Cerita Menyeramkan di Balik 'Tonari no Totoro' yang Tidak Kamu Ketahui

Berita seputar anime dan hal-hal berbau Jepang terbaru!
Konten dari Pengguna
14 Mei 2020 11:49
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Tulisan dari Anime tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Foto dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Foto dok. Istimewa
ADVERTISEMENT
Berapa dari kalian yang tidak tahu anime-anime garapan Studio Ghibli? Mungkin para pembaca "Anime" kebanyakan tahu apa itu Studio Ghibli beserta film-film anime yang telah mereka produksi. Dan mungkin lagi, beberapa anime dari Studio Ghibli ini adalah salah satu anime favoritmu sepanjang masa.
ADVERTISEMENT
Sejak dibangun pada tahun 1985, Studio Ghibli sudah banyak menelurkan banyak film dan tidak sedikit di antaranya yang mendapat penghargaan secara nasional maupun internasional.
Salah satu film Studio Ghibli yang akan kami bahas kali ini adalah "Tonari no Totoro" yang biasa kamu kenal dengan "My Neighbour Totoro".
Selama ini mungkin kamu menganggap bahwa film ini hanya berisi petualangan Mei dan Satsuki yang bertemu dengan makhluk bernama Totoro. Tapi tentu saja tidak, "Tonari no Totoro" dikabarkan memiliki cerita lain yang diselipkan secara eksplisit oleh sang sutradara Hayao Miyazaki hingga cerita tersebut dipercaya dan menjadi sebuah urban legend.
Urban legend yang paling terkenal dari anime ini adalah cerita yang mengatakan bahwa sebenarnya Satsuki dan Mei sudah meninggal. Berikut ini kami rangkum teori yang mendasari cerita tersebut.
ADVERTISEMENT
1. Sandal yang ditemukan di danau sebenarnya punya Mei?
Saat Mei hilang, tetangga-tetangga mereka ikut mencari keberadaan adik Satsuki itu. Seorang nenek kemudian menemukan sandal yang terjatuh di dekat danau. Satsuki sempat mengatakan kalau sandal itu bukan milik Mei, tetapi kalau dilihat lebih teliti sandal itu memiliki kemiripan dengan yang dipakai oleh Mei. Beberapa orang menyimpulkan bahwa Satsuki berbohong karena ia tidak ingin semua orang khawatir, yang berarti ada kemungkinan bahwa Mei meninggal tenggelam di danau tersebut.
Foto dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Foto dok. Istimewa
2. Totoro sebenarnya adalah dewa kematian?
Mei yang memanggil Totoro dengan nama "Torooru" yang merupakan pelafalan Bahasa Jepang dari kata Troll membuat penggemar menduga bahwa nama Totoro berasal dari kata "Troll". Ketika image Totoro lucu di matamu, maka Troll adalah sebaliknya. Dalam mitologi barat, Troll biasanya dikaitkan dengan dewa kematian yang hanya bisa terlihat oleh orang yang dekat dengan kematian atau sudah mati.
Foto via Ciatr
zoom-in-whitePerbesar
Foto via Ciatr
3. Bayangan Satsuki dan Mei menipis di akhir cerita
ADVERTISEMENT
Satsuki yang tengah mencari Mei kemudian memasuki terowongan di mana Mei bilang pernah bertemu dengan Totoro. Satsuki yang awalnya tidak bisa melihat Totoro kemudian bisa melihat sosok besar Totoro dan kemudian meminta makhluk itu membawanya ke "tempat Mei berada".
Namun anehnya, bayangan Satsuki mulai menipis sejak saat itu hingga bisa disimpulkan kalau tempat Mei berada adalah dunia lain di mana para arwah akan berkumpul. Yang berarti juga, Satsuki dekat dengan kematiannya, atau bahkan sudah meninggal.
3. Neko Bus atau Bus Kucing yang Satsuki dan Mei Tumpangi adalah kendaraan yang menjembatani seseorang untuk pergi ke dunia lain
Satsuki yang meminta pada Totoro untuk diantar ke "tempat Mei" pun menaiki bus Kucing yang kemudian membawanya bertemu Mei. Tapi dengan beberapa teori di atas, tidak sedikit penggemar yang menganggap bahwa Neko Bus adalah kendaraan yang mengantarkan mereka ke dunia lain, yaitu dunia para arwah.
ADVERTISEMENT
4. Satsuki dan Mei tidak menemui Ibu mereka di rumah sakit
Keduanya sempat datang ke rumah sakit untuk melihat ibu mereka. Namun alih-alih menemui sang ibu, mereka justru memanjat pohon dan melihat dari jauh.
Ibunya sempat berkata bahwa ia seperti mendengar tawa Satsuki dan Mei sekilas, namun sebagian penggemar menyimpulkan bahwa kalimat itu mengandung arti lain bahwa Satsuki dan Mei memang sudah tiada.
Foto dok. Tokyo Times
zoom-in-whitePerbesar
Foto dok. Tokyo Times
5. Tonari no Totoro terinspirasi dari Kejadian nyata di Sayama, Prefektur Saitama
Sutradara Hayao Miyazaki dikabarkan pernah berkomentar bahwa film "Tonari no Totoro" ini merupakan upaya pembebasan jiwa dari Satsuki dan Mei.
Film ini diisukan berkaitan dengan sebuah insiden di kota Sayama, Prefektur Saitama yang terjadi pada Mei 1963. Insiden tersebut melibatkan kakak beradik dengan si adik yang diculik dan kemudian sang kakak berusaha mencarinya. Di tengah pencariannya itu sang kakak menemukan jasad adiknya di hutan. Dikatakan bahwa kakaknya kemudian mengalami depresi berat, mengalami gejala skizofrenia yang membuatnya melihat sosok rakun atau kucing besar yang mungkin menjadi inspirasi terciptanya Totoro. Depresinya itu membuat sang kakak bunuh diri.
ADVERTISEMENT
Dan yang membuat film ini makin kentara memiliki hubungan dengan kejadian itu adalah nama tokoh Satsuki dan Mei. Satsuki dalam penanggalan kuno berarti bulan Mei, dan nama Mei pun berkaitan dengan bulan tersebut, di mana bulan Mei adalah waktu ketika insiden Sayama ini terjadi.
Ditambah, rumah sakit tempat ibu mereka dirawat yang bernama Shichikoku Byouin (Rumah Sakit Shichikoku) sebenarnya adalah plesetan dari rumah sakit yang berada di Sayama bernama Hachikoku Byouin (Rumah Sakit Hachikoku).
Studio Ghibli pernah mengklarifikasi bahwa teori-teori tersebut tidak benar dan hanya karangan para penggemar semata. Tapi setelah membacanya, kamu justru percaya, atau menganggap semua itu hanyalah sebuah kebetulan saja?
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020