Gerak Tanaman Herbal

observer: seni, fotografi dan perjalanan sekitaran
Tulisan dari Bahtiar Dwi Susanto tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Gerak Tanaman Herbal disingkat GETAH. Sebutan untuk mendeskripsikan cita-cita sederhana nan mulia, yakni menginventarisir tanaman disekitar yang bermanfaat sebagai tanaman herbal.

GETAH dapat juga disebut inisiatif dari pengejawantahan dari apa yang disebut 'Apotik Hidup'. Namun yang berbeda dari kegiatan yang beralamatkan di Desa Manggis Kaliloka Kec. Sirampog Kab. Brebes ini adalah terintegrasinya beberapa kegiatan dalam satu 'ruang' seperti:
Inventarisir tanaman herbal disekitar
Membuat laboratorium 'Apotik Hidup'
Pengolahan sebagai bahan pengobatan alternatif (herbal)
Melakukan edukasi kepada penderita beberapa penyakit dengan alternatif pengobatan herbal
Konon cita-cita ini didorong oleh fakta bahwa begitu banyak masyarakat tidak lagi 'merawat' kearifan lokal warisan leluhur dalam alternatif pengobatan, sehingga begitu saja menyerahkan 'nasib' pada obat-obatan pabrik.
Dalam waktu yang relatif singkat, GETAH yang baru memulai kegiatannya sebelum akhir tahun 2023 telah memiliki produk olahan yang bekerjasama dengan para petani sekitaran, yakni Teh Daun Kelor. Tanaman yang sempat dianggap sebagai makanan kambing ini, kini mulai dikenal memiliki banyak manfaat dan kandungan yang dibutuhkan oleh tubuh. Diantaranya:
Mengandung banyak antioksidan
Mengandung nutrisi untuk tubuh
Memiliki kandungan anti inflamasi
Mengandung berbagai senyawa seperti senyawa fenolik, flavonoid, betakaroten, zeaxanthin, tain dan lutein.
Sumber Vitamin C
Beberapa hal dari GETAH yang masih diupayakan:
Mendistribusikan tanaman obat ke penduduk khusus penderita penyakit yang membutuhkan alternatif pengobatan
Mengembangkan produk olahan tanaman herbal
Branding 'Desa Herbal' untuk Desa Manggis Kaliloka Kec. Sirampog Kab. Brebes
Semoga
