Ibu-ibu Petani Kendeng Berdialog dengan Kepala Staf Kepresidenan

Petani Kendeng yang mengecor kakinya dengan semen berdialog dengan Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki. Dengan kaki dicor, ibu-ibu itu didorong dengan troli masuk ke kantor Teten.
Dialog digelar pada, Senin (20/3) sore. Ikut bersama mereka Koordinator KontraS Haris Azhar. Sedang bersama Teten ada Dirjen Planologi KLHK San Afri Awang.

"Jadi ini kan bukan hanya Semen Indonesia tapi semuanya. Di kawasan Pegunungan Kendeng, semua. Sehingga kami ada dua studi (Kajian Lingkungan Hidup Strategis) KLHS. Tahap pertama khusus cekungan air tanah Watu Putih, kedua kawasan Kendengnya," kata Dirjen Planologi KLHK Safri Awang usai diskusi tertutup kepada wartawan.
Menurut Safri, untuk semen Indonesia hanya di Watu Putih daerah Rembang. "Kalau KLHS Rembang ini bisa selesaikan akhir bulan ini. Kita enggak nunggu tim geologi dari ESDM. Kita pakai indikator sendiri," imbuh dia.

Sementara menurut Koordinator KontraS Haris Azhar, pihaknya menyampaikan apa yang terjadi di Kendeng. Ada pemidanaan yang dilakukan pada beberapa warga.
"Presiden kan bilangnya tunggu KLHS. Ini kan menunggu KLHS tapi mereka-mereka malah ngacak-ngacak di lapangan. Bikin statemen perusahaan itu bakal berdiri bulan April lalu Ganjar (Gubernur Jateng) memberikan izin soal ini. Ya itu aja. Semua sepakat nunggu KLHS. Eh tiba tiba polisi midanain beberapa orang. Kedua, Ganjar nerbitin izin. Ketiga, semen tetap operasi. Tiga hal ini berarti kan omongannya presiden enggak digubris," tegas dia.
Sedang menurut Teten, semuanya sudah dilakukan koordinasi. Semua pihak menaati termasuk Semen Indonesia. Pihak kepolisian, juga dikoordinasikan oleh Teten terkait kasus pidana warga.

