Konten dari Pengguna

Pondok Pengayom Satwa, Rumah Bagi Anjing dan Kucing Tak Bertuan

Indra Subagja

Indra Subagjaverified-green

Jurnalis kumparan

clock
comment
26
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Indra Subagja tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kucing terlantar diurus di Pondok Pengayom Satwa. (Foto: Jihad Akbar/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Kucing terlantar diurus di Pondok Pengayom Satwa. (Foto: Jihad Akbar/kumparan)

Suara gonggongan anjing dan suara kucing bersahutan di komplek Pondok Pengayom Satwa di Jalan RM Harsono, Ragunan, Jakarta. Selasa (28/3) sore kumparan (kumparan.com) bertandang ke lokasi penampungan satwa tak bertuan yang siap untuk diadopsi.

Baca juga: Pria Asal Dubai Umpankan Kucing untuk Dimakan Anjing

Memasuki komplek Pondok Pengayom Satwa, kumparan disapa oleh beberapa ekor anjing dan kucing yang berkeliaran. Tim dokter Pondok Pengayom Satwa, Hadi Wibowo mengatakan Pondok Pengayom Satwa merupakan satu-satunya lokasi penampungan di Jabodetabek.

 "Satwa yang tidak berpemilik, tetapi saat ini sudah tidak mampu menampung lagi," kata Hadi.

Anjing dan kucing ini diperoleh dari orang yang menitipkan karena tidak mampu merawat lagi.

Kucing terlantar diurus di Pondok Pengayom Satwa. (Foto: Jihad Akbar/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Kucing terlantar diurus di Pondok Pengayom Satwa. (Foto: Jihad Akbar/kumparan)

Di Pondok Pengayom Satwa saat ini terdapat sekitar 70 ekor anjing dan 80 ekor kucing. Mereka ditampung dan dirawat 19 orang pekerja, termasuk tiga dokter, setelah pemilik lama menelantarkan atau tak sanggup lagi merawatnya. 

Bagi pecinta satwa, khususnya anjing dan kucing, yang berkeinginan untuk mengadopsi Hadi menuturkan dapat langsung berkunjung ke pondok. Tak terlalu rumit untuk mengadopsi anjing atau kucing itu. Menurutnya yang terpenting adalah komitmen untuk merawat satwa adopsi. 

"Nanti dia (calon adopter) lihat-lihat kucing, anjingnya, terus dia cocok nanti isi kontrak adopsi bahwa dia mau merawat memelihara anjing kucingnya dengan baik," ungkap Hadi. 

Kucing terlantar diurus di Pondok Pengayom Satwa. (Foto: Jihad Akbar/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Kucing terlantar diurus di Pondok Pengayom Satwa. (Foto: Jihad Akbar/kumparan)

Persyaratan selanjutnya adopter harus membawa satwanya kembali ke Pondok Pengayom Satwa sebulan setelah adopsi. Hal itu dilakukan untuk memastikan satwa mendapatkan perawatan dengan baik. 

"Sebulan cek kesini, kalau diperlukan nanti kami lihat ke tempat adopter jika ada info perawatan kurang baik," ujarnya. 

Untuk biaya adopsi anjing lokal sebesar Rp 210 ribu dan ajing ras senilai Rp 400 ribu. Sedangkan untuk kucing lokal senilai Rp 60 ribu serta kucing ras senilai Rp 200 ribu. 

video youtube embed

Biaya tersebut nantinya akan digunakan untuk operasional Pondok Pengayom Satwa, seperti penyediaan makanan, kesehatan, dan perawatan satwa. 

Selain melayani adopsi satwa terlantar, Hadi menambahkan, pihaknya juga melayani penitipan, praktek dokter hewan,  pemandian kucing, hingga kremasi dan pemakaman satwa. 

Tertarik mengadopsi?

Pondok Pengayom Satwa. (Foto: Jihad Akbar/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Pondok Pengayom Satwa. (Foto: Jihad Akbar/kumparan)