Konten dari Pengguna

Menggugah Lahirnya Karya Seni untuk Krisis Kemanusiaan

Bahtiar Dwi Susanto

Bahtiar Dwi Susantoverified-green

observer: seni, fotografi dan perjalanan sekitaran

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Bahtiar Dwi Susanto tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mari sejenak mengalihkan pandangan pada perang yang sedang terjadi di Gaza, pemberitaan media menyebutkan Otoritas kesehatan Gaza pada Jumat (27/10/2023) melaporkan setidaknya 481 orang tewas dalam serangan udara Israel dalam 24 jam terakhir. Secara total, 7.028 warga Palestina telah terbunuh sejak dimulainya konflik terbaru, di mana 66% di antaranya adalah perempuan dan anak-anak.

Illustrasi dibuat dengan Deep Dream/ Bahtiar Dwi Susanto
zoom-in-whitePerbesar
Illustrasi dibuat dengan Deep Dream/ Bahtiar Dwi Susanto

....

Perang perang lagi

Semakin menjadi

Berita ini hari

Berita jerit pengungsi

Lidah anjing kerempeng

Berdecak keras beringas

Melihat tulang belulang

Serdadu boneka yang malang

Tuan tolonglah tuan

Perang dihentikan

Lihatlah ditanah yang basah

Air mata bercampur darah

Bosankah telinga tuan

Mendengar teriak dendam

Jemukah hidung tuan

Mencium amis jantung korban

....

Illustrasi dibuat dengan Canva/ Bahtiar Dwi Susanto

Sepotong bait lagu Iwan Fals berjudul Puing II ini mengingatkan akan kejamnya perang, merupakan lanjutan dari lagu Puing yang dirilis tahun 1983. Iwan Fals dalam lagu-lagunya sungguh konsisten berempati pada persoalan kemanusiaan entah tentang pembalakan hutan, bencana gunung, tabrakan kapal mau pun perang secara umum di belahan dunia lain.

Sampai hari ini penulis belum mendengar 'respon' para seniman entah dalam bentuk media seni apa saja dalam menyuarakan perdamaian. Ini penting untuk menunjukkan solidaritas internasional apalagi Indonesia merupakan negara yang menganut politik internasional bebas aktif.

Semoga dalam momentum waktu dekat seniman Indonesia bisa hadir dan tampil untuk membangun solidaritas internasional, membuat karya seni visual atau pun audio visual yang disebarkan melalui media sosial untuk memberi dukungan pada korban perang. Konflik Gaza memang persoalan pelik yang selalu berulang setiap saat, dan mengundang perdebatan dalam berbagai prespektif. Namun alangkah baiknya, seniman -Indonesia, bisa memprakarsai aksi solidaritas bertema krisis kemanusiaan akibat perang yang tak kunjung berakhir di Gaza.

Salma Khaled, perempuan yang terpaksa meminum obat memperlambat datangnya masa haid akibat kurangannya pasokan air dan pembalut di kawasan Gaza/ Illustrasi menggunakan Deep Dream Generator oleh Bahtiar Dwi Susanto.
Illustrasi simbol solidaritas atau dukungan terhadap Palestina, dibuat dengan Canva/ Bahtiar Dwi Susanto
Illustrasi dibuat dengan Canva/ Bahtiar Dwi Susanto

Demi kemanusiaan....