• 5

Terorisme Adalah Puncak dari Intoleransi

Terorisme Adalah Puncak dari Intoleransi



Penjagaan di Kampung Melayu

Polisi berjaga di TKP ledakan Kp. Melayu. (Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan)
Duka kembali dirasakan masyarakat Indonesia. Serangan teroris bom bunuh diri Kampung Melayu, Jakarta Timur menyebabkan tiga anggota Polri meninggal dunia, dan 11 orang mengalami luka-luka. Terorisme harus dicegah dan dilawan.
"Terorisme adalah puncak dari intoleransi yang bermula dari pikiran-pikiran intoleran dan bertransformasi menjadi tindakan intoleran-radikal dan berujung pada tindakan teror. Oleh karena itu tindak pidana terorisme harus diatasi secara komprehensif dari hulu ke hilir," kata Direktur SETARA Institute Hendardi dalam keterangannya, Kamis (25/5).

Karena hulu terorisme adalah intoleransi, maka aneka tindak pidana yang kontributif mempercepat transformasi intoleransi menuju terorisme merupakan bagian penindakan yang juga harus memperoleh prioritas penegak hukum

- Direktur SETARA Institute Hendardi

Serangan teroris pada Rabu (24/5) ini, lanjut Hendardi, merupakan teror keji yang harus menjadi penghimpun energi dan pemupuk semangat setiap elemen bangsa untuk meningkatkan kewaspadaan nasional dan immunitas generasi bangsa dari virus ekstremisme.
"Yang menggunakan cara-cara kekerasan dalam mencapai tujuan. Teror tersebut secara nyata menyasar anggota Polri yang sedang bertugas, yang oleh kelompok teroris dianggap sebagai target utama karena kegigihan Polri dalam memberantas terorisme dan jejaring gerakannya," tegas dia.
SETARA Institute, tegas Hendardi, menyampaikan duka cita atas meninggalnya 3 anggota Polri dan berbela sungkawa atas 5 korban luka-luka. Meskipun sasaran utama adalah Polri, aksi teror selalu ditujukan untuk menebarkan ketakutan pada semua orang.

Penjagaan di Kampung Melayu

Penjagaan polisi di lokasi ledakan. (Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan)
"Karena itu setiap elemen bangsa harus menunjukkan bahwa kita "tidak" takut dengan teror, dan percaya aparat keamanan akan mampu mengatasi bersama elemen bangsa lainnya," tegas dia.
"Paralel dengan penegakan hukum pidana terorisme, perlawanan terhadap aksi terorisme, harus dimulai dari elemen-elemen yang paling kecil seperti keluarga, lingkungan, sekolah, dan lain-lain dengan meningkatkan ketahanan keluarga, ketahanan sekolah, dan ketahanan sosial sehingga kita memiki kepekaan atas segala potensi aksi-aksi destruktif yang keji itu," tutup dia.

Ancaman BomBom Kampung MelayuNewsPolisiHukum

500

Baca Lainnya