3 Alasan Cristiano Ronaldo Layak Menang Ballon d’Or 2019

Info Bola adalah story berita bola hari ini, jadwal terkini, tentang pemain, sepak bola Liga indonesia, Eropa, dan dunia.
Tulisan dari Info Bola tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mengakhiri musim 2018/19, Cristiano Ronaldo, dianggap kurang memenuhi syarat untuk memenangi Ballon d’Or. Walau tampil gemilang di musim perdananya bersama Juventus, Ronaldo gagal membawa timnya mencapai target menjuarai Liga Champions. Kegagalan di Coppa Italia juga membuat Ronaldo hanya dapat satu trofi musim ini.
Publik dan pandit pun mulai menilai Kapten Timnas Portugal tersebut masih kalah berprestasi dengan Lionel Messi dan Virgil van Dijk musim ini. Kedua pemain tersebut jadi yang terdepan untuk memperebutkan Ballon d’Or tahun ini.
Bersama Barcelona, Messi memang hanya menjuarai Liga Spanyol, tapi performa individunya bisa dibilang merupakan yang terbaik di dunia. Sementara Van Dijk sukses finis sebagai runner-up dengan kebobolan paling sedikit di Liga Inggris bersama Liverpool. Dirinya pun membantu ‘The Reds’ jadi kampiun Liga Champions musim ini.
Walau saingan dengan Messi, Van Dijk jadi pemain yang terdepan untuk memenangi penghargaan paling bergengsi di dunia tersebut. Tak hanya berprestasi bersama klub, Van Dijk juga gemilang menjaga pertahanan. Baik bersama Liverpool dan Timnas Belanda, lebih dari 60 laga dirinya tak pernah dilewati satu pemain pun.
Namun, Ronaldo yang sempat disebut mulai mengalami penurunan performa dan sudah tak layak masuk favorit pemenang Ballon d’Or membungkam kritik. Dirinya kembali masuk calon favorit peraih penghargaan tahunan tersebut. Berikut tiga sebab Ronaldo kembali layak menang Ballon d’Or 2019.
1. Menang UEFA Nations League
Bersama Timnas Portugal, Ronaldo sukses menjuarai edisi pertama UEFA Nations League. Menghadapi Timnas Belanda di babak final, walau Ronaldo tak mencetak angka, Selecao das Quinas tetap sukses menang dengan skor tipis 1-0 berkat gol yang dicatatkan Goncalo Guedes di menit ke-60.
Buat Portugal dan Ronaldo, gelar tersebut jadi yang kedua dalam empat kompetisi resmi terakhir yang mereka ikuti. Sebelumnya, Portugal menjuarai Piala Eropa 2016, mengalahkan tuan rumah Prancis dengan skor 1-0. Portugal pun sukses jadi tuan rumah asal Eropa pertama yang menjuarai kompetisi sebagai tuan rumah, sejak Prancis tahun 1998 silam.
Kiprah terbaik Ronaldo dalam membawa Portugal juara kala mencetak hattrick ke gawang Swiss di semifinal. Torehan tersebut membuat Ronaldo memecahkan beberapa rekor pribadi, dan menjadikan dirinya pencetak hattrick pertama di babak final UEFA Nations League. Menyusul prestasinya tersebut, tak heran bila pada akhirnya Ronaldo menang Ballon d’Or.
2. Selalu bisa diandalkan kala dibutuhkan
Musim ini Ronaldo disebut tak masuk kandidat peraih Ballon d'Or. Namun, sejatinya capaian Ronaldo di musim perdananya bersama Juventus luar biasa. Jadi andalan utama klub, Ronaldo mencetak 28 gol di semua kompetisi. Memang Ronaldo gagal membawa Juventus menjuarai Liga Champions, tapi dirinya tetap jadi sosok pembeda di hampir setiap laga.
Ronaldo jadi sosok penentu kala mencetak gol menghadapi AC Milan di Supercoppa Italia. Trofi tersebut pun jadi gelar perdana buat Ronaldo bersama Juventus. Tiga bulan kemudian, hattrick Ronaldo sukses membalikkan keadaan usai kalah 2-0 kontra Atletico Madrid di leg pertama.
Bahkan, saat Juventus terdepak di perempat final Liga Champions kontra Ajax, Ronaldo sukses mencetak gol di kedua leg, menjadikan dirinya satu-satunya pemain Juve yang mencetak gol di babak gugur. Terbaru, hattrick Ronaldo ke gawang Swiss sukses membuat Portugal lolos ke final dan menjuarai kompetisi.
3. Tak banyak yang melampaui Ronaldo
Satu dekade terakhir hanya Lionel Messi yang jadi pesaing terkuat Ronaldo dalam perebutan gelar Ballon d’Or. Tahun lalu Luka Modric sukses memutus dominasi Ronaldo dan Messi sebagai pemenang Penghargaan Bola Emas tersebut, tapi kini gelandang asal Kroasia tersebut berada jauh berada di bawah performa musim lalu.
Kini ada nama Virgil van Dijk yang jadi kandidat terkuat pemenang Ballon d’Or, usai bek berusia 26 tahun tersebut melakoni musim ini dengan brilian. Namun, Van Dijk masih harus bersaing dengan Messi yang juga tampil luar biasa secara individu.
Bila sukses menang Copa America 2019, peluang Messi untuk mengangkat Ballon d’Or keenam sepanjang karier bakal meningkat drastis. Pemain asal Argentina tersebut nantinya bakal kembali melampaui capaian Ronaldo. Namun, saat ini Ronaldo masih punya peluang yang sama dengan Messi dan Van Dijk. (bob)
Baca lebih banyak informasi mengenai berita artis/berita heboh/info bola/dan lifehack lebih nyaman di aplikasi kumparan.
Download aplikasi Android di sini.
Download aplikasi iOS di sini.
