3 Alasan Lionel Messi Kesulitan saat Tampil Bersama Timnas Argentina

Info Bola adalah story berita bola hari ini, jadwal terkini, tentang pemain, sepak bola Liga indonesia, Eropa, dan dunia.
Tulisan dari Info Bola tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tak perlu diragukan lagi kualitas Lionel Messi sebagai salah satu pemain terbaik sepanjang masa. Bersama Barcelona, Messi sudah meraih berbagai kesuksesan yang bisa dimenangkan, baik dalam tim maupun individu. Namun, masih ada satu kekurangan penyerang berusia 31 tahun tersebut, yaitu gelar bersama Timnas Argentina.
Kini Messi sudah sukses menyarangkan 68 gol dari 133 pertandingan bersama Timnas Argentina. Walau dirinya sudah jadi top skor sepanjang masa ‘Tim Tango’, Messi tetap dinilai tak maksimal. Sebagai contoh, Messi hanya mencetak enam gol di 19 penampilan Piala Dunia.
Empat kegagalan di final juga berbuah kritikan, lantaran hasil tersebut kontras kala Messi bermain untuk Barcelona dan menghasilkan 34 gelar bergengsi. Musim ini, Messi kembali mendapat kesempatan untuk mendapat prestasi bersama Timnas Argentina dengan bermain di Copa America 2019.
Namun, Messi sendiri mengakui Argentina kali ini tampil bukan sebagai favorit juara. Benar saja, mereka tumbang 2-0 di laga perdana menghadapi Kolombia dan hanya imbang 1-1 dengan Paraguay di laga kedua. Beruntung kala menghadapi Qatar, Albiceleste bisa menang dengan skor 2-0 dan bisa melaju ke perempat final.
Walau begitu, hingga kini Messi belum juga menunjukkan dirinya sebagai sosok kunci Timnas Argentina di Copa America. Kegagalan mentransfer performanya kala di Barcelona ke Timnas Argentina masih jadi masalah Messi saat ini. Karena itu, berikut tiga alasan Messi kesulitan tampil bersama Argentina.
Kualitas pemain yang tak merata
Penampilan Messi dinilai mengecewakan oleh publik walau bermain dengan skuat Argentina yang bertabur bintang. Punya pemain seperti Gonzalo Higuain, Mauro Icardi, Carlos Tevez, Diego Milito, Di Maria, dan Sergio Aguero, Messi disebut seharusnya bisa lebih berprestasi dari saat ini.
Namun, masalah sebenarnya tak datang dari seberapa bintang yang mengelilingi Messi. Walau benar Timnas Argentina dihuni berbagai bintang kelas dunia, kebanyakan mereka adalah seorang penyerang. Lini depan Albiceleste kontras dengan posisi lainnya yang minim pemain top.
Posisi kiper, dalam satu dekade terakhir merupakan kiper lapis kedua Manchester United, Sergio Romero. Minim gelandang kelas dunia, Argentina hanya punya Mascherano dan Riquelme yang bermain di level tertinggi. Sementara sejak Walter Samuel dan Javier Zanetti, Argentina kurang regenerasi di posisi pemain bertahan. Masalah tersebut lah yang jadi salah satu alasan Messi kesulitan bersama Timnas Argentina.
Timnas Argentina tak stabil
Bersama Barcelona, pergantian pelatih tak terlalu sering dirasakan Messi. Pelatih yang ditunjuk pun punya karakter yang mirip, membuat Messi tak perlu begitu beradaptasi. Hal tersebut kontras dengan 14 tahun karier Messi bersama Timnas Argentina. La Pulga sudah merasakan sembilan pelatih yang berbeda di Timnas Argentina.
Setiap kali berganti pelatih, Messi harus memulai dari awal proses adaptasinya dengan gaya main sang juru taktik. Seperti contohnya, Messi harus berganti dari dilatih Maradona yang bermain berani dengan keputusan-keputusan liarnya, jadi bersama Alejandro Sabella yang notabene pelatih taktis yang begitu memperhitungkan sesuatu.
Beda dengan Prancis, Jerman, dan Spanyol yang punya sistem tetap dengan mempercayai pelatih dalam waktu yang lama. Kerap gonta-ganti pelatih, praktis Argentina tak punya karakteristik yang melekat. Waktu terbatas yang didapat pelatih membuat pemain yang dipanggil tak punya bisa mempelajari taktik secara mendalam. Tak heran bila akhirnya Messi kesulitan dengan Timnas Argentina.
Harapan kepadanya terlalu besar
Besarnya antusiasme publik Argentina terhadap sepak bola membuat mereka punya harapan besar kepada timnasnya. Terlebih, sejatinya Argentina merupakan negara yang punya sejarah sepak bola sebagai salah satu yang terbaik di dunia. Alhasil, Messi sebagai bintang utama mereka bakal jadi pemain yang paling diharapkan.
Kesuksesan Messi bersama Barcelona sudah terbukti. Tiap musim La Pulga selalu bisa memberikan gelar kepada raksasa asal Catalunya tersebut. Bukan hal yang mengherankan bila akhirnya Messi pun jadi harapan Argentina. Apalagi mereka sudah puasa gelar bergengsi selama 28 tahun.
Walau Messi bergelimang gelar individu dan klub, sampai saat ini bagi publik Argentina dirinya masih berada di bawah Diego Maradona. Sebab, Maradona sukses jadi pahlawan ketika Argentina membawa pulang trofi Piala Dunia 1986. Kini, Messi jadi harapan publik Argentina. Namun, harapan besar yang dipikul Messi sepertinya malah jadi beban buat pemain kelahiran Rosario tersebut. (bob)
Baca lebih banyak informasi mengenai berita artis/berita heboh/info bola/dan lifehack lebih nyaman di aplikasi kumparan.
Download aplikasi Android di sini.
Download aplikasi iOS di sini.
