PKS Geram dengan Akun Twitter Febri Amrullah

kumparanNEWSverified-green

clock
google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
4
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Akun palsu Febri Amrullah (Foto: Twitter)
zoom-in-whitePerbesar
Akun palsu Febri Amrullah (Foto: Twitter)

PKS menjadi korban yang pencatutan di media sosial twitter. Adalah akun @febriamarullah yang mengaku-ngaku sebagai kader PKS. Akun Febri itu menantang salah satu pengurus NU, Nadirsyah Hosen @nadir_monash dengan membawa-bawa nama Korsad PKS.

Terang saja, cuitan menantang akun @febriamarullah itu memancing keriuhan. Bahkan Banser sudah siap turun membela Nadirsyah. Karena akun Febri Amrullah itu, sempat muncul salah paham dari Banser ke PKS.

X post embed

Akun Febri Amrullah (di akunnya ditulis @febriamarullah) itu sendiri, menyambar kicauan Nadirsyah yang tengah mengkritik doa pengurus PKS Tifatul Sembiring kepada Jokowi saat sidang MPR lalu.

X post embed

Kicauan Febri yang bernada menantang itu dijawab Nadirsyah. Hingga akhirnya sempat terjadi prasangka kepada PKS.

"Awalnya akun itu seolah-olah membela Ustaz Tifatul, meminta dan memprovokasi @na_dirs untuk minta maaf. Lalu membuat statment seolah Korsad menunggu perintah Ustaz Tifatul untuk memberi pelajaran ke Nadirsyah. Dan lalu Nadirsyah melayani tantangan tersebut dengan memention pimpinan-pimpinan Ansor," kata Wasekjen PKS Mardani Ali Sera kepada kumparan.

X post embed

Penjelasan soal akun @febriamarullah ini juga datang dari Juru Bicara PKS Dedi Supriadi. Menurut Dedi akun itu mencatut sebagai kader PKS.

"Itu bukan gaya kami dalam bermedia sosial," terang Dedi.

Dedi mengungkapkan, seorang kader PKS, dalam bermedia sosial, ada aturannya. Mereka diminta memanfaatkan media sosial untuk menyebarkan kebaikan, rahmat dan dakwah.

"Tidak diperkenankan untuk membuat permusuhan dan keresahan di tengah publik. Mengisi dengan konten-konten positif dan membangun," tegas Dedi.

X post embed

Bahkan, di PKS, diajarkan bagaimana soal UU ITE. Jadi, ada panduan bermedia sosial dan juga konsekuensi hukum.

"Kalau terkait UU ITE ya kami bantu sosialisasikan karena ketentuan negara dalam bentuk UU kan harus ditaati," tegas Dedi.

Walaupun demikian, terkait pencatutan tersebut, PKS tidak berniat melaporkan akun Febri Amarullah itu ke kepolisian.

"Terlalu banyak yang kayak gitu. Nanti kerjaan kita cuma nuntutin orang. Yang penting, yang merasa ditantang mengerti dunia medsos itu kayak gimana. Enggak terprovokasi," tutup dia.

Ilustrasi Twitter. (Foto: REUTERS/Kacper Pempel)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Twitter. (Foto: REUTERS/Kacper Pempel)