya itu, Kelompok 146 KKN Tematik MBKM juga melakukan pendampingan dalam pembuatan banner, brosur, dan katalog menu produk yang dapat mempermudah konsumen untuk mengetahui produk apa saja yang tersedia pada UMKM Meru Cake and Donut serta dapat memperluas jangkauan pemasaran.
Upaya yang dilakukan oleh Kelompok 146 KKN Tematik MBKM ini diharapkan dapat membantu UMKM Meru Cake and Donut untuk menjangkau lebih banyak konsumen sehingga dapat meningkatkan pendapatan pada UMKM ini. Selain itu, UMKM ini dapat lebih dikenal oleh masyarakat luas khususnya masyarakat di Kota Blitar.
