Pentingkah Etika Profesi dalam Menghadapi Dilema Etika?

Mahasiswa Magister Akuntansi Universitas Pamulang
Tulisan dari Indri Eliza Zahra tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Istilah profesi telah banyak didengar dan diketahui oleh banyak orang sebagai suatu hal yang berkaitan dengan bidang yang sangat dipengaruhi oleh pendidikan dan keahlian. Tetapi keahlian yang diperoleh dari Pendidikan belum cukup disebut sebagai profesi, perlu adanya penguasaan teori yang mendasari praktek pelaksanaan, dan hubungan antara teori dan penerapan dalam praktek. Selain itu, setiap profesi biasanya memiliki tanggung jawab sosial yang terkait dengan kepentingan publik dan adanya pengakuan dari publik (masyarakat) bahwa pekerjaan tersebut memang penting bagi mereka.

Suatu profesi sangat erat kaitannya dengan kepercayaan masyarakat. Banyaknya praktisi profesi saat ini dituntut untuk selalu berperilaku sesuai dengan moral dan nilai-nilai yang berlaku di masyarakat. Dengan adanya etika profesi diharapkan dapat berfungsi sebagai “self control” dan juga panduan profesionalisme untuk dapat selalu menjaga integritas dan nama baik profesinya. Hal ini tentunya dapat menambah rasa kecintaan dan tanggung jawab kepada publik dalam setiap praktisi profesi yang menjalankan tugasnya.
Praktisi profesi sering sekali mengalami dilema ketika menghadapi masalah etika pada saat melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya. Misalnya, Seorang auditor biasanya menghadapi dilema ketika menajemen menginginkan opini audit yang tidak sesuai dengan kondisi perusahaan yang sebenarnya. Kondisi inilah yang menimbulkan dilema bagi auditor karena di satu sisi mereka harus memenuhi permintaan kliennya yang telah memberikan upah, dan di sisi lain ini auditor juga memiliki tanggung jawab sosial pada masyarakat dan juga profesinya sehingga tidak diperbolehkan untuk mengutamakan kepentingan pribadi. Kegagalan praktisi akuntan dalam menjaga kepercayaan publik inilah yang menyebabkan hilangnya kredibilitas mereka.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa setiap profesi hanya dapat memperoleh kepercayaan dari masyarakat, jika dalam diri para praktisi profesi tersebut ada kesadaran kuat untuk selalu menjaga etika profesi pada saat mereka memberikan jasa keahlian profesi kepada masyarakat yang memerlukannya.
Tanpa adanya etika profesi, sebuah profesi yang dipandang terhormat akan lebih mudah kehilangan kredibilitasnya dikarenakan banyaknya praktisi-praktisi yang mengabaikan etika profesi dalam menjalankan tugasnya dan lebih mengutamakan keuntungan pribadi dibandingkan kepentingan publik.
