Menteri Susi: Seafood Indonesia Dikejar Banyak Negara

Siapa suka makan seafood? Asal tahu saja makanan seafood Indonesia ternyata dikejar banyak negara. Harganya di luar negeri juga mahal. Karena itu tidak heran kalau Menteri Kelautan Susi Pudjiastuti sekuat tenaga mengamankan laut Indonesia dari penjarahan kapal asing.
Baca juga: Advokasi Susi untuk ABK Indonesia di Jepang
"Dengan tekanan-tekanan kebutuhan dan demand dunia akan seafood, seafood yang kita punya akan dicari dan dikejar oleh banyak negara," jelas Susi dalam keterangan yang diberikan Humas KKP, Kamis (20/4).
Menteri Susi mengingatkan, KKP baru berhasil mencapai 40% tambahan tangkapan ikan dari target yang telah dibuat. Menurutnya, target tambahan tangkapan ikan ini bukan untuk diekspor semua, melainkan utamanya untuk peningkatan kualitas manusia Indonesia.
Bukan berarti kita tangkap terus harus kita ekspor semua. Kita harus ingat ini adalah pangan, kita harus memastikan dulu ini cukup untuk bangsa kita. Lebihnya, itu yang kita ekspor. Benar devisa penting, tetapi kualitas manusia-manusia Indonesia juga sangat penting. Saya ingatkan kepada bapak-bapak semua, utamakan untuk bangsa kita dahulu
Menteri Susi juga mengungkapkan keprihatinannya atas angka stunting index anak-anak Indonesia yang sangat tinggi. Berdasarkan data 2003-2013, stunting index anak-anak Indonesia mencapai 39%, artinya 1 dari 3 anak-anak Indonesia tumbuh kuntet.
“Seperti tikus mati di lumbung padi. Ikan banyak, tapi anak-anak Indonesia tidak cukup tumbuh sehat,” kata Menteri Susi.
“Saya harap, Bapak dan Ibu semua konsisten dan tetap jaga integritas. Saya bangga dan senang dan bersyukur kita sempat menjaga ini sebelum habis,” tandas Menteri Susi dalam arahan kepada jajarannya.
