Konten dari Pengguna

Kasih Seorang Ibu: Tentang Cinta, dan Musik

Mohammad Arsyil Azhiim

Mohammad Arsyil Azhiim

Mahasiswa Politeknik Negeri Jakarta

ยทwaktu baca 4 menit

comment
6
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Mohammad Arsyil Azhiim tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Genggaman seorang Ibu dan Anak (sumber : https://pixabay.com)
zoom-in-whitePerbesar
Genggaman seorang Ibu dan Anak (sumber : https://pixabay.com)

Wajahmu yang sudah keriput sedang melihat koran. Dia adalah sosok yang selalu ada di sampingku, mengajarkan banyak hal tentang kehidupan. Setiap pagi, dia bangun lebih awal untuk mencari nafkah demi menyambung hidup kami. Meski beban hidup terasa berat, dia tak pernah menyerah untuk memberikan yang terbaik bagi keluarga.

Kisah ini dimulai saat aku masih kecil, ketika Ibu mengajari aku cara berjalan pertama kali. Dia selalu tersenyum penuh kebahagiaan ketika aku berhasil melangkah dengan kukuh. Ibu adalah sosok yang selalu memberi dukungan dan semangat dalam setiap langkah hidupku.

Ketika aku mulai sekolah, dia menjadi tempatku bertanya tentang segala hal yang membuatku penasaran. Dia dengan sabar menjelaskan dan membimbingku untuk menjadi pribadi yang baik. Ibu adalah guru terbaik bagiku, dia mengajarkan aku arti kejujuran dan kerja keras.

Dia mengajariku cara bermain gitar, lagu pertama yaitu blowin in the wind oleh Bob Dylan. Alunan gitar dengan kunci dasar G membuat suasana ruang tamu menjadi hangat. Hari terus berganti kini aku mahir bermain gitar berkat teknik yang diajarkan Ibu dan lagu-lagu lama untuk didengar seperti, Elvis Presley, Johnny Cash, Rolling Stones, Pink Floyd, dan masih banyak lagi

Saat aku sakit, dia selalu ada di sampingku, merawat dan menghiburku dengan canda dan tawa. Ketika aku meraih prestasi, dia adalah orang pertama yang selalu memberi tepuk tangan dan pelukan hangat. Ibu adalah pahlawan dalam hidupku, dia berjuang tanpa henti untuk keluarga kami.

Di Kampus ketika aku ikut acara musik rock bersama teman-teman menyanyikan lagu dari The Ramones, mendengar kabar yang mengubah segalanya, ketika dokter memberitahu bahwa Ibu menderita penyakit diabetes. Setelah dari acara tersebut Aku bergegas ke rumah sakit. Keluarga sudah menunggu di sana, terkejut dan terpukul mendengar berita itu, tapi Ibu tetap tegar dan tidak pernah mengeluh.

Dia berusaha menjalani hidup dengan semangat, meski tubuhnya semakin lemah dan sakit. Melihat Ibuku dalam keadaan seperti itu membuat hatiku hancur dan pilu. Kami sekeluarga berusaha memberikan dukungan dan kasih sayang sebanyak mungkin kepada Ibu.

Setiap hari, aku menghabiskan waktu di sampingnya, bercerita dan menemani Ibu. Meski dalam kondisi sakit, dia tetap memberi nasihat dan arahan untuk masa depanku. Waktu terus berlalu, dan hari demi hari, kondisi Ibu semakin memburuk. Saat-saat terakhirnya, aku tidak bisa menahan air mata melihatnya menderita begitu hebat.

Namun, meski dalam penderitaan, Ibu tetap tersenyum dan meminta kami untuk kuat. Pada suatu malam yang hening, Ibu memanggilku untuk duduk di samping tempat tidurnya. Dia menggenggam tanganku erat dan berkata dengan suara lemah namun penuh cinta.

Dia bercerita tentang masa kecilku dan semua kenangan indah yang telah kita lewati bersama. Setiap kata yang keluar dari bibirnya bagaikan memotong hatiku menjadi berkeping-keping. Ibu meminta maaf karena tidak bisa menjadi Ibu yang sempurna bagiku. Dia mengatakan betapa bangganya dia padaku dan betapa besar cintanya padaku, Aku merasa hancur dan tak bisa menahan tangisanku lagi.

Meskipun sulit, aku mencoba tersenyum dan mengatakan betapa besar rasa cintaku padanya. Ibu tersenyum tipis, dan matanya mulai terpejam perlahan. Dia meninggalkanku dengan kenangan indah yang akan kuhargai sepanjang hidupku. Kehilangan Ibu adalah pukulan terberat yang pernah kualami dalam hidup ini.

Saat itu teringat momen dengan Ibu bernyanyi bersama mendengarkan lagu Bob Dylan. Semakin mengingat momen-momen itu aku semakin sedih dan senang secara bersamaan. Aku merasa campur aduk apabila terus mengingat momen bersama Ibu.

Namun, aku tahu bahwa dia akan selalu ada di hatiku, membimbingku dari tempat yang jauh. Setiap langkah yang kuambil, setiap keputusan yang kuambil, akan kupertanggungjawabkan padanya. Ibu, engkau adalah pahlawan sejati dalam hidupku, dan aku akan selalu merindukanmu.

Kehadiranmu tetap terasa meski kini kau telah pergi meninggalkan dunia ini. Setiap kali aku melihat langit, aku tahu bahwa kau sedang melihatku dari sana. Kenangan indah bersamamu akan selalu menjadi cahaya di tengah kegelapan hidupku. Ibu, aku berjanji untuk menjaga kebaikan dan kebijaksanaanmu.

Meski kau tak lagi berada di sini, namun cintamu akan terus mengalir dalam hatiku. Kisah hidupmu akan terus menjadi inspirasi bagiku. Aku akan mengenang setiap kata dan pelajaran yang pernah kau berikan padaku. Saat kuhadapi kesulitan, aku akan mengingat nasihat-nasihatmu yang bijaksana.

Engkau adalah contoh teladan tentang bagaimana menjadi Ibu yang hebat. Aku berterima kasih atas segala pengorbanan dan cinta yang telah kau berikan padaku. Walau Ibu telah tiada, namun kenangan tentangmu akan selalu hidup dalam hatiku. Setiap kali aku mengingatmu, hatiku dipenuhi oleh rasa sayang dan kehangatan.

Aku berjanji akan menjaga dan melindungi keluarga kita seperti yang telah kau lakukan. Meski kau telah pergi, namun kebaikan dan kasih sayangmu akan selalu ada.

Ketika aku memandang wajahmu dalam galeri ponsel, aku merasa seakan kau masih di sini bersamaku. Setiap kali aku melewati tempat-tempat yang pernah kita kunjungi bersama, aku merasa kau ada di sampingku. Aku merindukan pelukan hangatmu dan senyuman lembutmu yang selalu menghibur.