Dari Limbah Menjadi Inovasi : CLARIASFI UNY Kembangkan Biomaterial Tulang Lele

Mahasiswa program studi Biologi di Universitas Negeri Yogyakarta
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Indra Falen Utomo tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tim Program Kreativitas Mahasiswa bidang Riset Eksakta (PKM-RE) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) melalui CLARIASFI mengembangkan inovasi biomaterial berbasis nano-hidroksiapatit (n-HAp) dari limbah tulang ikan lele sebagai kandidat sistem penghantaran obat antiretroviral untuk HIV gestasional. Tim yang terdiri atas Dwi Rizki Lestari sebagai ketua, Yasmin Aulia Nabila Putri, Faishal Azka Maulana, Indra Falen Utomo, dan Harum Ambarwati Harti berada di bawah bimbingan Dr. Mona Sari, S.Pd., M.Sc. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Biomaterial, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Departemen Pendidikan Fisika UNY serta Laboratorium Mikrobiologi, Fakultas Kedokteran UNY.
Penelitian diawali dengan koordinasi tim, studi literatur, serta persiapan alat dan bahan, kemudian dilanjutkan dengan preparasi limbah tulang ikan lele sebagai bahan dasar sintesis n-HAp. Material hasil sintesis selanjutnya dikombinasikan dengan polimer biodegradable PLGA dan dikembangkan dalam sistem In Situ Forming Implant (ISFI) untuk mendukung pelepasan obat secara terkendali.
Tahapan penelitian dilanjutkan dengan karakterisasi fisikokimia material dan pengujian pelepasan obat secara in vitro menggunakan UV-Vis. Seluruh rangkaian dilakukan melalui kegiatan laboratorium, pengumpulan data, analisis, serta evaluasi bersama dosen pembimbing.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi PLGA 15 wt% memiliki performa paling optimal sebagai kandidat implant pelepasan obat. Hasil tersebut sekaligus menjawab tujuan penelitian dalam mengembangkan biomaterial berbasis n-HAp dari limbah tulang ikan lele yang dikombinasikan dengan PLGA sebagai kandidat sistem penghantaran obat dengan pelepasan terkendali. Ke depan, hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam pemanfaatan limbah tulang ikan lele sebagai biomaterial bernilai tambah serta mendukung pengembangan sistem penghantaran obat untuk terapi HIV gestasional.
