'Polri Tak Butuh Perwira Ayam Sayur yang Mudah Menyerah'

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Perwira polri yang akan mengikuti Sespimmen.  (Foto: dok. SDM Polri)
zoom-in-whitePerbesar
Perwira polri yang akan mengikuti Sespimmen. (Foto: dok. SDM Polri)

265 Perwira Polri berpangkat Komisari Polisi (Kompol) dan AKBP menerima pengarahan di ruang rapat utama (Rupatama) Mabes Polri. As SDM Polri Irjen Arief Sulistyanto memberikan pesan agar para perwira polisi ini menjadi pemimpin yang berkualitas. Selain Arief, Kadiv Propam Polri Irjen Idham Aziz juga memberikan pengarahan.

Para perwira menengah ini adalah para calon perwira siswa Sespimmen Polri yang yang telah lolos seleksi beberapa waktu lalu untuk mengikuti pendidikan pimpinan menengah Polri selama 7 bulan. Pengarahan dilakukan pagi tadi, Senin (27/3).

"Proses seleksi yang dilalui oleh para perwira telah dilakukan secara obyektif dan transparan, diharapkan dengan proses yang ketat akan dapat dipilih calon pemimpin Polri masa depan yang berkualitas. Langkah ini merupakan sebagian dari program reformasi internal Polri," tegas Arief.

Perwira polri yang akan mengikuti Sespimmen.  (Foto: dok. SDM Polri)
zoom-in-whitePerbesar
Perwira polri yang akan mengikuti Sespimmen. (Foto: dok. SDM Polri)

Arief menegaskan bahwa pendidikan adalah proses trasformasi nilai-nilai leadership dan kemampuan profesionalitas, para perwira harus mengikuti seluruh proses pendidikan dengan benar melalui pendekatan "process oriented".

Dengan proses yang benar maka akan diperoleh hasil didik yang berkualitas. Transformasi moral dan nilai-nilai profesionalitas serta leadership menjadi landasan utama bagi pemimpin Polri masa depan.

"Untuk dapat menghadapi tantangan yang semakin kompleks diperlukan pemimpin-pemimpin yang tangguh, memiliki komitmen dan integritas serta strong leadership. Oleh karena itu selama proses pendidikan diharapkan mampu mengubah dan menggembleng para perwira menjadi pemimpin dan petarung yang tangguh untuk memimpin Polri ke masa depan," beber Arief.

Jangan jadikan pendidikan Sespimmen ini hanya sebagai formalitas untuk memperoleh ijazah. Polri tidak memerlukan itu tetapi yang diperlukan adalah kapasitas dan kompetensi. Polri memerlukan perwira yang tegas dan tangguh bukan perwira ayam sayur yang lembek dan mudah menyerah

Arief juga menekankan agar para perwira segera memantapkan diri untuk memilih menjadi yang terbaik.

"Hidup ini adalah pilihan, jangan salah pilih dan yang menentukan masa depan kita adalah diri kita sendiri. Oleh karena itu jadilah diri sendiri dan mulai membangun diri untuk menjadi Bhayangkara sejati," tutup Arief.