Konten dari Pengguna

Resiliensi, Pameran Seni Rupa Vindi Ariella (Penyintas Bipolar)

Bahtiar Dwi Susanto

Bahtiar Dwi Susantoverified-green

observer: seni, fotografi dan perjalanan sekitaran

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Bahtiar Dwi Susanto tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Poster Pameran/ Dokumen Vindy Ariella
zoom-in-whitePerbesar
Poster Pameran/ Dokumen Vindy Ariella

Resiliensi adalah kemampuan seseorang dalam mengatasi; melalui, dan kembali kepada kondisi semula setelah mengalami kejadian yang menekan. Resiliensi berasal dari bahasa latin “re-silere” yang memiliki makna bangkit kembali.

Vindy Ariella kiranya merupakan salah satu diantara penyintas bipolar yang menggunakan media seni (rupa) sebagai terapi; menemani kondisi-kondisi psikologis tertentu yang dirasakannya. Joko Kisworo, sebagai kurator pameran menuliskan bahwa karyanya adalah saksi perjuangan; sebuah simbol untuk terus menjalani hidup dengan penuh rasa syukur dan diharapkan mampu memantik kepada semua kalangan bahwa hidup bukan hanya sekdar begitu saja, namun haruslah dimaknai pada setiap detak jantung dan napasnya.

Pameran yang digelar di Neha Hub Cilandak ini telah berlangsung sejak 19 November sampai 11 Desember 2023. Pameran ini tentu saja sangat bagus sebagai media edukasi bagi masyarakat umum yang mempunyai relasi keluarga dengan penyandang bipolar, sekaligus memberi apresiasi terhadap karya-karya seni rupa Vindy Ariella, terlepas dari kekhususannya sebagai penyintas bipolar.

Selamat menikmati.

Vindy Ariella sedang berbincang dengan pengunjung/ Bahtiar Dwi Susanto
Karya-karya Vindy Ariella/ Bahtiar Dwi Susanto
Pengunjung tengah mengamati karya/ Bahtiar Dwi Susanto
Karya-karya Vindy Ariella/ Bahtiar Dwi Susanto
Karya-karya Vindy Ariella/ Bahtiar Dwi Susanto
Karya Vindy Ariella/ Bahtiar Dwi Susanto
Karya Vindy Ariella/ Bahtiar Dwi Susanto