Konten dari Pengguna

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di SMAN 25 Jakarta

Diambil dari Dokumen Pribadi Penulis
zoom-in-whitePerbesar
Diambil dari Dokumen Pribadi Penulis

SMAN 25 Jakarta pada hari Jumat pagi belajar keteladanan Akhlak Nabi Besar Muhammad SAW melalui Maulid Nabi Muhammad SAW. Semua civitas akademik dari guru siswa dan TU yang beragama Islam duduk bersimpuh dilapangan depan untuk giat ibadah dan pembiasaan di pagi hari. Dengan mengambil tema “Menyeimbangkan Ambisi Dunia Dan Ketenangan Hati Melalui Keteladanan Rosullah”.

Cuaca dipagi hari yang mendukung giat Maulid Nabi Muhammad SAW didahului dengan sholat Dhuha dipimpin secara langsung oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan dan Humas yakni Bapak Indar Cahyanto, M.Pd dan kemudian dilanjutkan tadarus surat pendek dimulai dari surat Dhuha hingga Surat Annas. Kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Maulid didukung oleh Ekskul Hadroh SMAN 25 Jakarta.

Acara dimulai dari sambutan Kepala SMAN 25 Jakarta, Ibu Triyem, S.Pd. M.Si yang menekankan pentingnya menjaga akhlak sebagaimana yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW. Salah satu poin manjaga akhlak adalah dengan menjaga dan melestarikan bumi dari kehancuran. Sehingga alam tetap Lestari dan terjaga dari tanga-tangan jahil yang mengotori lingkungan. Sudah selayaknya sebagai sekolah Adiwiyata SMAN 25 siswa SMAN 25 mampu menjaga merawat lingkungan denngan asri dan nyaman.

Kebiasaan memilah sampah dan pembuatan ekoenzim dalam penguatan nilai ko kurikuler serta HP yang sudah dikumpulkan di ruang BK merupakan pembiasaan yang harus dijaga dan dirawat serta dilestarikan dengan kesungguhatan hati yang penuh tanggung jawab. Kemudian proses pembelajaran literasi lingkungan yang sudah diberikan dapat diejawantahkan dalam kehidupan sehari-hari, Ucap ibu Triyem

Makna Maulid Nabi Muhammad SAW yang dibawakan oleh penceramah Bernama Ust. Fahmi Ghozali, S.S yang sehari bertugas di POLRES Jakarta Pusat sebagai Pembina Rohani. Dalam kesempatan ceramahnya beliau berpesan. Pertama menjaga akhlak dan moral ditengah gelombong komunikasi yang massif dengan mengambil contoh Sultan Muhammad Al-Fatih, atau yang biasa dikenal sebagai Mehmed II, ialah sosok penguasa Utsmaniyah yang ketujuh. Ia berkuasa pada tahun 1444-1446 dan 1451-1481. Selain itu, Mehmed II memiliki banyak keberhasilan di masa kepemimpinannya, tetapi yang paling bersejarah adalah keberhasilannya menaklukan Konstantinopel pada tahun 1453. Hal ini membuatnya mendapat julukan ‘Sang Penakluk’ atau Al-Fatih. Dengan contoh ini para siswa diajak untuk menjadi generasi yang pemberani mau untuk belajar memperbaiki diri.

Kedua, dalam ceramahnya menjaga adab dan sopan santun serta mendoakan kedua orangtua serta guru. Beliau mengingatkan seorang pelajar yang ingin sukses selain belajar dengan sungguh-sungguh yakni dengan menjaga adab dan sopan santun. Karena adab dan sopan santun itu menujukkan kepribadian yang unggul jika secara ajeg dijalankan dengan penuh istiqomah dalam kehidupan sehari-hari, Serta yang paling utama mendoakan kepada kedua orangtua serta guru.

Acara maulid Nabi besar Muhammad SAW ditutup dengan rangkaian doa bersama agar bangsa dan negara Indonesia selalu aman nyaman dan tenram, Doa untuk kedua orangtua dan guru SMAN 25 Jakarta serta doa untuk hadirin siswa sman 25 Jakarta. Doa yang khusyuk dipagi hari hari ditengah panas matahari pagi banyak harapan yang muncul agar siswa SMAN 25 Jakarta dapat menjadi penerus dan pewaris akhlak Nabi Muhammad SAW.

Kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAWmerupakan rangkaian pembelajaran dan pembiasaan sehari-hari Siswa SMAN 25 Jakarta. Serta merupakan program kerja tahunan Kesiswaan bidang pembinaan akhlak dan karakter siswa. Harapan yang muncul ke depan agar setelah peringatan Maulid ini siswa-siswi SMAN 25 Jakarta dapat tumbuh karakter yang positif sesuai cerminan akhlak Nabi Muhammad SAW.

Wakil kepala sekolah bidang kesiswaan Indar Cahyanto memberikan apresiasi yang positif kepada Ekstrakurikuler Rohani Islam dan Hadroh yang mampu menampilkan serta mempersembahkan acara maulid Nabi Muhammad SAW. Serta merupakan pembelajaran yang positif bagi perkembangan dan pertumbuhan karakter anak Rohani Islam dan Siswa-siswa SMAN 25 Jakarta.

Namun pada sisi yang lain menurut Waka Kesiswaan Siswa yang non Muslim beragama Kristen berkumpul di ruang ibadah Rohani Kristen berkumpul bersama guru dan siswa dipimpin oleh guru agama Kristen yakni bapak Jusron Sihombing. Acara hari ini merupakan wujud pembinaan kolektifitas yang telah berlangsung sekian lama di SMAN 25 Jakarta yang tetap dijalankan hingga saat ini. Ketika yang muslim melakukan ibadah yang non muslim juga berkumpul menjadi satu diruang pembinaan Rohani Kristen.Imbuh Indar Cahyanto.

Proses pembinaan siswa di SMAN 25 Jakarta merupakan salah satu kerangka disiplin yang telah terbina dan menjadi pembiasaan yang dilakukan oleh civitas akademika sman 25 jakarta. Pembinaan dan pembiasaan merupakan proses pembelajaran yang nantinya akan diterapkan oleh siswa-siswa sman 25 Jakarta kemudian hari.