Presidium Alumni 212 Mengaku Tak Dibayar Hary Tanoe

kumparanNEWSverified-green

clock
google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ketua Presidium Alumni 212, Ansufri Idrus Sambo (Foto: Aria Pradana/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Ketua Presidium Alumni 212, Ansufri Idrus Sambo (Foto: Aria Pradana/kumparan)

Ketua Presidium Alumni 212 Ansufri Idrus Sambo memberi penjelasan perihal aksi ke Komnas HAM. Aksi itu semata bukan membela Hary Tanoe, tetapi juga menyampaikan berbagai aspirasi mulai dari Perppu Ormas, kasus pelapor Kaesang Muhammad Hidayat, dan kasus Hermansyah.

Namun secara khusus soal Hary Tanoe menurut Sambo semata membela karena solidaritas. Sambo menyebut Hary Tanoe lewat MNC Groupnya banyak membantu. Dan Hary Tanoe kemudian dijadikan tersangka karena ancaman SMS.

"Tidak ada kepentingan apapun dalam pengajuan kasus ini ke Komnas HAM, kami tidak kenal HT, tidak pernah bertemu dan memang tidak ingin bertemu, tidak pernah berhubungan baik telpon, SMS, WA maupun melalui sarana penghubung lainnya. Juga kami tidak pernah mendapat sesuatu apapun dari pihak manapun bahkan iming-iming sesuatu dalam pengaduan kasus ini," beber Sambo, Jumat (14/7).

Apabila ada umat Islam yang tidak terima karena aksi ke Komnas HAM guna membela Hary Tanoe, Sambo meminta maaf.

"Meminta maaf kepada para pejuang Bela Islam dan Bela Quran yang berbeda pandangan dan tidak sejalan dengaan kami dalam menyikapi pengaduan kasus HT ke Komnas HAM karna dikriminalisasi juga oleh rezim penguasa," tegas dia.

Dia juga mengunkapkan tidak mencari popularitas atau apapun dari aksinya ini.

"Semoga Allah menjauhkan kami dari segala macam niat dan tindakan untuk mencari keuntungan dunia, jabatan, harta, dan popularitas dalam perjuangan ini," tutup dia.

Presidium Alumni 212 sambangi Komnas HAM (Foto: Teuku Valdy/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Presidium Alumni 212 sambangi Komnas HAM (Foto: Teuku Valdy/kumparan)