Konten dari Pengguna

Inflasi Tersembunyi : Mengapa Daya Beli Masyarakat Menurun Tanpa disadari

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Alvia Hudzayfah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

sumber ilustrasi : Paxels
zoom-in-whitePerbesar
sumber ilustrasi : Paxels

Pernah tidak kita merasa bahwa jajanan atau makanan yang sering dibeli sekarang ukurannya menjadi lebih kecil, padahal harga dan kemasannya masih terlihat sama? Banyak masyarakat mulai merasa uang lebih cepat habis dibanding sebelumnya, walaupun beberapa harga barang terlihat tidak banyak berubah. Kondisi seperti ini ternyata bukan hanya perasaan semata, melainkan salah satu bentuk inflasi tersembunyi. Fenomena tersebut terjadi dalam kehidupan sehari-hari dan, tanpa disadari, dapat memengaruhi daya beli masyarakat. Padahal, jika terus terjadi dalam jangka panjang, inflasi tersembunyi dapat memengaruhi kondisi keuangan masyarakat sehari-hari.

Inflasi tersembunyi merupakan kondisi ketika harga barang terlihat tetap, tetapi isi, ukuran, atau kualitas produknya mengalami pengurangan. Contohnya dapat dilihat pada makanan ringan, minuman, atau kebutuhan sehari-hari yang kemasannya masih terlihat sama, tetapi jumlah isinya lebih sedikit dibanding sebelumnya. Karena perubahan tersebut tidak terlihat secara langsung, banyak masyarakat tidak menyadari bahwa biaya hidup sebenarnya meningkat secara perlahan. Kejadian ini dikenal sebagai shrinkflation, yaitu penyusutan ukuran produk tanpa perubahan harga yang terlalu terlihat oleh konsumen.

Fenomena inflasi tersembunyi dapat terjadi karena biaya produksi yang semakin mahal, seperti bahan baku, energi, transportasi, dan biaya tenaga kerja yang terus meningkat. Dalam kondisi tersebut, perusahaan tetap membutuhkan keuntungan untuk menjaga usaha mereka agar tetap berjalan. Namun, jika harga jual dinaikkan secara langsung, perusahaan khawatir konsumen akan beralih ke produk lain karena adanya persaingan pasar. Oleh karena itu, banyak perusahaan memilih mengurangi ukuran atau isi produk dibanding menaikkan harga secara drastis. Selain itu, kenaikan harga bahan pokok dan kondisi ekonomi yang tidak stabil juga menjadi salah satu penyebab terjadinya inflasi tersembunyi di masyarakat. Kenaikan harga bahan bakar dan kondisi ekonomi global turut memengaruhi biaya produksi berbagai produk di pasaran.

Akibat dari kondisi tersebut, inflasi tersembunyi cukup meresahkan bagi masyarakat karena dapat menyebabkan daya beli menurun secara perlahan. Masyarakat yang awalnya hanya perlu mengeluarkan sedikit uang, akhirnya harus mengeluarkan lebih banyak karena isi produk semakin sedikit. Misalnya, produk yang biasanya cukup dibeli satu atau dua kali kini harus dibeli lebih banyak karena jumlah isinya berkurang dan tidak mencukupi kebutuhan. Kondisi ini membuat pengeluaran masyarakat menjadi semakin besar tanpa disadari. Selain itu, banyak masyarakat merasa dirugikan karena harga produk tetap mahal, tetapi jumlah barang yang didapat tidak sebanyak sebelumnya. Akibatnya, masyarakat mulai mengurangi jumlah belanja dan lebih hemat dalam membeli kebutuhan sehari-hari agar pengeluaran tetap terkendali. Dampak lainnya, masyarakat menjadi lebih berhati-hati dalam membeli barang karena harus menyesuaikan pengeluaran dengan kondisi ekonomi yang ada.

Melihat kondisi tersebut, menurut saya, inflasi tersembunyi merupakan keadaan yang cukup meresahkan karena sering terjadi tanpa disadari oleh masyarakat. Banyak produk yang ukurannya menjadi lebih kecil atau isinya berkurang, padahal harganya terlihat normal. Oleh karena itu, masyarakat perlu lebih teliti saat membeli barang dengan memperhatikan ukuran, isi, dan kualitas produk, bukan hanya melihat harganya saja. Saat ini, kondisi seperti ini semakin sering ditemukan dari tahun ke tahun. Selain itu, masyarakat juga perlu lebih sadar bahwa perubahan kecil pada ukuran produk dapat memengaruhi pengeluaran dalam jangka panjang jika terus dibiarkan.

Oleh karena itu, solusi yang dapat dilakukan masyarakat untuk menghadapi inflasi tersembunyi adalah dengan lebih pintar mengatur pengeluaran sesuai dengan pemasukan. Masyarakat perlu lebih teliti dan membandingkan produk sebelum membeli agar dapat memilih barang yang benar-benar dibutuhkan dan lebih hemat. Selain itu, masyarakat juga perlu mengatur anggaran belanja dengan baik agar pengeluaran tidak berlebihan. Kebiasaan menabung juga penting dilakukan sebagai persiapan menghadapi kenaikan biaya hidup di masa depan. Dengan sikap yang lebih bijak dalam mengelola keuangan, masyarakat dapat mengurangi dampak inflasi tersembunyi terhadap kehidupan sehari-hari.

Pada akhirnya, sebagai masyarakat kita perlu lebih cermat saat membeli barang dengan memperhatikan ukuran, berat, dan isi produk. Selain itu, melihat harga, masyarakat juga sebaiknya membandingkan harga per ukuran atau per unit agar dapat mengetahui produk mana yang lebih hemat dan menguntungkan. Selain itu, konsumen juga tidak perlu takut untuk beralih ke produk lain jika dirasa lebih sesuai dengan kebutuhan dan harga yang ditawarkan. Dengan membandingkan ukuran dan harga produk terlebih dahulu, masyarakat dapat lebih sadar terhadap adanya inflasi tersembunyi dan membuat pilihan belanja yang lebih cerdas. Oleh karena itu, masyarakat perlu lebih bijak dalam memilih barang agar tetap bisa menghemat pengeluaran sehari-hari. Pemahaman mengenai inflasi tersembunyi juga penting agar masyarakat lebih siap menghadapi kondisi ekonomi yang terus berubah.