• 0

Keong Mas Si Hama Padi itu Ternyata Berguna untuk Bahan Kosmetik

Keong Mas Si Hama Padi itu Ternyata Berguna untuk Bahan Kosmetik


Peneliti IPB Memburu Khasiat Keong Mas

Peneliti IPB Memburu Khasiat Keong Mas (Foto: Humas IPB BHPH IPB)
Telur keong mas ternyata bisa menjadi bahan untuk kosmetik. Penelitian dari Guru Besar Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof. Dr. Nurjanah dan Dr. Asadatun Abdullah beserta mahasiswa bimbingannya menemukan manfaat tersebut.
Keong mas merupakan siput air tawar yang berasal dari Amerika Selatan. Selama ini keong mas dikategorikan sebagai hama tanaman padi serius dan sulit diberantas. Hal tersebut disebabkan kemampuan adaptasinya yang tinggi, sehingga dapat hidup di berbagai tipe habitat serta daya reproduksinya tinggi.
"Dulu, keong mas awal kehadirannya jadi musuh bagi petani. Keong mas bisa menghabiskan padi dengan waktu yang singkat dalam luas hektaran," terang Nurjanah seperti disampaikan dalam siaran pers IPB, Rabu (11/10).
Telur keong mas sendiri memiliki warna menarik sebagai sumber pigmen alami. Untuk menghasilkan pigmen keong mas Dr. Asadatun Abdullah mengekstraksi telur keong mas menggunakan pelarut yang sifatnya polar dan semi polar dengan pra perlakuan tertentu. Ekstrak pigmen yang dihasilkan memiliki warna yang sangat menarik dan cerah.
“Harapannya adalah pigmen yang dihasilkan ini memiliki potensi untuk diaplikasikan sebagai pewarna alami kaya antioksidan, terutama dalam bidang kosmetik yang akan diteliti lebih lanjut," terangnya.
Kandungan telur keong mas ini berpotensi sebagai bahan baku obat farmaseutika dan nutraseutika. Antioksidan yang terkandung dalam keong mas berkhasiat untuk mencegah radikal bebas. Rekan penelitian Dr. Asadatun Abdullah, Prof. Nurjanah juga menambahkan bahwa secara empiris dengan diberikannya keong mas untuk ikan dan lebih baik baik dari sisi perkembangan serta pertumbuhan. Hal yang demikian pun terjadi pada ayam dan bebek.
Kedepannya, Dr. Asadatun Abdullah bersama Prof. Nurjanah akan terus melakukan pengembangan pigmen dari keong mas yang merupakan hama bagi petani, namun ternyata memiliki banyak manfaat untuk kesehatan.
"Masih perlu pengembangan lebih lanjut yang tentu saja akan menghasilkan inovasi-inovasi kembali," kata Dr. Asadatun.

NewsIPBPendidikan

presentation
500

Baca Lainnya